{"id":3900,"date":"2017-10-10T14:26:40","date_gmt":"2017-10-10T06:26:40","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3900"},"modified":"2017-10-10T14:31:04","modified_gmt":"2017-10-10T06:31:04","slug":"jangan-bersumpah-lagi-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3900","title":{"rendered":"Jangan Bersumpah (Lagi) Pemuda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Di mata media massa, juga media sosial. Setiap bulan akan memiliki tema yang siap untuk selalu diulang &#8211; ulang. Setelah ramai pembicaran komunis di bulan september. Kini beranjak ke bulan oktober dengan topik yang berbeda. Meskipun pembicaraan yang diulang &#8211; ulang itu tidak pernah tuntas untuk dibahas. Kebanyakan karena memang niatnya bukan untuk mempelajari, tapi hanya menjual berita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunisme misalnya, sampai sekarang pembicaraan mengenainya hanya melulu berkaitan dengan stigma G30S, pengkhianatan, anti pancasila, atheisme. Tanpa memiliki kerendahatian untuk belajar mengenai istilah &#8211; istilah yang tadi dibicarakan. Sebuah logika sederhana kadang begitu susah dicerna. Adakah perbedaan antara Komunisme dengan PKI. Partai Murba, juga berideologi kiri (baca:komunis), namun pada akhirnya dibubarkan Soekarno karena tuduhan menerima dana dari CIA.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika sulit, mari coba diambil analogi yang mirip,\u00a0 adakah perbedaan antara Islam dan PKS? Atau Islam dengan HTI? Tentu berbeda, bukan? Lantas mengapa,\u00a0 jika semisal benar PKI yang menjadi otak dari G30S. Haruskah komunisme yang ikut menjadi kambing hitam? Sebagaimana jika DI\/TII yang diberantas, apakah lalu\u00a0 islam yang diberantas. Sederhana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunisme hanyalah ideologi yang digunakan oleh PKI, itu berarti PKI tidak sama dan sebangun dengan komunisme. PKI adalah tafsir implementatif dari Komunisme. Sebagaimana Islam yang merupakan ideologi yang juga digunakan oleh PKS, PKB, HTI, dan partai islam lainnya. Maka akan menjadi tidak adil, jika semisal HTI\u00a0 dibubarkan karena dugaan ingin mendirikan &#8220;negara khilafah&#8221; lantas Islam yang juga turut dipersalahkan. Padahal khilafah versi HTI tentu berbeda dengan versi NU, Muhamadiyah atau organisasi islam yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah perbedaan antara marxisme, komunisme, leninisme, stalinisme,\u00a0 Maoisme, Juche, hingga komunisme pink &#8211; sosialisme? Jika belum bisa menjawab semua istilah ini, sebaiknya mari hentikan tuduh menuduh itu.\u00a0<em>yuk<\/em>\u00a0duduk sama &#8211; sama penuh kerendah hatian untuk belajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atau jika mau sedikit\u00a0 melihat spektrum yang lebih luas lagi. Mari kita pertanyakan, adakah ini terkait dengan kondisi perang dingin yang terjadi waktu itu. Tarik menarik antara komunisme internasional yang berpusat di Uni Soviet dengan liberalisme-nya Amerika Serikat? Dimana indonesia pada akhirnya tertarik pada poros perebutan ideologi itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi susahnya di negeri ini, hanya berusaha ingin berposisi netral, dan niatan baik untuk belajar serta menjaga akal sehat, sudah rentan dengan stempel <em>antek<\/em> komunis. Ketika pusat komunisme di Uni Soviet sudah runtuh, di sini, masih sibuk dengan isu kebangkitannya. Padahal mereka sendiri tidak paham benar apa itu yang dimaksud komunis. Jika disebutnya komunisme itu atheis, maka mengapa tidak diteruskan <em>thesis<\/em> itu kepada kapitalisme dimana manusia tidak lebih dianggap sebagai sumber daya,\u00a0<em>human resources,<\/em>\u00a0 bukan sebagai\u00a0<em>human being,\u00a0<\/em>atau lebih jauh lagi sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Bukankah itu juga bentuk atheisme?