{"id":763,"date":"2009-11-01T17:05:01","date_gmt":"2009-11-01T10:05:01","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=763"},"modified":"2009-11-01T17:05:01","modified_gmt":"2009-11-01T10:05:01","slug":"reaksi-nuklir-vs-reaksi-kimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=763","title":{"rendered":"Reaksi Nuklir Vs Reaksi Kimia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?attachment_id=764\" rel=\"attachment wp-att-764\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"764\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=764\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?fit=320%2C318&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"320,318\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"D-t-fusion[1]\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?fit=300%2C298&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?fit=320%2C318&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-764\" title=\"D-t-fusion[1]\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?resize=151%2C149\" alt=\"D-t-fusion[1]\" width=\"151\" height=\"149\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?w=320&amp;ssl=1 320w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?resize=300%2C298&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?resize=100%2C100&amp;ssl=1 100w\" sizes=\"(max-width: 151px) 100vw, 151px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Reaksi inti sebagaimana jarang orang ketahui &#8211; sebenarnya berbeda dengan reaksi kimia. Dikarenakan reaksi tersebut terjadi pada tingkatan\u00a0 inti atom (nukleus) bukannya atom secara keseluruhan. Seperti yang pernah dibahas pada <a href=\"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/2009\/08\/12\/struktur-inti-atom\" target=\"_blank\">tulisan saya sebelumnya<\/a>, bahwa energi Kimia dan Energi Atom, sama \u2013 sama berasal dari atom, namun perbedaanya energi kimia yang dihasilkan dari tiap \u2013 tiap pembakaran sebuah batu bara dan minyak bumi \u2013 misalnya, akan menghasilkan penyusunan kembali (<em>rearrangement)<\/em> atom yang disebabkan oleh redistrisbusi elektron. Sedangkan di sisi lain, energi atom dihasilkan dari redistribusi partikel dengan inti atom (<em>atomic nuclei)<\/em>. Karena itulah untuk menghindari kerancuan sering digunakan istilah \u201cEnergi Nuklir\u201d daripada istilah energi atom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kondisi laboratorium yang sesuai, inti atom bisa dibuat dari inti atom yang lain terutama untuk unsur &#8211; unsur yang memiliki nomer atom yang paling kecil yakni inti hidrogen ( identik dengan proton), inti deuterium (deuterons) dan inti helium ( partikel alfa). Sebagaimana telah diketahui, Inti atom bisa berinteraksi dengan neutron, elektron dan sinar gamma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Namun pada temperatur biasa, laju reaksi nuklir &#8211; (yakni jumlah nukleus yang bereaksi pada waktu tertentu dalam volume tertentu) adalah sangat kecil dibandingkan laju reaksi kimia yang menghasilkan atom atau molekul.\u00a0 Mengapa hal tersebut terjadi? Ada dua alasan yang membuat mengapa hal tersebut terjadi :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasan pertama adalah ukuran nukleus yang kecil ( hanya berode 10<sup>12<\/sup> cm ) dibandingkan dengan ukuran atom atau molekul secara keseluruhan yang berode 10<sup>-7<\/sup> atau 10<sup>-8<\/sup>. Ini menyebabkan tumbukan nuklir yang terjadi memiliki laju yang lebih sedikit dibandingkan dengan tumbukan pada tingkat atomik atau molekuler. Namun, meskipun begitu, pada keadaan instimewa dimana nukleus dengan massa dan energi yang kecil bisa berlaku seolah &#8211; olah memiliki diameter yang mendekati ukuran\u00a0 diameter atom sehingga laju reaksi nuklir yang terjadi akan meningkat secara drastis diatas nilai biasa. Kondisi istimewa ini akan dibahas pada tulisan saya yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasan kedua yang bertanggung jawab menyebabkan\u00a0 laju yang relatif rendah dari interaksi inti dengan inti yang lainnya adalah adanya gaya coulomb yang bersifat saling tolak &#8211; menolak diantara inti yang disebabkan muatan positif pada inti. Energi tolakan tersebut adalah sebanding dengan (z<sub>1<\/sub> &#8211; z<sub>2<\/sub> )\/ R . dimana Z<sub>1<\/sub> dan Z<sub>2<\/sub> adalah muatan, yakni nomer atom dari dua inti yang berinteraksi dan R adalah jarak diantara 2 pusat inti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena\u00a0 inti satu harus mendekati inti lainnya dengan jarak 10<sup>12<\/sup> cm sebelum bisa berinteraksi,\u00a0 maka energi penolakan yang timbul &#8211; sesuai persamaan coulomb tersebut &#8211; akan sangat besar, khususnya\u00a0 pada inti atom dengan nomer atom yang tinggi. Dalam kasus inti dengan nomer atom kecil ( seperti H, He ), energi coulomb yang terjadi pada orde jutaan electron Volt, bayangkan energi\u00a0 Coulomb yang timbul pada inti atom dengan nomer atom yang besar (seperti uranim -235 misalnya).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disisi lain pada reaksi kimia, Energi yang dibutuhkan untuk mengijinkan interaksi medan elektronik adalah jarang mencapai lebih dari beberapa elektron Volt. Pada temperatur biasa\u00a0 probabilitas bahwa sepasang atom\/molekul yang bertubrukan akan memiliki sejumlah Energi kinetik\u00a0 dalam nilai jutaan eV adalah sangat kecil sekali. Oleh sebab itu, tidak hanya jumlah tumbukan diantara inti atomik lebih kecil diantara atom\/molekul yang bertubrukan di dalam kondisi yang sama, tapi probabilitas terjadinya interaksi dari tumbukan tersebut juga dinilai kecil.