Terkadang kita memiliki suatu gagasan dan ide besar tentang sesuatu, namun itu tidak bisa dipahami oleh banyak orang bahkan sampai ditertawakan. Hal yang sama juga terjadi padai Wright Bersaudara, Marconi, dan juga pada H.S. Black ketika ia berusaha mempatenkan penguat umpan balik negatif pada tahun 1928. Namun gagasannya itu digolongkan sebagai sebuah kebodohan seperti halnya “gagasan gerak berkesinambungan”. Namun waktu telah menjawab semua tertawaan itu, ternyata penguat umpan balik negatif yang dipatenkan oleh H. S. Black merupakan salah satu gagasan yang paling berharga yang pernah ditemukan dalam bidang elektronika
Karena itu janganlah pernah ragu untuk mengemukakan gagasan cemerlang kita, jangan perdulikan seberapa orang skeptis terhadap hal itu, Saya pernah mendengar sebuah kata – kata bijak Kepala BATAN saat kuliah umum di auditorium beberapa waktu yang lalu. Beliau mengatakan
Untuk menjadi orang sukses kita harus melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin
Mendengarnya, membuat saya berpikir sejenak, mungkin kata – kata tersebut sama artinya dengan “imposible is nothing” Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, hanya kesungguhan dan niat serius kita pada hal tersebut dan atas pertolongan Allah tentunya. Karena Usaha Manusia yang banyak tidak akan ada artinya dibandingkan pertolongan Allah meskipun sedikit. Namun bagaimana mungkin Allah menolong kita, kalau seandainya kita sendiri saja tidak yakin kepada diri kita sendiri.
Saya pernah mendengar kata seorang ustadz dalam sebuah acara di televisi, bahwa ternyata partikel di alam semesta ini dengan izin Allah – tunduk kepada Hati Manusia. Mengapa? Karena memang manusia diciptakan di bumi sebagai Khalifah. Jadi apa yang akan kita peroleh kelak juga bergantung pada keyakinan hati kita tentang sesuatu itu. Lalu sang ustadzpun memberikan contohnya tentang seseorang yang sedang mencari kerja. Agar mendapatkan pekerjaannya, orang itu harus yakin dengan hatinya bahwa Allah akan benar- benar menolongnya, tidak perduli betapa mustahilnya itu menurut akal sehat manusia. Namun pada faktanya akal sehat bukanlah sesuatu yang selalu bisa dipercaya.
Ada kekuatan luar biasa di balik akal sehat yang mengendalikan semesta ini. Namun memang terkadang akal sehat inilah yang selalu membuat keragu-raguan dalam hati kita. Sehingga saat partikel di alam ini mulai membentuk komponen- komponen dari apa yang hati kita yakini tersebut (semisal lapangan pekerjaan), maka buru – buru akal sehat membantah “keyakinan hati” ini, sehingga menimbulkan keraguan – raguan.
Ah mana mungkin kamu bisa mendapatkan pekerjaan, pengangguran dimana – mana, sedangkan lapangan kerja pun sedikit
Itulah bantahan akal sehat kepada kita sehingga menimbulkan keraguan – raguan dalam diri, keragu – raguan ini menyebabkan partikel – partikel alam semesta – yang tadinya akan membentuk sebuah lapangan pekerjaan – (atas perintah hati kita) menghentikan proses pembentukan tersebut. Namun seandainya hati kita benar – benar yakin akan hal tersebut dapat kita peroleh. Maka Insya Allah apa yang kita inginkan tersebut dapat tercapai.
Mendengar itu membuat saya sejenak berpikir , seraya manggut -manggut. Ternyata hal tersebut memang benar adanya, bagaimana tidak benar. Orang disekeliling saya yang menjadi buktinya, dimana dengan keyakinan dan ijin Allah mereka bisa mendapatkan kesuksesan mereka.
Wah, saya menjadi ikut merasa disindir, karena sepertinya saya termasuk orang yang sering ragu – ragu, dan menurut ustadz, ragu – ragu itu pertanda lemahnya iman. “Aiih. berarti iman saya masih lemah ya?? Sepertinya ini pekerjaan rumah deh, yaitu memperbaiki iman dan menghilangkan keragu-raguan dalam hati. Mendengarnya jadi semangat 45 lagi 
hehe syukron akh ,,, blog nya menginspirasi…
oh ya lagi ribut ahmadiyah bih,,, kasih commeny akh ya klik disini
wah, betul2…..
100 untuk anda