Keseharian, Perenungan

Bagaimana Jadinya

Bagaimana jadinya jika kita terlahir tanpa mata dan telinga? Tiada bisa melihat cahaya ataupun mendengar segala alunan nada. Tiada lagi warna – warna yang terlihat ataupun kicauan burung dan suara gemericik air.

Bagaimana jadinya jika kita terlahir tanpa tangan dan kaki. Tiada mampu berjalan meskipun selangkah ataupun menyentuh apa yang ada di depan mata

Sanggupkah kita jika selalu dihiraukan dan dikucilkan? Selalu  terpinggirkan dan tak pernah terpikirkan orang dalam semesta arcapada. Tiada mampu menikmati apa yang semua orang selalu rasakan.

Berulangkali aku mencoba mengingatkanmu akan hal ini. Namun berapa kali pula engkau menghiraukannya. Semua yang engkau rasakan, sentuh, dengar dan lihat adalah nikmat tak terhingga dari Yang Maha Kuasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.