{"id":69,"date":"2008-03-25T12:11:30","date_gmt":"2008-03-25T05:11:30","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=69"},"modified":"2008-03-25T12:11:30","modified_gmt":"2008-03-25T05:11:30","slug":"keluh-kesahku-yang-tertahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=69","title":{"rendered":"Keluh Kesahku Yang Tertahan"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\">Secara perlahan, aku melangkahkan jejakku dalam orbit hidup ini. Mencoba mengerti akan semua yang terjadi. Namun sekian lama aku mencoba, selama itu pula aku belum memahaminya. Segumpal kecil otak manusia tidak akan pernah cukup untuk bisa memahami tataran semacam ini.<\/p>\n<p align=\"justify\"><!--more-->Bagaimana aku harus bercerita kepadamu. Diriku sekarang sedang diliputi awan kelabu. Perasaaanku terdeferensial ke tingkat yang entah, aku tidak bisa memikirkannya lagi. Seluruh kata yang dimiliki jin dan manusia mungkin tidak akan mampu menggambarkan apa yang sedang melandaku sekarang ini. Apa yang kutulis hanyalah sebutir debu di gurun pasir sahara hati ini. Tidak akan pernah mampu menceritakan keluh kesahku yang tertahan<\/p>\n<div align=\"justify\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara perlahan, aku melangkahkan jejakku dalam orbit hidup ini. Mencoba mengerti akan semua yang terjadi. Namun sekian lama aku mencoba, selama itu pula aku belum memahaminya. Segumpal kecil otak manusia tidak akan pernah cukup untuk bisa memahami tataran semacam ini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6],"tags":[71,100,242,540],"jetpack-related-posts":[{"id":71,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=71","url_meta":{"origin":69,"position":0},"title":"Keluh Kesah Yang Tertahan II","date":"28 Maret 2008","format":false,"excerpt":"Keramaian ini masih membuatku sepi. Pandangan ini masih membuat hatiku luka. Disini hanya ada bayang - bayangku yang menemaniku. Tiada suara ataupun cahaya. Engkau telah membius sel - sel di otakku, meracuni setiap partikel dalam molekul jiwaku, dan menjadi embun di setiap pagiku. Namun sekarang tiada lagi yang bisa kuperbuat.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":269,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=269","url_meta":{"origin":69,"position":1},"title":"Maafkanku Selalu","date":"1 September 2008","format":false,"excerpt":"Maafkanku kali ini, karena tak bisa melupakan dirimu, meski hanya sesaat. Seluruh Nadiku serasa akan pecah bila aku merindukanmu. Engkau seakan masuk ke setiap sunsum tulangku dan meracuni setiap nafasku. Maafkan aku jika aku tak sanggup berucap padamu. Karena Sebagaimana Allah membuat jiwa - jiwa kita sebagai tawanan tubuh -\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":69,"position":2},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=69"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/69\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=69"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=69"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=69"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}