{"id":611,"date":"2009-08-18T20:52:02","date_gmt":"2009-08-18T13:52:02","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=611"},"modified":"2009-08-18T20:52:02","modified_gmt":"2009-08-18T13:52:02","slug":"hacker-bukan-sekedar-hacker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=611","title":{"rendered":"Hacker Bukan Sekedar Hacker"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>Jaksa penuntut umum federal AS mendakwa seorang mantan informan pemerintah dengan tuduhan membobol 130 juta kartu kredit. Ini adalah pembobolan kartu kredit dan debet terbesar di AS.<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/techno.okezone.com\/images-data\/content\/2009\/08\/18\/55\/248913\/xMbvlmcTxS.jpg?resize=220%2C220\" alt=\"\" width=\"220\" height=\"220\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Begitulah kutipan berita yang saya baca dari <a href=\"http:\/\/internasional.kompas.com\/read\/xml\/2009\/08\/18\/09132694%20\/hacker.jenius.bobol.130.juta.kartu.kredit\" target=\"_blank\">kompas.com<\/a> . Sang hacker yang dulu mantan seorang informan Secret Service AS telah membobol 13o juta kartu kredit berkat kejeniusannya dalam program komputer. Sedangkan dua tersangka lain asal Rusia yang tidak disebutkan namanya dikenai tuntutan berhubungan dengan pembobolan data milik lima perusahaan dari tahun 2006 hingga 2008.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketiganya kini dituntut atas kasus kerjasama dalam usaha mendapatkan akses komputer milik orang lain secara ilegal. Selain itu mereka juga dikenakan pasal berlapis karena kerjasama yang mereka lakukan selain memasuki dan merusak komputer korban, mereka pun kemudian melakukan perampokan secara online. Kini mereka mendapatkan menghadapi ancaman hukuman maksimal 35 tahun penjara dan denda dalam jumlah sangat besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Membaca berita ini, saya hanya bisa tersenyum. Mungkin di jaman dulu hal ini sulit sekali dibayangkan &#8211; atau bahkan bisa dikatakan mustahil, orang mampu merampok dengan jumlah miliaran rupiah hanya dengan menggunakan komputer PC dengan akses internet. Berita diatas tersebut menjadi buktinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana dengan indonesia? Indonesia pun tentu tidak mau kalah jago dengan negeri paman sam. Tercatat dalam peringkat dunia, bahwa indonesia menduduki peringkat 2 setelah ukraina dalam hal Cyber Crime. Saya <em>ngga<\/em> tahu apa yang menyebebkan Indonesia <em>kok <\/em>bisa menduduki peringkat setinggi itu. Apakah memang orang indonesia yang kreatif &#8211; kreatif ataukah polisinya yang ketinggalan? \ud83d\ude42<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jaman dulu orang harus menyiapkan, <em>celurit,<\/em> atau senjata api, untuk bisa merampok. Merampoknya pun penuh resiko, si perampok harus main kucing &#8211; kucingan dengan pak polisi jika tak ingin di-<em>dor<\/em>. Atau mungkin bisa mengambil strategi &#8220;main mata&#8221; dengan orang dalam seperti yang terjadi pada perampokan senilai 15 Milyar terhadap mobil PT. Cisco yang sedang mengantarkan uang milik BNI. Si perampok ternyata sebelumnya bersiasat dengan sopir mobil PT. Cisco tersebut. Kurang dari sebulan peristiwa tersebut, para pelakupun bisa ditanggkap oleh Kepolisian. Perampokan yang <em>so yesterday<\/em> tersebut mungkin lambat laun ditinggalkan dan diganti dengan perampokan Online yang <em>so today. <\/em>Menghadapi ini polisi pun juga harus <em>so today. <\/em>Janganlah sampai kalah dengan maling.