Keseharian, Perenungan

Mari Bermimpi

Jangan pernah remehkan mimpi, setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha mendengar.

Saya rasa kata – kata tersebut benar – benar tepat. Saya teringat sekitar 1 tahunan yang lalu tentang postingan saya yang bertajuk Surat Peringatan.

Tulisan tersebut menceritakan suatu penemuan tentang perbaikan metode belajar yang ternyata cocok untuk saya gunakan. Pada tulisan tersebut, saya juga bermimpi (setinggi langit) agar setidaknya mampu mengurangi beban biaya kuliah yang harus ditanggung oleh anggaran keluarga besar saya. Saya menargetkan hal tersebut akan terjadi ketika saya menginjak semester 5 ( memasuki tahun ke-3 kuliah ) dimana pada semester tersebut saya berharap bisa menapatkan beasiswa meskipun itu tidak penuh.

Saya tak pernah tahu, apakah mimpi itu benar – benar bisa terwujud atau tidak, mungkin itu sulit untuk ukuran saya. Tapi adakah itu sulit di mata Allah? Sayapun berusaha keras untuk mewujudkan mimpi itu, alhamdulilah 2 semester terakhir ini semua target akademis yang dulu serasa tidak mungkin sekarang hanya tinggal di pelupuk mata.

Semoga saja apa yang kita peroleh selama ini tidak membuat kita menjadi sombong dan takabur, namun justru semakin membuat kita ingat Kemahabesaran Sang Pencipta yang mampu membuat apa yang tidak mungkin bagi kita menjadi mungkin .

Masih banyak mimpi – mimpi yang saya simpan yang semoga saja itu bisa terwujud dengan tekad, semangat dan (tentu) dengan ijin Allah. Karena itulah tak salah kata pepatah,

janganlah pernah takut untuk bermimpi, bagaimana mungkin anda mampu mewujudkan sesuatu sementara bermimpi saja tidak mampu

Tagged ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.