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka ketika sampai di bulan Oktober,\u00a0 Bulan sumpah pemuda. Beberapa jurnalis televisi, akan datang kepada para mahasiswa hingga pejabat negeri ini lalu menanyakan, apakah mereka hafal atau tidak dengan teks sumpah pemuda. Jika tidak, maka stempel tidak nasionalis akan otomatis berada di jidat mereka. Dan bersiaplah menjadi incaran\u00a0<em>bullying\u00a0<\/em>media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah wacana kecaman terhadap dunia pendidikan yang berbasis hafalan. Maka sungguh aneh, justru televisi mengkampanyekan sesuatu yang usang, yang masyarakat menyikapinya tanpa rasa prihatin sama sekali &#8211; menjadikan hafal atau tidaknya sebuah teks sebagai indikasi\u00a0 satu &#8211; satunya nasionalisme seseorang. Hal Itu ibarat dengan memberikan kelulusan mata pelajaran agama bab sholat dengan indikasi hafal tidaknya si murid dengan gerak dan bacaan sholat. Masalah apakah si murid itu sholat atau tidak, dan apakah sholatnya berakibat pada akhlak dia atau tidak, itu lain soal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal Setiap sholat, selalu\u00a0 diucapkan<\/p>\n<blockquote><p><em>\u00a0inna sholati wanusuki\u00a0wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya kepada Allah\u00a0 kita persembakan sholat, ibadah, hidup, dan mati. Lantas apakah selama ini kita benar-benar mengaplikasikan ikrar ini. Bukankah selama ini, kita sering mempersembahkan hidup kita kepada segala sesuatu selain Tuhan. Harta, jabatan, karir pribadi, mercy, untung -rugi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya hanya ingin membatin melalui tulisan ini, <em>duh<\/em> pemuda, berhentilah bersumpah, jika itu tidak dipahami dengan benar. Daripada itu membebani di akhirat kelak. Sudah berapa banyak sumpah diucapkan, dan berapa yang benar &#8211; benar dipahami. Lalu, dari sekian yang telah dipahami, seberapa besar yang benar &#8211; benar sungguh dijalani. Itu juga kalau kita percaya Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di mata media massa, juga media sosial. Setiap bulan akan memiliki tema yang siap untuk selalu diulang &#8211; ulang. Setelah ramai pembicaran komunis di bulan september. Kini beranjak ke bulan oktober dengan topik yang berbeda. Meskipun pembicaraan yang diulang &#8211; ulang itu tidak pernah tuntas untuk dibahas. Kebanyakan karena memang niatnya bukan untuk mempelajari, tapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[613,207,612,506],"jetpack-related-posts":[{"id":3351,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3351","url_meta":{"origin":3900,"position":0},"title":"Bacalah!","date":"25 Oktober 2015","format":false,"excerpt":"Sudah lebih dari satu bulan ini saya mendapat\u00a0assignment\u00a0untuk membantu mengerjakan sebuah project\u00a0bersama anggota tim yang lain di salah satu\u00a0bank nasional yang berlokasi di SCBD Jakarta. Tentu ini berarti mengubah sedikit banyak waktu kerja saya. Hampir tiap hari saya harus bolak balik Tangerang jakarta, bergelut dengan udara ibukota dan segala kemacetannya.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3911,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3911","url_meta":{"origin":3900,"position":1},"title":"Sumpah Pemuda Inlanders","date":"12 Oktober 2017","format":false,"excerpt":"Sudah 72 Tahun indonesia merdeka. Bebas menentukan nasibnya sendiri. Setara di dalam pergaulan internasional. Hidup berbhineka sudah lama\u00a0dilakoni\u00a0bangsa indonesia tanpa ada masalah yang berarti. Dalam sumpah pemuda kita semua berjanji bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjujung tinggi bahasa\u00a0 yang satu. Meskipun isu rasialisme tiba - tiba mengemuka akhir -\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3436,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3436","url_meta":{"origin":3900,"position":2},"title":"Tulisan Minggu Malam","date":"27 Maret 2016","format":false,"excerpt":"Sudah sekitar satu\u00a0bulan saya tidak mengisi blog ini. Sebenarnya saya masih aktif blogging, namun di blog sebelah, elektronika.ruangtedy.net. Agak menyusahkan memang mempunyai banyak blog. Agak? \u00a0Susah banget kali ya. Ya, mungkin pas awal bikin banyak blog dalam kondisi masih kuliah, alias kurang kerjaan. Dan kini berhubung sudah banyak kerjaan. ya\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3900"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3900"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3900\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3906,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3900\/revisions\/3906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}