{"id":560,"date":"2009-08-06T11:36:12","date_gmt":"2009-08-06T04:36:12","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=560"},"modified":"2009-08-06T11:36:12","modified_gmt":"2009-08-06T04:36:12","slug":"bangsa-indonesiabangsa-pemimpin-jagad-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=560","title":{"rendered":"Bangsa Indonesia Yang Luar Biasa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"564\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=564\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?fit=900%2C600&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"900,600\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"bendera-indonesia\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?fit=708%2C472&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-564\" title=\"bendera-indonesia\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?resize=300%2C200\" alt=\"bendera-indonesia\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?w=900&amp;ssl=1 900w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/bendera-indonesia.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Benar &#8211; benar luar biasa negeri kita Indonesia ini, Negara dengan ribuan pulau , ribuan budaya, ribuan bahasa yang tersebar di negeri ini. Begitu kayanya negeri ini, hingga tidak akan habis kekayaannya meskipun dikeruk\u00a0 belanda\u00a0 selama 350 tahun hingga\u00a0 menjadikan negeri kincir angin itu menjadi sebuah negara terkaya waktu itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang-orang seluruh dunia tidak akan benar &#8211; benar paham siapa sesungguhnya Bangsa Indonesia itu. Mereka akan kaget setengah mati bahwa teryata bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak bisa dikalahkan. Mereka tidak pernah tahu bahwa bangsa Indonesia tidak hanya merupakan bangsa bibit unggul namun lebih dari itu, &#8211; dari konteks evolusi pemikiran, kebudayaan dan peradaban- bangsa kita adalah bangsa yang berada pada garda terdepan, <em>avant garde<\/em> <em>nation<\/em>, yang derap sejarahnya selalu saja berada beberapa langkah di depan bangsa-bangsa lain yang di muka bumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contoh, negeri inipun memiliki keunggulan luar biasa dalam menyerap berbagai budaya yang ada di dunia. Kita bisa melihat segalam macam mode pakaian dan budaya di dunia ada di indonesia, bangsa baratpun tidak akan mampu menyerap budaya indonesia dengan menggunakan kebaya di jalan &#8211; jalan misalnya. Namun di indonesia, pakaian dari negeri manapun dipakai disini. Musik apapun ada disini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Orang barat hanya bisa menyanyikan lagu &#8211; lagu barat, orang negro juga hanya bisa menyanyikan lagu &#8211; lagu negro, orang cina hanya bisa menyanyikan lagu &#8211; lagu cina. Orang Arab tidak akan bisa membawakan lagu Negro dan begitu sebaliknya. Tetapi, orang Indonesia mampu melantunkan lagu-lagu Arab, Negro, Barat, Cina dan lain-lain. Blues\u00a0 ,\u00a0 Rock. Apalagi lagu dangdut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang miskin\u00a0 yang ada di Indonesiapun\u00a0 jika ditilik masih mampu untuk berbuat sombong dan dengan penuh percaya diri mereka akan mengatakan<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Lho, sudah miskin kok <em>ndak<\/em> boleh sombong. Rugi dua kali dong!&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang yang tidak berpunya saja masih mampu untuk <em>nraktir<\/em>. Di negara manalagi hal tersebut terjadi jika tidak di indonesia?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita bisa melihat pula ratusan rongsokan motor, sampah elektronik, dan komputer\u00a0 yang diserahkan kepada orang Indonesia akan kembali berfungsi dan menjadi sesuatu yang baru, dalam waktu tidak kurang dari satu minggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sudut kewibawaan, bangsa mana di seluruh dunia yang mampu memiliki wibawa sebagaimana wibawa yang dimiliki bangsa indonesia?. Meskipun itu seorang\u00a0 profesor di London atau di manapun, mereka\u00a0 hanya memiliki kepintaran namun tidak mempunyai wibawa.