{"id":71,"date":"2008-03-28T11:28:30","date_gmt":"2008-03-28T04:28:30","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=71"},"modified":"2008-03-28T11:28:30","modified_gmt":"2008-03-28T04:28:30","slug":"keluh-kesah-yang-tertahan-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=71","title":{"rendered":"Keluh Kesah Yang Tertahan II"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\">Keramaian ini masih membuatku sepi. Pandangan ini masih membuat hatiku luka. Disini hanya ada bayang &#8211; bayangku yang menemaniku. Tiada suara ataupun cahaya.<\/p>\n<p align=\"justify\"><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Engkau telah membius sel &#8211; sel di otakku, meracuni setiap partikel dalam molekul jiwaku, dan menjadi embun di setiap pagiku. Namun sekarang tiada lagi yang bisa kuperbuat. Mereka merampasmu dari padanganku, merenggut udara dari kerongkonganku dan menawarkan empedu yang dengan perlahan harus kuminum.<\/p>\n<p align=\"justify\">Aku hanya sekedar bintang &#8211; bintang malam yang terserak di puing -puing imperium. Berkilau memanggil &#8211; manggil sang kekasih malam yang hilang. Berenang di jagad raya malam sembari tersapu dan terinjak &#8211; injak peradaban.<\/p>\n<p align=\"justify\">Setiap tinta yang kutuliskan hanyalah buih di di samudera pasifik yang luas. Merasa kerdil diantaranya, dan tak akan pernah bisa menjelaskan keluh kesahku yang tertahan.<\/p>\n<p align=\"justify\">&nbsp;<\/p>\n<p align=\"justify\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keramaian ini masih membuatku sepi. Pandangan ini masih membuat hatiku luka. Disini hanya ada bayang &#8211; bayangku yang menemaniku. Tiada suara ataupun cahaya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6],"tags":[100,242,528],"jetpack-related-posts":[{"id":124,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=124","url_meta":{"origin":71,"position":0},"title":"Salam Untukmu","date":"2 Juni 2008","format":false,"excerpt":"Salam untuk engkau duhai gadis pujaan hati. Tiada detik yang kulewatkan melainkan selalu mengingatmu. Tiada mimpi dalam tidurku melainkan memimpikanmu. Tiada hari dalam hidupku melainkan mencintaimu. Sungguh mati, malam ini serasa kau disini, menemani sunyiku di tengah kebisingan dunia. Bercengkrama dan bermesra dalam dinginnya malam. Duhai gadis, jangan kau bunuh\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":101,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=101","url_meta":{"origin":71,"position":1},"title":"Mengertilah Aku","date":"26 April 2008","format":false,"excerpt":"Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti - hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang - ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini. Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":45,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=45","url_meta":{"origin":71,"position":2},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya","date":"12 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Hari ini langit begitu kelabu, seolah mengerti akan hati jiwa ini yang sedang kelu. Sedih hati, tidak terasa oleh makna. Udara malam ini laksana busur panah yang melepaskan anak panah dinginnya hingga menikam seluruh tulang-tulangku Meski engkau dekat, tetapi kenapa masih ada jarak hati diantara kita. Mencoba meraihmu, tapi kenapa\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}