Angin, saat ini ku tak ingin disini, bawaku berlari ke duniamu, terbang bersama awan – awan putih, menikmati kasihku di langit biru. ‘Ku telah lelah disini, penatku tiada menahan, sakitku tiada bertepi, perasaanku tertransformasi dalam tubuh dan raga yang hilang ini. Aku terkapar dalam kensunyian yang memekakan telingaku. Aku terserak dalam kemegahan zaman. Dan aku tertatih merangkak dalam jalan – jalan ini.
Kumohon sekarang ini bawalah aku bersamamu, meninggalkan sementara segala kekacauan ini, bawalah aku ke tempat dimana aku bisa bernafas, dimana aku diterima sebagai “seseorang”. Kumohon, hentikan waktu ini sejenak untukku, aku ingin sejenak membaringkan segala kelelahanku, segala kesakitanku, dan segala kelu dalam hatiku ini.
Aku hanyalah abu yang terbuang diantara kobaran api yang menyala membakar dunia, aku hanyalah partikel yang terhambur oleh momentum semesta. Aku hanya bisa menahan segala luka yang menggores dalam hatiku di malam gelap ini, sembari berharap akan datangnya fajar yang menjadi obat segala perih ini. Duhai Tuhanku, Engkaulah yang memegang seluruh isi hatiku, Tunjukkanlah dimana aku harus melangkah di jalanMu.