{"id":3870,"date":"2017-10-05T17:38:37","date_gmt":"2017-10-05T09:38:37","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3870"},"modified":"2017-10-05T17:48:02","modified_gmt":"2017-10-05T09:48:02","slug":"bertahan-hidup-dengan-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3870","title":{"rendered":"Bertahan Hidup dengan Kopi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sudah menjadi kebiasaan saya di setiap pagi untuk menyeduh beberapa ratus mililiter kopi lalu mengisinya ke dalam wadah<em> travel pres<\/em> &#8211; semacam termos, khusus kopi dan teh yang dilengkapi alat untuk menekan ampas agar tidak ikut terminum saat dinikmati. Dulu, sebelum saya pindah kantor, saya membuatnya di kantor, namun karena sekarang saya lebih sering bekerja di tempat klien\u00a0<em>which is,\u00a0<\/em> dispensernya tidak cukup panas untuk menyeduh minuman. Membawa teko listrik sendiri jelas tidak masuk akal. Lha emangnya kantornya <em>mbahmu<\/em>? Nanti jika ada preseden boleh bawa teko sendiri, lama &#8211; lama boleh bawa rice cooker, kompor listrik, pemanggang roti..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3871\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=3871\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?fit=1040%2C584&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"1040,584\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?fit=300%2C168&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?fit=708%2C398&amp;ssl=1\" class=\"aligncenter wp-image-3871 size-large\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?resize=708%2C398\" alt=\"\" width=\"708\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?resize=1024%2C575&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?resize=300%2C168&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?resize=768%2C431&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/025c347f-2e4e-4aec-92e7-da0724c78cdc.jpg?w=1040&amp;ssl=1 1040w\" sizes=\"(max-width: 708px) 100vw, 708px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak alasan orang untuk minum kopi, namun bagi saya dia berguna menemani segala sesuatu yang bersifat intelektual. Entah itu namanya\u00a0 c<em>oding, <\/em>membaca buku<em>,\u00a0\u00a0<\/em>berdiskusi, masalah politik, ekonomi dan<em> tetek bengek<\/em>nya, hingga ketika belajar guna menempuh ujian. <em>Ngga nyambung kan ya\u00a0<\/em>rasanya, ketika diskusi masalah negara, namun teman minumnya adalah jus buah. Ya tapi\u00a0<em>kan\u00a0<\/em> itu relatif, anda <em>tetep<\/em> bisa minum kopi untuk suasana apa saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akhir &#8211; akhir ini memang kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. penjaja kopi mulai menjamur di sepanjang jalan. Mulai dari kafe ala starbucks, hingga penjual kopi keliling yang berkendara sepeda<em>.\u00a0<\/em>Kopi adalah minuman sejuta umat. Tak perduli pria wanita,\u00a0miskin atau kaya semua minum kopi.\u00a0Meski, <em>tetep <\/em>saja, masih ada beberapa orang\u00a0<em>nggak\u00a0<\/em>suka minuman hitam ini karena memang lambungnya yang\u00a0<em>nggak\u00a0<\/em>kuat dengan kadar asamnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apapun itu. Bagi saya, menyesap kopi, adalah merasakan pahitnya. Kopi tak akan pernah bisa benar &#8211; benar manis. Karena yang manis bukanlah kopi, melainkan gula. Itulah yang mengherankan saya, ternyata kita begitu bisa berdamai dengan rasa pahit, bahkan menggemarinya. Bisa jadi ini anomali. Normalnya\u00a0<em>kan<\/em> orang suka <em>ya<\/em> yang manis- manis: makanan manis, minuman manis, sampai gadis manis.\u00a0<em>eh.<\/em>\u00a0Itulah mengapa banyak minuman manis membanjiri pasar. Coba tengok di minimarket, lalu hitung, berapa jumlah minuman manis yang dijual. Tapi meskipun begitu, <em>toh<\/em> kopi masih memiliki penggemarnya sendiri. Kopi tidak harus menjadi manis untuk disukai. Kopi cukup menjadi kopi seperti adanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rasa manis selalu identik dengan kebahagiaan, dan pahit selalu dikonotasikan dengan kesedihan. Tapi <em>toh<\/em>, orang masih bisa berbahagia kala minum kopi. Bahwa toh rasa pahit tidak begitu buruk seperti yang disangka banyak orang. Ataukah mungkin kita telah salah paham dengan kehidupan. Manis pahit ternyata bukan ukuran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu juga mengapa lagu &#8211; lagu dengan tema patah hati, banyak digemari. Mungkin lagu itu satu frekuensi dengan apa yang sedang kita alami. <em>Saking<\/em> cocoknya, lagu itu diputar terus &#8211; terusan. Patah hati yang begitu pahit ternyata juga bisa dinikmati dan juga dirayakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kopi ternyata tidak sekedar minuman. Menyesap kopi dan pahitnya adalah cara manusia berteman dengan hidup. Lengkap dengan kegembiraan, kesedihan dan keterpisahannya. Boleh jadi kita\u00a0 gagal lepas dari kenangan akan keterpisahan. Yang kita lakukan hanyalah\u00a0berusaha bertahan hidup, layaknya kita yang menyesap kopi untuk menahan kantuk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah menjadi kebiasaan saya di setiap pagi untuk menyeduh beberapa ratus mililiter kopi lalu mengisinya ke dalam wadah travel pres &#8211; semacam termos, khusus kopi dan teh yang dilengkapi alat untuk menekan ampas agar tidak ikut terminum saat dinikmati. Dulu, sebelum saya pindah kantor, saya membuatnya di kantor, namun karena sekarang saya lebih sering bekerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3871,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[257],"jetpack-related-posts":[{"id":70,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=70","url_meta":{"origin":3870,"position":0},"title":"Minggu Pretes","date":"27 Maret 2008","format":false,"excerpt":"Minggu pretes, itulah julukan yang tepat untuk hari - hari dalam seminggu ini. Betapa tidak setidaknya ada 3 pretes praktikum yang harus saya dan teman - teman hadapi. Jadi untuk itu saya harus belajar lebih keras lagi. Ngantuk dan letih itulah yang saya rasakan kemarin. Bayangkan saja, hari minggu saya\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":2446,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2446","url_meta":{"origin":3870,"position":1},"title":"Kopi Pagi Hari","date":"12 Desember 2014","format":false,"excerpt":"Dikarenakan kopi bubuk di meja kerja saya sudah habis, maka saya terpaksa untuk beli minuman hitam ini, namun karena nggak ada waktu, akhiranya saya iseng browsing - browsing online shop sebentar. Kemudian, memutuskan untuk membeli kopi Papua Wamena.\u00a0Baru kemarin sore kopi yang saya beli tersebut sampai, ah jangan tanya mengenai\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/wpid-img_20141211_1654101.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2382,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2382","url_meta":{"origin":3870,"position":2},"title":"Kantuk, Kopi dan Premium","date":"18 November 2014","format":false,"excerpt":"Alarm dari smartphone\u00a0saya berbunyi, saya terbangun kaget, ternyata waktu masih menunjukan jam 3 pagi. Seperti biasanya, sambil\u00a0menahan kantuk, saya matikan alarm, lalu memaksakan\u00a0bangun. Secangkir kopi saya seduh,\u00a0sembari\u00a0membuka email,\u00a0\u00a0media sosial, facebook, twitter dan kawan - kawannya. Dan, wah ternyata saya ketinggalan berita. \"Semalam premium dan solar\u00a0sudah naik saudara - saudara, yang\u00a0mulanya\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3870"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3870"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3886,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3870\/revisions\/3886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}