Bingkai Kata, Keseharian, Perenungan

Eksistensi Aneh

Ketika langit mulai temaram, ketika sang malam mulai memakai jubah hitamnya. Mereka mengeluh pada hati apa itu cinta??Hati menjawab Cinta tidak pernah mengeluh, tiada sakit, dia adalah di dalam mata yang basah dan di dalam jiwa yang tulus. Namun terlepas dari semua itu lidahku kelu kelam dan telinga tiada mengerti apa yang diperbicangkan oleh orang – orang. Karenanya lebih baik diam. Mengerti tiadalah perlu. Ini bukanlah apa – apa dan untuk apa semua ini? Aku tidak sedang menghibur ataupun melucu, akupun tidak sedang berkelakar ataupun sedang bergembira karena ini. Aku lelah dan penat, bumi semakin memberatkan langkahku, meskipun aku berusaha, bumipun semakin berat menahanku.


Lalu ketika dingin malam datang di depanku dan berkata :”Kenapa kau menyusahkan dirimu dengan tumpukan – tumpukan pemikiran ini. Hidup adalah sebuah gunung dan lembah, dan perbuatan adalah teriakan – teriakan yang akan bergema kembali kepada kita. Maka berteriaklah sebagaimana apa yang akan ingin kamu dengar. Janganlah terkungkum dengan kota mainan ini, semua ini adalah main – main. Lalu kenapa kau pertaruhkan seluruh waktumu hanya demi uang mainan di kota mainan ini?Raihlah uang realitas dimana itulah bayaran yang pantas untukmu. Engkau tidak dapat melihatnya di waktu siang hidup. Namun itu sangat berguna ketika malamnya. Engkau tidak akan pernah menduga tentang apa yang kau peroleh. Karena hidup menyuguhkan berbagai minuman kisah yang harus kau minum, jangan kau nikmati rasanya. Karena bila kau masih terpaku akan rasa, dan melihat perbedaan antara manis dan pahit, maka kau tidak akan bahagia. Semua itu adalah obat, Maniskah, ataupun pahit. Semua adalah rasa, dan rasa adalah milikNya sebagaimana engkaupun adalah kepunyaanNya. Masihkan kau mengeluh tentang hari, tentang siang, tentang petang? Masa adalah dalam genggamanNya. Mekanika hati juga kekuasaanNya. Fluida cinta akan mengalir semakin cepat jika kau semakin mengecilkan luas ke- akuanmu.”

Sesaat kemudian dingin malam pun pergi diganti dengan hangat pagi. Cerita – cerita akan dimulai dan kota mainan akan kembali ramai dikunjungin anak – anak yang bergembira dan tertawa dalam dunia mainan mereka, kelelahan dan pulang saat malam kembali menjelang dengan membawa setumpuk uang mainan. Begitulah hidup, dunia adalah kota mainan dan kita sedang bermain – main di siang kehidupan. Sampai malam kematian menyergap kita tiba – tiba. Apakah kita akan pulang kelelahan pada malam hari dengan aneka uang berwarna belaka?

 

Diinspirasikan oleh setitik kisah hidupku

Thanks to Maulana Jalaluddin Rumi

Tagged , , , , , ,

3 thoughts on “Eksistensi Aneh

  1. ni seh sebenere comment yg dipaksa oleh pemilik blog ini,,tapi gpp demi pertemanan yo PREn,,yup,,tak kukira, dalam dirimu d swtu “gebrakan” hati yg semoga n insyaallah bisa jdi tameng buat diri kita masing2 spy g terlene dgan “kota mainan” yg kau sebut utk dunia ni,,of course,,we don’t thinking taht we have just short live or longer live,,coz we only think that we’ve responsibility of what we didi here,,

    just that,,keep spirit pREn,,May ALLAH will gives us ‘good way’ until we meet HI< in hIS ‘arasy,, INSYAALLAH,, n_n

  2. oops,,afwan di atas byak yg salah ketik,,maklum g biasa,, n_n

    endingnya tuh,, may ALLAH will gives us the ‘good way’ until we meet HIM in HIS ‘arasy,,

    KEEP SPIRIT AND FIGHT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.