Elektronika dan Robotik

Belajar Mikrokontroler Yuk!! (1)

ATMEGA 32

Akhir – akhir ini banyak sekali lembaga kursus tentang mikrokontroler dan robotik, masing – masing dari mereka mereka mengklaim memiliki keunggulan dibandingkan yang lain. Namun tentu lembaga kursus tersebut tidak menawarkan jasanya secara cuma – cuma , jika tidak bisa kurus mereka, dan kemudian menjadi lembaga kurus bukan lagi lembaga kursus :mrgreen: . lalu bagaimana bagi anda yang tidak punya uang banyak untuk mengikuti kursus dan workshop semacam itu?

Jawab saya “it’s no problem” karena yang mahal dari belajar adalah “niat”. Jadi sekarang jika anda sudah punya niat, maka tahap belajarpun akan lebih mudah, lalu bagaimana dengan uang? belajar mikrokontroler apalagi robotik tentu memerlukan uang yang tidak sedikit bukan? Benar, namun itu tidak serta merta  harus melumpuhkan semangat belajar anda, karena ada banyak jalan menuju roma. Salah satunya, anda bisa bentuk semacam “klub mikrokontroler dan robotik” dengan teman – teman anda yang memiliki kesamaan minat, semahal apapun jika ditanggung bersama – sama, insya Allah akan lebih ringan bukan 😉

Belajar mikrokontroler tidaklah sesulit yang dibayangkan jika anda punya niat malahan bisa jadi sangat menyenangkan, banyak contoh aplikasi penerapan mikrokontroler mulai dari peralatan otomatis yang ada di rumah kita, hingga aplikasi tertinggi dalam mikrokontroler yang apa lagi jika bukan membuat robot? 😎  Mencari ilmu tidaklah harus mahal, yang terpenting adalah kita mempunyai jiwa kreatif, apalagi di jaman internet sekarang ini, ilmu bukanlah monopoli suatu kelompok saja. Anda tidak harus membeli buku yang mahal di toko buku, anda cukup rajin googling tentang tutorial mikrokontroler di internet, yang anda perlukan hanyalah akses internet dan bahasa inggris yang litle – litle :mrgreen:

Mikrokontroler?

Mungkin blog saya ini bisa dijadikan awal, saya akan membagi ilmu saya yang mudah – mudahan bisa bermanfaat. Lalu dari mana kita harus mulai? Baiklah sebaiknya kita mulai saja dari pengertian mikrokontroler. Mikrokontroler seperti namanya yang berarti “pengendali mikro” bisa dibilang merupakan komputer dalam bentuk satu keping karena didalamnya telah berisi sistem minimal sebuah komputer mulai dari CPU, RAM, ROM, ADDRESS BUS, DATA BUS, dan bahkan PORT I/O sehingga tak ayal jika mikrokontroler disebut dengan embedded computer karena memang mikrokontroler adalah sebuah komputer satu keping yang bisa ditanam bersama rangkaian elektronika yang lain.

Ada banyak sekali jenis mikrokontroler yang ada di pasaran namun yang saya gunakan kali ini adalah mikrokontroler AVR buatan ATMEL . Mikrokontroler AVR pun banyak sekali variannya namun marilah kita mulai dengan mikrokontroler AVR varian ATMega 8535 jika tidak ada di toko dengan alasan habis atau ngga jual, bolehlah diganti dengan ATMega32 atau ATMega16, ketiga jenis mikrokontroler tersebut pada dasarnya adalah sama ( mulai dari aristektur, fasilitas hingga letak kaki – kaki mikrokontrolernya) yang membedakan hanyalah ukuran memorinya. Jika diurutkan  dari ukuran memori yang paling besar ke yang paling kecil yakni mikrokontroler ATMega 32, ATMega16, ATMega 8535 .

Mengenai fasilitas selengkapnya dalam mikrokontroler yang akan kita gunakan ini, silahkan baca datasheetnya. Buka  google dan ketikkan “ATMega 8535 datasheet”, cara yang sama berlaku  untuk ATMega 32 dan ATMega16

Minimum Sytem

Untuk dapat melakukan eksperimen dengan mikrokontroler. Yang pertama  yang harus dilakukan selain membeli mikrokontroler adalah membuat minimum systemnya. Banyak toko  elektronik yang menjual minimum system ini dalam bentuk jadi bahkan satu paket dengan Downloader USB nya. Harganya cukup menguras kantong anda (terutama jika anda masih mahasiswa), yakni sekitar 200 ribu hingga 300 ribu. Bagi anda (termasuk saya  :mrgreen: ) yang ingin murah meriah, anda bisa membuatnya sendiri. Bisa menggunakan PCB lubang atau PCB cetak, jika ingin cepet bisa digunakan PCB lubang. Berikut rangkaiannya

Rangkaian ATMEGA8535/ATMEGA16/ATMEGA3

Karena  rangkaiannya cenderung simpel maka saya menggunakan PCB lubang, bagi anda yang ingin menggunakan PCB cetak,  malah lebih bagus. Berikut rangkaian minimum system hasil buatan saya

Minimum System menggunakan PCB lubang

Pada rangkaian yang saya buat disini memang tidak menggunakan regulator 5 Volt, karena saya sudah memiliki power supply DC +5Volt , jika anda belum mempunyai power supply DC +5V silahkan anda buat rangkaian regulator untuk mencatu rangkaian minimum system anda, atau prakstisnya beli adaptor DC dengan arus 1200mA, harganya relatif murah yakni berkisar 20ribu – 30 ribu. Begitupula dengan kristal, saya sengaja tidak menggunakan kristal karena mikrokontroler AVR sudah memiliki fasilitas kristal internal maksimal 8MHz. Jika anda menginginkan frekuensi clock lebih dari 8MHz anda bisa menggunakan kristal eksternal.

Demikian tulisan saya, berikutnya saya akan berbagi ilmu bagaimana cara memprogram mikrokontroler menggunakan port paralel dari komputer dekstop anda.

selamat belajar

Jika kurang jelas silahkan bertanya.

🙂

Tagged , , ,

5 thoughts on “Belajar Mikrokontroler Yuk!! (1)

  1. Woww, terima kasih telah berbagi mas Tedy….ingin nyoba nih sama anak-anak didik….

    _______
    Tedy : ya pak…sungguh membahagiakan bisa berbagi ilmu..
    jika ada kesulitan, jangan sungkan2 untuk bertanya pak 🙂

  2. Kalau saya belajar mikrokontroler mulai dari Arduino. Soalnya Arduino jauh lebih mudah daripada belajar mikrokontroler dari nol. Setelah saya mengerti cara kerja mikrokontroler, barulah saya mendalami mikrokontroler AVR.

  3. kalo atmega8535 sdh ada pin miso,mosi,sck untk download prgram lgsung kpe paralel/serial, klo gd pin trsbut ad gk rngkaian yg sderhana bwt download dg paralel, mhn d krm k email.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.