Malam adalah tempat melihat masa silam. Karena itu adalah satu kemungkinan bagi kita melihatnya. Ketika langit yang kita lihat sekarang, bukanlah langit malam ini. Begitupun bintang – bintang yang gemerlapan itu juga bukan bintang malam ini. Kita sedang menyaksikan Masa silam waktu, bahwa langit ini adalah masa lalu sebuah peristiwa yang muncul saat kita belum dilahirkan
Cahaya yang kita lihat dari galaksi nan jauh disana meninggalkan galaksi – galaksi itu jutaan tahun yang lalu, dan dalam kasus benda paling jauh yang pernah kita lihat, cahaya dari ujung galaksi sana berangkat sekitar delapan miliar tahun yang lalu. Jadi, ketika kita memandang alam semesta, sebenarnya kita sedang memandangi masa lalu.
Ketika sebuah bintang di galaksi itu mati, kita tak akan menyadarinya, hingga jutaan bahkan milyaran tahun setelahnya. Masa lalu itu memang indah, tetapi itu sesuatu yang hanya bisa dipandangi dan mustahil engkau raih.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.
[Ali ‘Imran/3:190-191].
