Dua puluh delapan kali ku saksikan siklus matahari, namun belum kutemukan apa yang dibicarakan cahaya pada pagi. Masih belum sanggup kudengar suara -suara sejati Dua puluh delapan kali kukelilingi matahari, namun yang masih mampu kuhitung hanya waktu. Kuhitung hari, kuhitung minggu, kuhitung bulan, kuhitung tahun, kuhitung windu, kuhitung abad, kuhitung jaman. Namun, masih tak mampu ku belajar pada kesetiaan. Aku berjalan…
Tedy dalam tulisan
Never stop learning, because life never stops teaching.