{"id":853,"date":"2010-04-15T16:04:18","date_gmt":"2010-04-15T09:04:18","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=853"},"modified":"2010-04-15T16:04:18","modified_gmt":"2010-04-15T09:04:18","slug":"pion-pion-lagi-yang-harus-jadi-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=853","title":{"rendered":"Pion &#8211; Pion (lagi) yang Harus Jadi Korban"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 285px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Detik.com\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/www.detiknews.com\/images\/content\/2010\/04\/14\/10\/priok-api-dlm.jpg?resize=285%2C194\" alt=\"Detik.com\" width=\"285\" height=\"194\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Detik.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malam itu usai kerusuhan, dua jasad yang ditemukan di sekitar Terminal Peti Kemas Pelindo IV diketahui sebagai personel Satpol PP DKI Jakarta bernama Soepono (40) dan Tajuddin (25)\u00a0\u00a0 ditemukan dengan kondisi tubuh mengenaskan dipenuhi puluhan luka bacok dan lemparan batu. Seragam dinas satpol PP juga masih melekat di tubuh mereka. Tubuh kedua pria tersebut dibiarkan tergeletak selama hampir empat jam. Tak ada warga yang mau mengevakuasi jenazah hingga menjelang malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Mereka adalah korban jiwa buntut dari kerusuhan priok 4 april 2010. Insiden dipicu ketika ribuan personel satpol PP unjuk kekuatan dengan peralatan lengkap. Seperti pada penertiban sebelumnya, petugas satpol PP tampil dengan peralatan lengkap seperti pentungan, tameng antihuru hara, dan helm pengaman.\u00a0 Sedianya mereka melakukan eksekusi atas lahan sengketa antara warga dengan PT Pelindo II yang mengkliam sebagai pemilik lahan. Beredar isu, kawasan makam Mbah Priok juga akan dieksekusi. Sempat terjadi negosiasi antara massa dengan petugas satpol PP. Namun kedua pihak tiba-tiba terlibat bentrok fisik dan perang batu di kawasan tersebut.\u00a0 Massa kemudian mundur ke dalam kawasan makam. Melihat jumlah massa yang terbilang kecil, petugas satpol PP mengejar hingga ke dalam.\u00a0 Namun dugaan tersebut meleset. Ribuan warga yang sudah dipersenjatai dengan berbagai jenis senjata tajam seperti samurai, golok, dan besi runcing sudah &#8220;mengepung&#8221; area makam.\u00a0 Petugas satpol PP yang sadar terjebak berusaha melarikan dari kawasan tersebut. Namun nahas belasan dari mereka sudah dikepung warga dan menjadi bulan-bulanan sehingga mengalami luka parah. setidaknya itulah kutipan dari <a href=\"http:\/\/www.tribun-timur.com\/read\/artikel\/95858\/Rakyat-Melawan-di-Priok\" target=\"_blank\">tribun timur<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlepas apa masalahnya dan apa yang\u00a0 memicu, saya hanya melihat bahwa mereka yang meninggal ini\u00a0 hanyalah eksekutor dalam melaksanakan suatu keputusan yang diambil oleh atasan mereka. Baginya perintah komandan adalah sesuatu yang harus dilaksanakan. Tidak peduli kebijakan tersebut membahayakan dirinya atau tidak. Mereka tidaklah\u00a0 lebih sekedar pion \u2013 pion di papan catur Negara ini, mereka\u00a0 tidak mungkin mundur apalagi kabur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lagi &#8211; lagi \u00a0orang \u2013 orang kecil seperti ini ,yang bergaji tidak seberapa &#8211; yang harus menjadi korban dari kebijakan para pemimpin mereka.\u00a0 Sudah berapa banyak dan harus berapa banyak lagi ita melihat ini semua. Lalu apa yang dilakukan para pejabat level atas menanggapi hal tersebut?<\/p>\n<blockquote style=\"text-align: justify;\"><p>&#8220;Kami meminta maaf kepada masyarakat,&#8221; ujarnya, Rabu (14\/4).<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitulah Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto meminta maaf atas insiden tersebut. Menurut <a href=\"http:\/\/suaramerdeka.com\/v1\/index.php\/read\/news\/2010\/04\/14\/51957\/Tragedi-Priok-Wakil-Gubernur-DKI-Jakarta-Minta-Maaf\" target=\"_blank\">Suara Merdeka Cyber News<\/a>,<\/p>\n<blockquote style=\"text-align: justify;\"><p>Prijanto menegaskan, sejak pukul 15.00 WIB segala kegiatan aparat keamanan sudah dihentikan.<\/p>\n<p>&#8220;Mengapa kemudian aparat masih ada di lapangan semata-mata karena mereka tidak bisa keluar,&#8221; tegasnya dengan nada tinggi.<\/p>\n<p>Wagub menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud menggusur makam Habib Mbah Priok. Pemerintah hanya akan menggusur bangunan di belakang kompleks makam seluas 300 meter persegi yang berdiri di atas lahan milik PT Pelindo.<\/p>\n<p>&#8220;Bekas makam itu akan direnovasi. Ini pun sudah dibicarakan dengan ahli waris dan keluarga,&#8221; tukasnya.<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika memang yang dikatakan Pak Wagub benar, lalu apa yang menyebabkan kerusuhan tersebut terjadi ? Sungguh tidaklah masuk akal, jika memang benar penertiban tersebut telah\u00a0 dibicarakan oleh para ahli waris, maka tidak mungkin ada kerusuhan semacam ini. Disini terdapat kontrakdiksi antara yang disebutkan dengan (informasi) yang masyarakat terima, ya wajar saja jika warga marah, Warga tidak akan merasa dizholimi hingga semarah ini.