Keseharian

Sistem Kebut Semalam?

Sudah lama saya tidak memposting tulisan dalam blog saya yang tercinta ini. Mungkin ini karena saya terlalu larut dengan kesibukan kuliah saya (halah.. :mrgreen: ) . Ditambah, minggu – minggu ini adalah minggu dimana diadakan ujian tengah semester atau lebih kerennya disingkat dengan UTS atau Ujian Mid. Ada 8 mata kuliah yang diujikan dalam UTS semester ini, sedangkan dua sisanya tidak diujikan dalam UTS dikarenakan kedua mata kuliah tersebut adalah mata kuliah praktikum.

Mata ujian pertama yang cukup menegangkan dan mengharu biru :mrgreen: adalah mata kuliah ADPR ( Alat Deteksi dan Pengukuran Radiasi ) dimana sungguh banyak teori dan rumus – rumus yang harus dihafalkan. Mata kuliah ini diujikan kamis pada minggu lalu. Mata kuliah kedua yang diujikan adalah Termodinamika, yang cukup menguras waktu dalam pengerjaan soal – soalnya, saya sendiri agaknya kurang yakin dengan apa yang telah saya kerjakan πŸ™ . Mata kuliah Ketiga yang diujikan senin ini adalah Perpindahan Panas atau bahasa sononya Heat Transfer. Sedangkan besoknya ada mata kuliah Elektronika Digital yang menunggu di perempatan jalan πŸ˜† . Sedangkan Rabu ini, saya baru saya menjalani ujian mata kuliah Matematika Teknik.

Oleh karena itu, saya selalu mengusahakan bangun lebih awal dari biasanya, dimana saya pada hari biasa akan terbangun sekitar pukul 02.00 – 03.00 pagi, namun kali ini saya bangun pukul 00.00 😯 . Mungkin kedengarannya aneh atau mungkin juga terlihat biasa karena saya hampir selalu bangun lebih dini. Namun dampak dari bangun tidur pada dini hari tersebut adalah saya akan hampir selalu merasa ngantuk waktu sore, sehingga saya juga akan (ter)tidur lebih sore pula. :mrgreen: . Wajar saja hal ini terjadi, karena sebenarnya saya adalah spesies hasil dari mutasi transgenik dari Kelelawar, yang hidupnya hanya aktif pada malam hari πŸ˜† .

Beberapa orangpun sering mengatakan saya aneh karena kebiasaan saya ini. Bahkan ada “seseorang” yang sempat ngambek karena kebiasaan saya tidur pukul 9 malam πŸ˜† .Tapi semua hal tersebut, tidaklah merupakan masalah, karena hal tersebut memang saya usahakan untuk menjadi kebiasaan, bukan karena apa – apa, namun semata – mata karena bersyukur akan kesempatan yang telah diberikan Allah kepada saya untuk menikmati pendidikan yang semua orang belum tentu bisa menikmatinya.

Menjadi hal yang lazim, jika pada waktu – waktu ujian beberapa mahasiswa akan belajar dari malam sampai keesokan paginya untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. Sistem ini ngetren dinamakan sistem SKS ( Sistem Kebut Semalam) atau sistem wayangan seperti yang orang jawa bilang. Saya sendiri tidak mengetahui apakan sistem belajar seperti ini akan efektif atau tidak. Namun, saya sendiri mengambil jalan tengah akan sistem ini, yakni akan tidur terlebih dahulu pada pukul 9 malam lalu kemudian bangun pada pukul 12 dini hari untuk melanjutkan belajar.

Apakah pola belajar yang saya lakukan merupakan Sistem Kebut Semalam atau tidak? Apakah efektif atau tidak? Silahkan kirimkan jawabannya melalui sms di nomer yang tercantum di bawah ini πŸ˜†

5 thoughts on “Sistem Kebut Semalam?

  1. @mohammad Yusuf
    Alhamdulillah sampai sekarang masih sehat waalfiat.. :mrgreen:

    @afwan Auliyan
    100…
    tapi belajarnya ga hanya wktu ujian kuk…jadi ga ngebut2 amat :mrgreen:

  2. wah kita satu spesies!! hehe, aku juga gitu, tapi aku masih sma belum kuliah, menurut aku itu bukan sks, everyone has their own way, right? πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.