{"id":803,"date":"2009-12-13T14:49:46","date_gmt":"2009-12-13T07:49:46","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=803"},"modified":"2009-12-13T14:49:46","modified_gmt":"2009-12-13T07:49:46","slug":"tidak-ada-yang-bisa-mengganti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=803","title":{"rendered":"Tidak Ada Yang Bisa Mengganti"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ketika awan &#8211; awan berkumpul &#8211; berpesta di tengah hiruk pikuk udara dingin kehidupan yang menusuk setiap sunsum. Ketika sang mentari tak mampu terlihat oleh debu padang pasir.\u00a0 Ketika itu, langit &#8211; langit berselimut membuat sebuah pertunjukan untuk setiap pemikiran dan ideologi. Malam &#8211; malam masih menjadi saksi sebuah kata, sebuah mimpi yang masih saja membuat setiap orang terjaga saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Ketika bumi mulai berputar, hidupun turut diputar meninmbulkan siang dan malam yang menerangi dan menggelapkan bumi. Itu semua adalah bagian dari sebuah Maha\u00a0 skenario yang sengaja diputar dalam sebuah MahaPanggung dimana kita semua adalah karakter &#8211; karakter fiksi yang hanya berpasrah melakukan yang terbaik apa yang telah direncanakan sang Maha Sutradara.<\/p>\n<p>Tak ada yang bisa mengganti semua yang telah terjadi dengan yang lain. Karena yang telah terjadi adalah yang terbaik yang harus kita jalani dan yang harus kita hadapi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika awan &#8211; awan berkumpul &#8211; berpesta di tengah hiruk pikuk udara dingin kehidupan yang menusuk setiap sunsum. Ketika sang mentari tak mampu terlihat oleh debu padang pasir.\u00a0 Ketika itu, langit &#8211; langit berselimut membuat sebuah pertunjukan untuk setiap pemikiran dan ideologi. Malam &#8211; malam masih menjadi saksi sebuah kata, sebuah mimpi yang masih saja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[71,187],"jetpack-related-posts":[{"id":21,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=21","url_meta":{"origin":803,"position":0},"title":"Eksistensi Aneh","date":"8 Januari 2008","format":false,"excerpt":"Ketika langit mulai temaram, ketika sang malam mulai memakai jubah hitamnya. Mereka mengeluh pada hati apa itu cinta??Hati menjawab Cinta tidak pernah mengeluh, tiada sakit, dia adalah di dalam mata yang basah dan di dalam jiwa yang tulus. Namun terlepas dari semua itu lidahku kelu kelam dan telinga tiada mengerti\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":2175,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2175","url_meta":{"origin":803,"position":1},"title":"Langit Ini Bukan Langit Malam Ini","date":"10 Januari 2014","format":false,"excerpt":"Malam adalah tempat melihat masa silam. Karena itu adalah satu kemungkinan bagi kita melihatnya. Ketika langit yang kita lihat sekarang, bukanlah langit malam ini. Begitupun bintang - bintang yang gemerlapan itu juga bukan bintang malam ini. Kita sedang menyaksikan Masa silam waktu, bahwa \u00a0langit ini adalah masa lalu sebuah peristiwa\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/ODk8hFh22C.jpg?fit=600%2C330&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":803,"position":2},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/803"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=803"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/803\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}