{"id":478,"date":"2009-03-12T09:06:02","date_gmt":"2009-03-12T02:06:02","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=478"},"modified":"2009-03-12T09:06:02","modified_gmt":"2009-03-12T02:06:02","slug":"bagaimana-jadinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=478","title":{"rendered":"Bagaimana Jadinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana jadinya jika kita terlahir tanpa mata dan telinga? Tiada bisa melihat cahaya ataupun mendengar segala alunan nada. Tiada lagi warna &#8211; warna yang terlihat ataupun kicauan burung dan suara gemericik air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana jadinya jika kita terlahir tanpa tangan dan kaki. Tiada mampu berjalan meskipun selangkah ataupun menyentuh apa yang ada di depan mata<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more-->Sanggupkah kita jika selalu dihiraukan dan dikucilkan? Selalu\u00a0 terpinggirkan dan tak pernah terpikirkan orang dalam semesta arcapada. Tiada mampu menikmati apa yang semua orang selalu rasakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berulangkali aku mencoba mengingatkanmu akan hal ini. Namun berapa kali pula engkau menghiraukannya. Semua yang engkau rasakan, sentuh, dengar dan lihat adalah nikmat tak terhingga dari Yang Maha Kuasa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana jadinya jika kita terlahir tanpa mata dan telinga? Tiada bisa melihat cahaya ataupun mendengar segala alunan nada. Tiada lagi warna &#8211; warna yang terlihat ataupun kicauan burung dan suara gemericik air. Bagaimana jadinya jika kita terlahir tanpa tangan dan kaki. Tiada mampu berjalan meskipun selangkah ataupun menyentuh apa yang ada di depan mata<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8],"tags":[],"jetpack-related-posts":[{"id":2992,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2992","url_meta":{"origin":478,"position":0},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 9)","date":"6 Mei 2015","format":false,"excerpt":"\"Begitu ya?\" Sahut Kiran. \"Memang, waktu tak bisa dihentikan. Semuanya\u00a0akan berubah, kita tidak akan bisa mempertahankan kenangan lalu untuk bisa menjadi kenyataan hari ini. Sejarah memang bisa saja berulang. Tapi waktu tidak pernah berputar. Senja hari ini akan selalu saja berbeda dengan senja kemarin, dan akan berlainan di esok hari.\"\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Novel\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/wpid-img_20150419_2218281.jpg?fit=599%2C590&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":101,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=101","url_meta":{"origin":478,"position":1},"title":"Mengertilah Aku","date":"26 April 2008","format":false,"excerpt":"Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti - hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang - ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini. Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":478,"position":2},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/478"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=478"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/478\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}