Aku menuliskan kata – kata ini dalam margin – margin pikiranku. Membuka semua rasa yang sempat tersimpan rapi, membuka semua pintu hati yang dulu terkunci, dan membongkar semua rahasia yang pernah tersembunyi dalam dada ini. Masih kudengarkan pelan, rintihan semak belukar yang tercabut dari akarnya. Menghembuskan kesedihan yang memenuhi seluruh relung dalam tulang rusukku. Masih kulihat pula, suara tangisan sepi…
Tedy dalam tulisan
Never stop learning, because life never stops teaching.