{"id":578,"date":"2009-08-12T11:49:06","date_gmt":"2009-08-12T04:49:06","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=578"},"modified":"2009-08-12T11:49:06","modified_gmt":"2009-08-12T04:49:06","slug":"struktur-inti-atom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=578","title":{"rendered":"Struktur Inti Atom"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"581\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=581\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom1.jpg?fit=309%2C330&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"309,330\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"atom\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom1.jpg?fit=281%2C300&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom1.jpg?fit=309%2C330&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-581\" title=\"atom\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2009\/08\/atom1.jpg?resize=280%2C300\" alt=\"atom\" width=\"280\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom1.jpg?w=309&amp;ssl=1 309w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom1.jpg?resize=281%2C300&amp;ssl=1 281w\" sizes=\"(max-width: 280px) 100vw, 280px\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Operasi sebuah Reaktor Nuklir sangat bergantung pada berbagai jenis dari interaksi antara neutron dengan inti atom. Untuk memahami karakteristik dari reaksi yang terjadi pada Reaktor Nuklir. maka yang paling mendasar kita akan bertanya apakah itu inti atom, dan bagaimana strukturnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah atom terdiri dari nukleus yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif. Sehingga atom secara keseluruhan bermuatan netral. Biasanya di dalam pembangkitan sebuah energi atom dalam reaktor, hanyalah energi yang berasal dari intilah yang diperhitungkan sedangkan energi yang berasal dari elektron diabaikan (Karena begitu kecilnya).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara singkat kita harus memahami apa yang disebut energi atom dan apakah perbedaannya dengan energi kimia, Energi Kimia dan Energi Atom, sama &#8211; sama berasal dari atom, namun perbedaanya energi kimia yang dihasilkan dari tiap &#8211; tiap pembakaran sebuah batu bara dan minyak bumi &#8211; misalnya, akan menghasilkan penyusunan kembali (<em>rearrangement)<\/em> atom yang disebabkan oleh redistrisbusi elektron. Sedangkan di sisi lain, energi atom dihasilkan dari redistribusi partikel dengan inti atom (<em>atomic nuclei)<\/em>. Karena itulah untuk menghindari kerancuan sering digunakan istilah &#8220;Energi Nuklir&#8221; daripada istilah energi atom.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inti Atom dibangun oleh dua jenis partikel utama yang masing &#8211; masing disebut dengan proton dan neutron. Karena proton dan neutron adalah unit penyusun dari sebuah inti, maka seringkali istilah proton dan neutron secara bersama &#8211; sama disebut dengan nukleon. Proton dan neutron bisa dihasilkan dalam keadaan bebas yakni di luar inti atom sehingga masing &#8211; masing sifat dari partikel tersebut dapat dipelajari<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proton yang bermuatan positif adalah identik dengan inti atom hidrogen yakni sebuah atom hidrogen tanpa elektron tunggalnya. Sehingga massa sebuah proton adalah sama dengan massa sebuah atom hidrogen dikurangi dengan massa sebuah elektron.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Massa atom Hidrogen : 1.00813 amu<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Massa Proton : 1.00758 amu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan neutron yang merupakan partikel dasar penting dalam hubungan dengan pembangkitan energi nuklir adalah bermuatan netral. Konsekuensinya netron tidak akan mengalami penolakan, seperti halnya partikel bermuatan (proton, elektron) ketika dari luar mencapai nukleus yang bermuatan positif. Massa neutron lebih besar daripada massa proton yakni<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Massa Neutron : 1.00897 amu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Operasi sebuah Reaktor Nuklir sangat bergantung pada berbagai jenis dari interaksi antara neutron dengan inti atom. Untuk memahami karakteristik dari reaksi yang terjadi pada Reaktor Nuklir. maka yang paling mendasar kita akan bertanya apakah itu inti atom, dan bagaimana strukturnya? Sebuah atom terdiri dari nukleus yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif. Sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[4,5,10],"tags":[48,249,356,360,361,362,441,463],"jetpack-related-posts":[{"id":763,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=763","url_meta":{"origin":578,"position":0},"title":"Reaksi Nuklir Vs Reaksi Kimia","date":"1 November 2009","format":false,"excerpt":"Reaksi inti sebagaimana jarang orang ketahui - sebenarnya berbeda dengan reaksi kimia. Dikarenakan reaksi tersebut terjadi pada tingkatan\u00a0 inti atom (nukleus) bukannya atom secara keseluruhan. Seperti yang pernah dibahas pada tulisan saya sebelumnya, bahwa energi Kimia dan Energi Atom, sama \u2013 sama berasal dari atom, namun perbedaanya energi kimia yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?fit=320%2C318&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":470,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=470","url_meta":{"origin":578,"position":1},"title":"Radioaktivitas - Positron","date":"24 Maret 2009","format":false,"excerpt":"Jika Perbandingan neutron terhadap proton terlalu rendah sedangkan emisi partikel alfa tidak begitu energitik, pada suatu kondisi tertentu suatu inti astabil akan mencapai stabil dengan memancarkan positron. Tetapi apakah itu positron? Positron merupakan suatu partikel beta bermuatan positif. Hampir tidak ada yang membedakannya dengan partikel beta ataupun dengan suatu elektron\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":846,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=846","url_meta":{"origin":578,"position":2},"title":"Radioaktivitas","date":"22 Maret 2010","format":false,"excerpt":"Isotop Radioaktif Sebagaimana yang diketahui pada tulisan saya sebelumnya bahwa ternyata isotop \u2013 isotop tidak stabil\u00a0 (atau inti tidak stabil) dapat ditemukan di alam. Dan yang menarik disini, bahwa ketidakstabilan inti - inti ini umumnya\u00a0 terjadi pada unsur \u2013 unsur yang memiliki massa atom terbesar seperti polonium, thorium, radium, dan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2010\/03\/300px-table_isotopes_en-svg1.png?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}