\u00a0 Lalu ujung &#8211; ujungnya yang harus mati adalah rakyat kecil juga, entah itu petugas satpol pp ataupun warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lain lagi\u00a0 terjadi di level kementrian. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berencana meninjau kembali fungsi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). menurutnya seperti di kutip <a href=\"http:\/\/www.korantempo.com\/korantempo\/koran\/2010\/04\/15\/headline\/krn.20100415.197125.id.html\" target=\"_blank\">Tempo<\/a><\/p>\n<blockquote style=\"text-align: justify;\"><p>Dia menegaskan, berdasarkan undang-undang, tugas Satpol PP adalah menjaga ketertiban dan ketenteraman serta melaksanakan peraturan dan keputusan kepala daerah. &#8220;Kami akan melihat tugas dan fungsi Satpol PP sesuai dengan Undang-Undang No. 32 (itu),&#8221; kata dia di Jakarta kemarin.<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dilakukan Mendagri menurut saya bukan pada tempatnya, karena sebenarnya bukanlah itu masalahnya. Kenapa sebuah institusi harus dipersalahkan? Kita tidak bisa langsung menyalahkan dan tiba &#8211; tiba mengajukan wacana evaluasi fungsi satpol pp.\u00a0 Satpol pp hanyalah sebuah alat yang digunakan oleh pemerintah daerah. Yang seharusnya dilakukan adalah mencari\u00a0 siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhuan ini. Karena yang terjadi adalah orang kecil\u00a0 yang meninggal dalam kejadian ini, entah itu dari Satpol PP ataupun warga.\u00a0 Bagaimanapun Kepala daerah dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lah yang harus bertanggung jawab atas tragedi ini. Kenapa Mendagri tidak serta merta memanggil mereka daripada repot &#8211; repot memberikan wacana evaluasi keberadaan satpol pp<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini sebenarnya hanyalah sebuah contoh kecil dimana selalu saja rakyat kecil yang menjadi korban kebijakan para pemimpin mereka. Semoga saja para pemimpin kita diberikan kecerahan hatinya, sehingga mampu melihat apa yang dikatakan rakyat kecil. Ada baiknya\u00a0 bila kita\u00a0 dengar\u00a0 kata seorang bijak<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemimpin yang dihargai adalah pemimpin yang terbuka terhadap gagasan, peka terhadap harga diri pengikutnya serta bijaksana dalam mengambil keputusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malam itu usai kerusuhan, dua jasad yang ditemukan di sekitar Terminal Peti Kemas Pelindo IV diketahui sebagai personel Satpol PP DKI Jakarta bernama Soepono (40) dan Tajuddin (25)\u00a0\u00a0 ditemukan dengan kondisi tubuh mengenaskan dipenuhi puluhan luka bacok dan lemparan batu. Seragam dinas satpol PP juga masih melekat di tubuh mereka. Tubuh kedua pria tersebut dibiarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,11],"tags":[211,227,258,391,438,492],"jetpack-related-posts":[{"id":281,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=281","url_meta":{"origin":853,"position":0},"title":"Semoga Saya Keliru..","date":"8 September 2008","format":false,"excerpt":"Ini adalah hari - hari pertama puasa, sambutan riuh rendah menyambut datangnya bulan sucipun begitu terasa.Tidak terkecuali di jagad hiburan, beramai - ramai para band dan penyanyi menerbitkan album relijiusnya. Artis yang dulunya berani tampil buka - bukaan sekarang berlaku agamis. Production House juga beramai - beramai melucurkan sinetron (yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3307,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3307","url_meta":{"origin":853,"position":1},"title":"Tukang Ojek, Nasibmu Kini","date":"2 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Akhir - akhir ini mulai marak mengenai pemberitaan konflik antara tukang ojek tradisional konvensional yang biasanya mangkal di gang - gang dan sudut - sudut perumahan, dengan tukang ojek pesanan online melalui aplikasi seperti Gojek dan Grabbike. Di beberapa sudut gang marak spanduk - spanduk provokatif yang melawan kehadiran ojek\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Mengapa-ojek-benci-gojek-grabbike.jpg?fit=620%2C354&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":127,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=127","url_meta":{"origin":853,"position":2},"title":"Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 1)","date":"9 Juni 2008","format":false,"excerpt":"Ketika saya berjalan - jalan keliling jogja dengan menggunakan TransJogja, saya menyempatkan berkunjung di toko buku Gramedia. Hal yang lain saya temui adalah di depan toko tersebut terdapat dua orang berbaju hijau mengaku dirinya dari greenpeace sedang sibuk membagikan brosur kepada pengunjung yang akan masuk gramedia. Sayapun menyempatkan melihat -\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/853"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=853"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/853\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}