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Waktu jaman rusuh &#8211; rusuhnya blok ambalat (sekarang mungkin masih rusuh <em>ya<\/em>??), hacker &#8211; hacker indonesia dan hacker &#8211; hacker malaysia-pun terlibat perang maya. Mereka berdua terlibat &#8220;baku tembak&#8221; di dunia maya, mendeface situs dan menuliskan pesan &#8211; pesan yang provokatif kepada lawan mereka. Walaupun hacker yang terjun perang belumlah hacker <em>elite <\/em>( mungkin yang <em>elite<\/em> baru turun belakangan- harap maklum jagoan<em>kan <\/em>keluarnya selalu belakangan \ud83d\ude06 ) , namun <em>bayangin<\/em> <em>aja<\/em> jika seluruh hacker di indonesia berhimpun dalam suatu kesatuan semacam Tentara Hacker Indonesia dan kemudian mereka benar &#8211; benar terlibat semacam perang maya yang tidak mustahil berdampak pada lumpuhnya akses internet kedua negara. Siapakah organisasi semacam PBB di dunia maya yang bakal<em> <\/em>mendamaikannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudahlah jika memang pusing, mungkin pikiran kita <em>aja <\/em>yang belum <em>nyampe<\/em> atau memang kita yang sudah <em>ketinggalan<\/em>. Yang pasti, menurut saya para hacker &#8211; hacker itu patut diberdayakan oleh pemerintah &#8211; jangan diberangus, mereka seharusnya di bina dan diarahkan sehingga tidak sembarang membobol kartu kredit orang lain. Tapi justru bisa membantu pemerintah, mengembalikan uang negara yang dicuri oleh para koruptor dengan membobol kartu kredit milik mereka \ud83d\ude08<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jaksa penuntut umum federal AS mendakwa seorang mantan informan pemerintah dengan tuduhan membobol 130 juta kartu kredit. Ini adalah pembobolan kartu kredit dan debet terbesar di AS. Begitulah kutipan berita yang saya baca dari kompas.com . Sang hacker yang dulu mantan seorang informan Secret Service AS telah membobol 13o juta kartu kredit berkat kejeniusannya dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[10,12],"tags":[35,101,172,199,304,424],"jetpack-related-posts":[{"id":2435,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2435","url_meta":{"origin":611,"position":0},"title":"Raspberry Pi, Komputer 'Sakti' Seukuran Kartu Sakti","date":"11 Desember 2014","format":false,"excerpt":"Tiga bulan kemarin saya membeli mainan baru secara online di Jakarta Notebook, namanya adalah Raspberry Pi. Raspberry? Seperti nama buah - buahan ya? Iya. Namun ini tidak ada kaitannya dengan toko buah, atau Roti Pie. Ini adalah mini komputer. Yups, komputer berukuran mini yang hanya seukuran kartu sakti Pak presiden.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20140605_133014.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":16,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=16","url_meta":{"origin":611,"position":1},"title":"What happened with virus...","date":"4 Januari 2008","format":false,"excerpt":"Hari ini seperti biasanya, saya menjalani rutinitas sebagai mahasiswa, yaitu masuk kuliah, seperti biasa pula setiap ada waktu senggang saya selalu nongol di laboratorium komputer untuk sekedar mengakses internet ataupun mengerjakan tugas - tugas yang bejibun banyaknya. Sistem operasi yang digunakan di kampus saya adalah IGOS seperti anjuran Menristek agar\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":241,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=241","url_meta":{"origin":611,"position":2},"title":"Ngalor - Ngidur Tentang Teknologi","date":"29 Agustus 2008","format":false,"excerpt":"Kemarin sore, saya iseng - iseng pergi ke warnet sebelah kosan, untuk sekedar browsing dan mencari informasi. Ketika saya sampai di depan wanet, terlihat banyak kendaraan yang terparkir di sana. \"Hm..Mungkin didalam penuh\" Gumamku dalam hati. Sayapun masuk dan menanyakan apakah ada komputer yang kosong. Sang wanita penjaga warnet melihat\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/611"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}