Perenungan

Tempat Masalah dan Keruwetan

13434505381152065678

Jangan merasa aneh dengan banyaknya keruwetan dan kesulitan selama engkau berada di dunia. Karena memang itu adalah karakter asli dunia

(Al Hikam)

Jika di dunia kita temui kesulitan, masalah, keruwetan, kerepotan, janganlah menganggap aneh semua itu.. Karena memang begitulah karakter asli dunia.

Menginginkan hidup di dunia lepas dari masalah adalah ibarat bermimpi di siang bolong. Hal itu menandakan kita belum benar – benar mengenal sifat dan karakter asli dunia.

Secantik apapun wanita yang kamu cintai sekarang ini, pastilah ada kurangnya, pastilah ada minusnya. Sadarlah, bahwa dia bukan bidadari, karena kita masih di dunia. Jadi berlaku sabarlah dengan perempuanmu

Jika sekarang kita melihat ada kenikmatan di lain pihak dan kondisi, sebenarnya itu bukanlah kenikmatan, namun hanya model/bentuk lain dari masalah saja. Sawang sinawang, begitu orang jawa mengatakan.

Memang, kita diperintahkan Tuhan bukan untuk cari “enak” di dunia, karena itu tidak mungkin. Yang diperintahkan Tuhan adalah agar kita menjalani takdir yang telah ditetapkan untuk kita.

Dunia itu tidak mulus, pasti akan ada yang senang ada yang susah. Semua adalah satu pasang, Tidak bisa dipisah-pisah Mengharapkan keberhasilan di dunia sebenarnya hanyalah lamunan atau angan-angan saja. Karena pada kenyataannya dibalik keberhasilan ada persoalan baru yang belum pernah dihitung sebelumnya

Dunia itu dan dan seluruh isinya tidak akan bisa menuruti keinginan semua orang, karena begitu sempitnya dunia. Contoh teraktual adalah Pemilu Gubernur DKI yang baru diselenggarakan, di mana ada 6 pasang kandidat yang mencalonkan diri, tapi pasti nanti yang terpilih hanyalah satu pasang, sehingga lima sisanya tidak akan bisa menjadi gubernur. Begitulah sempitnya dunia ini

Watak yang lain adalah dunia itu cepat habis. Bagaimanapun nikmatnya makanan, rasa nikmatnya pun hanyalah sementara. Hanyalah hitungan detik

Watak berikutnya, dunia itu berubah-berubah sangat cepat. Semahal dan seenak apapun makanan yang dimakan, nantinya pasti bakal berubah jadi kotoran juga

Ya memang begitulah karakter asli dunia. Orang hebat, adalah orang meskipun ikut ngurusin dunia, tapi hatinya tidak ikut terbawa keruwetan dunia.

Mengapa dunia itu ruwet? Tidak lain karena adanya berbagai kepentingan dari Berjuta – juta manusia masuk di dalam dunia yang sempit ini. Dunia bagaikan mendung di musim panas. Seakan2 akan turun hujan, ternyata tidak hujan. Seakan – akan menyenangkan, ternyata setelah ditunggu, tidak terjadi.

Kembali ke kata Syech Ibnu Athaillah, jangan kaget jika melihat semua itu, jangan mengeluh dan janganlah jadikan itu alasan kita untuk tidak beribadah pada Allah. Memang dunia adalah tempat kerepotan, dijalani saja. Tapi jangan sampai kita ikut- ikutan repot dengan semua kerepotan itu. Begitu aja kok repot, begitu Gus Dur pernah katakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.