{"id":496,"date":"2009-04-16T12:10:59","date_gmt":"2009-04-16T05:10:59","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=496"},"modified":"2009-04-16T12:10:59","modified_gmt":"2009-04-16T05:10:59","slug":"jiwa-akal-tangis-senyum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=496","title":{"rendered":"Jiwa, akal, tangis, senyum.."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Aku telah lupa berapa kali ku menjadi saksi siklus peredaran matahari. Akupun tak teringat berapa kali aku menjadi saksi akan pergantian musim. Akupun juga belum mengerti meskipun jagad arcapada telah berulang kali melakonkan berbagi epik drama kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jiwa, akal, tangis, senyum. Semua variable ini membelengguku dalam semua kungkungan penjara yang sempit. Ketikaku tengok masa lalu, kumelihat hitam putih hidup yang telah kujalani, semuanya hanyalah pahit dan manis, sedih dan bahagia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Namun sesaat kemudian, ku mendengar suara &#8211; suara yang telah lama hilang teranihilasi oleh pesta zaman. Dia mengatakan kepadaku dengan lembut bahwa kehidupan manusia tak akan pernah benar &#8211; benar bahagia selama mereka terikat dengan perbedaan, memandang satu hal lebih baik ataupun sebaliknya. Warna &#8211; warna hanyalah menjadi warna ketika cahaya hadir padanya. Begitupula kehidupan hanya akan ada ketika sang Khalik memancarkan cahayaNya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitulah hidup. Aku juga bukanlah malaikat yang harus selalu tampak putih, namun tentu aku tiada pernah ingin untuk terlukis hitam lagi. Biarkan hidup ini berjalan apa adanya, Dan biarkan aku menjalani hidup yang telah ditakdirkan Tuhan untukku<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku telah lupa berapa kali ku menjadi saksi siklus peredaran matahari. Akupun tak teringat berapa kali aku menjadi saksi akan pergantian musim. Akupun juga belum mengerti meskipun jagad arcapada telah berulang kali melakonkan berbagi epik drama kehidupan. Jiwa, akal, tangis, senyum. Semua variable ini membelengguku dalam semua kungkungan penjara yang sempit. Ketikaku tengok masa lalu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8],"tags":[100,187,242,336,469],"jetpack-related-posts":[{"id":2327,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2327","url_meta":{"origin":496,"position":0},"title":"Dua Puluh  Delapan","date":"17 April 2014","format":false,"excerpt":"Dua puluh delapan kali ku saksikan siklus matahari, namun belum kutemukan apa yang dibicarakan \u00a0cahaya pada pagi. Masih belum sanggup kudengar suara -suara sejati Dua puluh delapan kali kukelilingi matahari, \u00a0namun yang masih mampu kuhitung hanya waktu.\u00a0Kuhitung hari, kuhitung minggu, kuhitung bulan, kuhitung tahun, kuhitung windu, kuhitung abad, kuhitung jaman.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":901,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=901","url_meta":{"origin":496,"position":1},"title":"Aku Tidak Tahu..","date":"18 Mei 2010","format":false,"excerpt":"Aku tidak tahu apakah diriku pembahagia ataukah penderita. Akupun tidak pernah mengerti apakah sebagai malaikat ataukah iblis. Rahasia selalu tersembunyi dibalik setiap malam yang mengerti benar arti semua rindu serta semua mimpi. Begitupula dengan kegundahan atau kesedihan, aku tak pernah berharap itu dikarenakanku. Dan mengenai tangis, aku serta merta tidak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/alone.jpg?fit=500%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1572,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1572","url_meta":{"origin":496,"position":2},"title":"Catatan Tepi","date":"22 Januari 2012","format":false,"excerpt":"Malam ini, seperti biasa, antara aku, bayanganku dan sunyiku, bercengkrama di tepian panjang hidup. Kami perbincangkani setiap baris hingga setiap karakter masa. Sementara di luar rintik hujan begitu sibuk mengirimkan pesan \u2013 pesan pada tiap perindu yang sedang dibalut keriuh-rendahan rasa pada hatinya. Mengetikkan karakter per karakter menjadi teramat sulit,\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/496"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/496\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}