\u00a0 Mereka hanya Pandai secara akademis, namun tidak\u00a0 berani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lain halnya dengan Orang Indonesia:\u00a0 meskipun tidak mempunyai pekerjaaan dan tidak pemah sekolah tapi galaknya setengah mati. Meskipun tidak memiliki uang\u00a0 namun berani untuk berkali &#8211; kali menikah. Namun sayang, justru karena wibawa ini kita menjadi malas untuk melakukan apa saja. Maka munculah istilah Bonek. Bonek tidak hanya ada di Surabaya melainkan di seluruh Indonesia. Semua orang Indonesia ber-<em>bondo nekat<\/em>. Apakah bukan bonek jika orang berani mencalonkan menjadi anggota DPRD, DPR atau bahkan Walikota, Gubernur, Presiden padahal\u00a0 dia tidak\u00a0 memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita harus mempelajari mengapa fenomena bonek bisa timbul di Indonesia. Apa Keistimewaannya dan apa keburukannya . Sebagai sebuah\u00a0 potensi, bonek tidak bisa dilawan dan karena itulah Surabaya digelari sebagai kota pahlawan.\u00a0 Mana ada yang berani perang dengan berbekal bambu runcing, jika bukan bonek. Kalau kita melihat secara positif, sesungguhnya bonek adalah bahasa Jawa dari kata <em>tawakkal<\/em>. Dan kita tahu bahwa <em>tawakkal<\/em>, beserta <em>jihad<\/em> dan <em>syahid<\/em>, adalah tiga senjata yang sangat ditakuti di manapun di dunia ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"565\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=565\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/tni1.jpg?fit=400%2C261&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"400,261\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"tni1\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/tni1.jpg?fit=300%2C196&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/tni1.jpg?fit=400%2C261&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-565\" title=\"tni1\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2009\/08\/tni1.jpg?resize=300%2C195\" alt=\"tni1\" width=\"300\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/tni1.jpg?w=400&amp;ssl=1 400w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/tni1.jpg?resize=300%2C196&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Tidak hanya Rakyat Sipil yang memiliki konsep tawakal dan berserah diri. Angkatan Perang kitapun juga memiliki konsep yang tidak jauh hebat. \u00a0 Mereka memiliki konsep rendah hati dan tawakal yang begitu membumi. Bisa dibayangkan untuk melindungi negara yang wilayahnya terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dengan Luas daratan\u00a0 1.922.570 km\u00b2 dan perairannya 3.257.483 km, Angkatan Perang kita hanyalah mendapatkan anggaran 3% dari total APBN. Angkatan Perang kita yakin dengan bermodalkan konsep tawakal maka bangsa kita mampu mengalahkan musuh . Ini terbukti sejak 56 tahun yang lalu bahwa bangsa indonesia mampu mengusir penjajah dari negeri ini dengan hanya bersenjatakan bambu runcing dan parang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini haruslah dimengerti, mengapa bangsa ini memiliki jumlah unit alutsista yang sedikit dibandingkan wilayah yang harus dilindungi\u00a0 karena bangsa Indonesa tidak akan pernah memilih suatu sikap sosial yang <em>gemedhe<\/em> ataupun <em>adigang adigung adiguna<\/em>. Kita tak akan pernah mau pamer keunggulan atau gagah &#8211; gagahankepada bangsa lain, dan disitulah letak keunggulan budaya kita. Kita tidak akan mencari kepuasan hidup dengan melalui sikap <em>ngendas-ngendasi<\/em> bangsa lain, seperti yang Amerika Serikat dan Sekutunya lakukan kepada negara &#8211; negara di Timur tengah. Karena itulah Departemen yang membidanginya dinamakan Departemen Pertahanan dan bukan Departmen Penyerangan \u00a0 Kita adalah bangsa yang memiliki kemuliaan batin karena sanggup memprakekkan budaya <em>andap aso<\/em>r, budaya rendah hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara Orang &#8211; orang di negeri lain begitu serius dan tegang dalam menjalani hidup ini,. Orang Indonesia sangat mudah tersenyum, ceria, tidak tegang, dan punya banyak cara untuk menertawakan keadaan, dan hal tersebut di satu sisi sangat menyehatkan jiwa mereka. Karena itulah bangsa Indonesia begitu tabah meskipun banyak musibah yang datang