{"id":716,"date":"2009-10-02T18:42:53","date_gmt":"2009-10-02T11:42:53","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=716"},"modified":"2009-10-02T18:42:53","modified_gmt":"2009-10-02T11:42:53","slug":"berterimakasih-kepada-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=716","title":{"rendered":"Berterimakasih Kepada Malaysia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?attachment_id=720\" rel=\"attachment wp-att-720\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"720\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=720\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/10\/indonesia.jpg?fit=400%2C300&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"400,300\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"indonesia\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/10\/indonesia.jpg?fit=300%2C225&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/10\/indonesia.jpg?fit=400%2C300&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-720\" title=\"indonesia\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2009\/10\/indonesia.jpg?resize=300%2C225\" alt=\"indonesia\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/10\/indonesia.jpg?w=400&amp;ssl=1 400w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/10\/indonesia.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Hari ini 2 Oktober 2009 berbeda dari biasanya,\u00a0 dalam rangka memperingati diakuinya batik sebagai warisan budaya dari Indonesia oleh UNESCO,\u00a0 setiap orang &#8211; tidak perduli tua muda, pria maupun wanita, mulai dari pegawai negeri ini hingga karyawan swasta mengenakan batik. Tidak biasa? ya, tidak biasa &#8211; karena kesan batik adalah pakaiannya orang &#8211; orang tua jaman dulu, pakaian\u00a0 yang hanya dikenakan ketika ada kondangan pernikahan atau hajatan. Dan jika ada yang paling sering mengenakan pakaian batik adalah tentu para Pegawai Negeri Sipil &#8211; itupun pada hari jum&#8217;at. Batik tenggelam hanyalah sebagai pakaian seremonial &#8211; dan lebih diperparah lagi\u00a0 oleh para kalangan muda yang malu dan gengsi untuk mengenakannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Bersyukur negara tetangga kita yang baik hati itu mengingatkan akan besarnya potensi budaya kita. Mereka sempat mengklaim dan berusaha mematenkan salah satu motif batik yang berasal dari Yogyakarta. Aksi negeri jiran ini membuat para anak muda sadar akan pentingnya budaya dan peradaban kita. Bahwa sesungguhnya kita tidak pernah kehilangan kebanggan sebagai sebuah bangsa. Mungkin kita saja yang menggadaikan kebanggan itu demi sebuah gengsi. Nasionalisme tidak lebih hanyalah tema yang diangkat setiap tujuh belasan agustus dan kemudian ditinggalkan. Nasionalisme\u00a0 hanyalah ada ketika bangsa lain mulai\u00a0 mengklaim budaya kita &#8211; namun jika tidak, kitapun kembali kepada kebiasaan egoisme masing &#8211; masing. Nasionalisme hanya ada dalam bentuk konfrontasi, tidak ada yang lain dari hal itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Marilah berterimakasih kepada negara jiran yang telah berbaik hati mengingatkan kita semua bahwa sebenarnya kita bukanlah bangsa yang miskin dan terbelakang. Kita adalah bangsa besar yang memiliki segala potensi dan budaya untuk bisa maju ke depan sebagai bangsa yang memimpin dan menentukan sejarah dunia. Tiada hal yang mustahil kala pemuda bergerak &#8211; Bung Karno dalam pidatonya mengatakan<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Berilah saya satu pemuda maka saya akan mengguncang Indonesia. Beri <\/em><em>Saya tiga pemuda dan saya akan mengguncang dunia.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benarlah, bahwa kita sebagai manusia haruslah saling ingat dan mengingatkan. Dan tentu Malaysia sebagai sebuah negara telah mengingatkan kita akan sebuah hal yang sering kita abaikan. Kini giliran kitalah yang mengingatkan kepada mereka (Malaysia) bahwa sebenarnya kita juga adalah bangsa yang besar dan berdaulat yang tidak bisa dipermainkan atau diganggu oleh negara manapun dan mari bersama menunjukkan pada dunia bahwa kita tidak hanya mampu menentukan sejarah Asia Tenggara namun\u00a0 bahkan sejarah dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">_________<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">*) gambar diambil dari<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">http:\/\/menteridesainindonesia.blogspot.com\/2009\/01\/24-rekor-dunia-yang-dimiliki-indonesia.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari ini 2 Oktober 2009 berbeda dari biasanya,\u00a0 dalam rangka memperingati diakuinya batik sebagai warisan budaya dari Indonesia oleh UNESCO,\u00a0 setiap orang &#8211; tidak perduli tua muda, pria maupun wanita, mulai dari pegawai negeri ini hingga karyawan swasta mengenakan batik. Tidak biasa? ya, tidak biasa &#8211; karena kesan batik adalah pakaiannya orang &#8211; orang tua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":720,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8,11],"tags":[60,254,304,351,575,595],"jetpack-related-posts":[{"id":3755,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3755","url_meta":{"origin":716,"position":0},"title":"Negeri Para Pegawai (Negeri)","date":"20 Juli 2017","format":false,"excerpt":"Sebuah pesan whatsapp masuk di nomer ponsel saya. Ah, ternyata isinya adalah chat dari seorang teman, yang membagikan informasi tentang \u00a0adanya pembukaan penerimaan pegawai negeri sipil yang kabar - kabarnya akan dibuka di bulan agustus nanti. Saya membalasnya langsung dengan \u00a0ucap terimakasih, meski \u00a0saya bukan salah satu orang yang berkeinginan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/j1.jpg?fit=1200%2C719&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3342,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3342","url_meta":{"origin":716,"position":1},"title":"Siapa Menghina Presiden","date":"15 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Pada 7 Desember 2006 silam,\u00a0Mahkamah Konstitusi melalui putusannya No. 013-022-\/PUU-IV\/2006\u00a0menyatakan mengabulkan seluruhnya permohonan Uji Materi terhadap beberapa pasal yang tergolong \u201cpenghinaan terhadap presiden\/kepala negara\u201d. Pasca-keputusan MK dengan tersebut, klausul \u201cpenghinaan presiden\u201d seperti pada pasal 134, 136bis, dan 137 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dianggap tidak berlaku lagi. Setelah sekian lama pasal\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/555dfb010423bdaa388b4567.jpeg?fit=500%2C334&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1122,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1122","url_meta":{"origin":716,"position":2},"title":"Hakikat Mudik?","date":"14 September 2010","format":false,"excerpt":"Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen tahunan yang memiliki nilai tidak hanya dari sisi relijius, namun juga dari sisi sosial, dan juga budaya. Salah satu fenomena menarik di hari lebaran adalah tradisi mudik. Mudik, bisa\u00a0 dibilang merupakan sebuah gerakan nasional (meskipun belum ada yang secara resmi mendeklarasikan gerakan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/gigibesar.files.wordpress.com\/2010\/09\/mudik7qa.jpg?w=350&h=200&crop=1","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/716"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=716"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/716\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}