\u00a0 Sehingga tidaklah heran bahwa laju reaksi yang terjadi diantara inti atom adalah jauh lebih kecil daripada reaksi kimia di tingkat atom\/molekul<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Hikmah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah hikmah dapat kita ambil dari laju reaksi nuklir yang sangat kecil pada kondisi biasa ini. Seperti diketahui, semua organ dan jaringan\u00a0 tubuh, didalam bumi kita, seluruh atmosfer, semua benda hidup dan mati termasuk kita, terdiri dari atom &#8211; yang tentu memiliki inti &#8211; inti atom. Dua alasan yang telah saya kemuakakan diatas mencegah inti &#8211; inti atom tersebut untuk berinteaksi. Jika tidak\u00a0 demikian, maka bumi hanya akan menjadi bola langit tak berpenghuni di mana reaksi inti akan berjalan terus-menerus.\u00a0 Maha Suci Allah\u00a0 yang telah menciptakan inti atom lengkap dengan kekuatan dahsyat di dalamnya dan menjaga kekuatan ini terkendali secara menakjubkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Menciptakan Reaksi Nuklir ?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, lalu bagaimana cara agar sebuah reaksi nuklir dapat terjadi. Ada dua cara yang dapat dilakukan sehingga reaksi nuklir bisa memiliki laju reaksi yang lebih besar dari pada keadaan normalnya. Cara pertama adalah dengan meningkatkan temperatur hingga beberapa juta derajat Celcius sehingga interaksi inti akan mendapatkan energi kinetik yang cukup untuk mengatasi tolakan elektrostatik atau tembol Coulomb yang menghalangi interaksi tersebut. Proses ini dikenal dengan nama Reaksi Termonuklir yang dapat ditemui pada matahari, bintang. Reaksi ini merupakan sumber energi pada benda &#8211; benda angkasa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara kedua yang dapat dilakukan adalah dengan menembaki inti atom dengan material &#8211; material inti ringan (seperti proton, deuteron, atau partikel alfa ) yang telah dipercepat dengan menggunakan Cynclotron atau peralatan lain sehingga inti ringan tersebut mendapatkan Energi Kinetik pada hampiran jutaan elektron Volt. Reaksi ini juga bisa dilakukan dengan elektron yang secara tinggi dipercepat,\u00a0 sinar gamma, dan dan sinar X berenergi tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Referensi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>The Elements of Nuclear Reactor<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Reaksi inti sebagaimana jarang orang ketahui &#8211; sebenarnya berbeda dengan reaksi kimia. Dikarenakan reaksi tersebut terjadi pada tingkatan\u00a0 inti atom (nukleus) bukannya atom secara keseluruhan. Seperti yang pernah dibahas pada tulisan saya sebelumnya, bahwa energi Kimia dan Energi Atom, sama \u2013 sama berasal dari atom, namun perbedaanya energi kimia yang dihasilkan dari tiap \u2013 tiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":764,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[4,5,8,10],"tags":[30,49,68,103,185,186,205,362,463],"jetpack-related-posts":[{"id":578,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=578","url_meta":{"origin":763,"position":0},"title":"Struktur Inti Atom","date":"12 Agustus 2009","format":false,"excerpt":"Operasi sebuah Reaktor Nuklir sangat bergantung pada berbagai jenis dari interaksi antara neutron dengan inti atom. Untuk memahami karakteristik dari reaksi yang terjadi pada Reaktor Nuklir. maka yang paling mendasar kita akan bertanya apakah itu inti atom, dan bagaimana strukturnya? Sebuah atom terdiri dari nukleus yang bermuatan positif dan dikelilingi\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom.jpg?fit=309%2C330&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":42,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=42","url_meta":{"origin":763,"position":1},"title":"Nuklir, apa itu?","date":"19 Januari 2008","format":false,"excerpt":"Ngeri, dan takut. Itulah bayangan seseorang ketika mendengar kata \"Nuklir\". Kata - kata ini seakan - akan menjadi sebuah momok bagi masyarakat awam, setidaknya masyarakat awam di Indonesia. Ini wajar, mungkin disebabkan ketidaktahuan mereka dengan apa itu Nuklir? Ini tercermin dalam sebuat poling di sebuah situs, ternyata masih saja ada\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/01\/sanfranciscoglobawarming.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":975,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=975","url_meta":{"origin":763,"position":2},"title":"Energi Ikat Nuklir","date":"20 Juli 2010","format":false,"excerpt":"Tulisan ini adalah suplemen dari tulisan saya sebelumnya tentang Nuklir, apa dan kenapa? Kita akan bicara agak teknis disini, mengapa didalam inti menyimpan suatu energi yang luar biasa besar. Ini ada hubungannya dengan formula Albert Einstein yang paling terkenal tenntang kesetaraan Massa dan energi, formulasi tersebut menyebutkan bahwa E=m.c2 Dimana\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/07\/image002.jpg?fit=458%2C277&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/763"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=763"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/763\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/764"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}