silih berganti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua sifat dan potensi bangsa Indonesia sangatlah positif dalam menyongsong masa depan negeri ini. Potensi bangsa Indonesia sangatlah besar untuk bisa tampil dalam panggung kepemimpinan dunia, asal saja kita mau dan serius dan mau mencari formulasi yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekali lagi kita simpulkan bahwa orang Indonesia memiliki budaya yang kuat, iman yang kuat, dan tawakkal yang tidak kalah kuat. Namun sayang kurang serius dalam berilmu, namun ini bukan berarti bodoh. Serius dalam berilmu bisa diartikan keinginan untuk mempelajari bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat dan begitu hebatnya\u00a0 hingga &#8211; hingga ketika menjadi malaikat pun pintar dan ketika menjadi jadi setan pun menjadi setan yang jagoan.Tak ayal Indonesia ini sebuah negeri yang kontraversial. Di lain pihak akan tampak sebuah negeri yang miskin dan dilanda krisis, Namun sungguh kita tidak bisa menemukan tingkat kemewahan hidup melebihi di dunia yang melebihi orang &#8211; orang Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serius dalam berilmu bisa juga berarti menyadari bahwa hanya bangsa yang besar yang\u00a0 mampu menerima ujian beruntun dan mampu merubah berbagai kejadian yang terjadi untuk menjadi kekuatan dalam rangka bersiap menyambut takdirnya\u00a0 Sebagai bangsa pemimpin jagad raya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benar &#8211; benar luar biasa negeri kita Indonesia ini, Negara dengan ribuan pulau , ribuan budaya, ribuan bahasa yang tersebar di negeri ini. Begitu kayanya negeri ini, hingga tidak akan habis kekayaannya meskipun dikeruk\u00a0 belanda\u00a0 selama 350 tahun hingga\u00a0 menjadikan negeri kincir angin itu menjadi sebuah negara terkaya waktu itu. Orang-orang seluruh dunia tidak akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":565,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8,11],"tags":[57,199,330,367,425,454],"jetpack-related-posts":[{"id":838,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=838","url_meta":{"origin":560,"position":0},"title":"Berita Baik dari Indonesia","date":"3 Maret 2010","format":false,"excerpt":"Apa yang anda pikirkan dari Indonesia? Negeri yang penuh korupsi, bencana alam tiada henti, terorisme, gubug reyot di pinggir sungai dengan anak \u2013 anak kurang gizi dan busung lapar? Sehingga anda beranggapan bahwa mungkin tak ada sesuatu yang membuat anda bangga sebagai\u00a0 bangsa Indonesia. Semua berita entah media elektronik ataupun\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2010\/03\/image002.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":285,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=285","url_meta":{"origin":560,"position":1},"title":"Bangsa Indonesia: Bangsa Pemimpin Dunia!!","date":"10 September 2008","format":false,"excerpt":"Sungguh, seharusnya kita bangga karena bangsa kita merupakan bangsa yang besar yang memiliki jiwa besar dan rendah hati yang tidak mampu di miliki bangsa - bangsa lain di dunia. Bangsa kita tidak hanya bangsa pilihan yang unggul, namun lebih dari itu - dari konteks pemikiran, bangsa kita adalah bangsa terdepan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/09\/indonesia_by_pistonbroke.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2564,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2564","url_meta":{"origin":560,"position":2},"title":"Negeri \"Tinggal Landas\" Republik Indonesia","date":"29 Maret 2015","format":false,"excerpt":"Pelaut yang handal tidak dilahirkan di laut dengan ombak yang tenang, namun di samudera yang penuh dengan gelombang. Inilah pepatah yang benar - benar dipegang oleh pemerintahan negeri ini. Mereka, para penentu keputusan, benar - benar paham, bahwa keadaan yang adem ayem layaknya negeri uttara kuru dalam kitab Mahabarata, tidak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?fit=1200%2C849&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/560"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=560"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/560\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}