{"id":3615,"date":"2016-06-26T11:00:42","date_gmt":"2016-06-26T04:00:42","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3615"},"modified":"2016-06-26T11:00:42","modified_gmt":"2016-06-26T04:00:42","slug":"aku-tak-sanggup-menulis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3615","title":{"rendered":"Aku Tak Sanggup Menulis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1596\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1596\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?fit=360%2C260&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"360,260\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"ilustrasi_101122120315\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?fit=300%2C217&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?fit=360%2C260&amp;ssl=1\" class=\"alignleft wp-image-1596\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?resize=246%2C179\" alt=\"ilustrasi_101122120315\" width=\"246\" height=\"179\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?w=360&amp;ssl=1 360w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?resize=300%2C217&amp;ssl=1 300w\" sizes=\"(max-width: 246px) 100vw, 246px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Apa itu kata? \u00a0nama &#8211; nama, bahasa yang diucapkan manusia? Siapa yang pertama kali menemukannya? Apakah manusia harus berkata\u00a0untuk bisa dipahami? Mengapa tidak mempelajari saja kedalaman hati? Ketika keheningan lebih menyentuh ufuk batin. Ketika kesunyian mengajarkanmu bahasa yang lebih sejati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang bijaksana mengajarkan bahwa kata sejati adalah apa yang terdetak di dalam hati. Bahasa yang terucap lisan sekadar perantara. Sedangkan perhatian yang tercipta adalah suasananya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagiku kata adalah apa yang kutanggung kini sedangkan bahasa adalah apa yang kuperbuat kini. Seperti oksigen yang tak perlu memperkenalkan dirinya sendiri sebelum masuk hemoglobin darahmu. Seperti angin yang bertiup menyentuh daun &#8211; daun. Maka jangan memintaku untuk menulis, karena aku tak\u00a0sanggup lagi. Bagaimana mungkin aku menulis. Sementara seluruh kata yang kuingat langsung gugup dan berlarian bersembunyi ketika aku mengingatmu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kau tahu Kimya? Bagaimana diriku begitu mencintai pemandangan langit yang bertabur bintang kini. Namun aku jauh begitu merindukan ribuan senja yang setiap kali kutemui ketika memandang indah\u00a0matamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maafkan aku, yang kini\u00a0tak bisa mengutarakan apapun padamu, selain mempersembahkan setiap puisi yang kubaca ini untukmu. Cinta, patah hati, kebahagiaan, kesedihan &#8211; semua yang kutanggung dalam hidupku kini, adalah puisi yang hanya kubacakan untukmu.<\/p>\n<blockquote><p>I can&#8217;t help but attach every poem i read to you<br \/>\nLove, heartbreak, happiness, sadness- everything is a poem i read to you<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu kata? \u00a0nama &#8211; nama, bahasa yang diucapkan manusia? Siapa yang pertama kali menemukannya? Apakah manusia harus berkata\u00a0untuk bisa dipahami? Mengapa tidak mempelajari saja kedalaman hati? Ketika keheningan lebih menyentuh ufuk batin. Ketika kesunyian mengajarkanmu bahasa yang lebih sejati. Seorang bijaksana mengajarkan bahwa kata sejati adalah apa yang terdetak di dalam hati. Bahasa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1596,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6],"tags":[],"jetpack-related-posts":[{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":3615,"position":0},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":2120,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2120","url_meta":{"origin":3615,"position":1},"title":"Takbir kita, Takbir Kemunafikan","date":"15 Oktober 2013","format":false,"excerpt":"Malam takbir selalu membawa kesan yang begitu mendalam di hati dan pikiran semua orang. Beberapa orang perantauan akan ingat terhadap kampung halamannya. Dan jika hidup ini memang sebuah perjalan, tentu bagi para pejalan, mereka akan merindukan kampung halamannya yang lebih jauh lagi, lebih sejati lagi. Sebagaimana orang mukmin sering ucapkan\u2026","rel":"nofollow","context":"Postingan serupa","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":2107,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2107","url_meta":{"origin":3615,"position":2},"title":"Bertahan Hidup di 'Jaman Edan'","date":"20 Oktober 2013","format":false,"excerpt":"Sebuah Catatan Untuk Diri Saya Survival skill, sebuah seni bertahan hidup. Ini bukan tentang menyimpan koin emas dan perak, ataupun mengumpulkan makanan kaleng, bukan juga tentang membeli senjata AK-47. Ini adalah tentang menyelamatkan hati, nilai, pemikiran, keyakinan, idealisme, dan kebenaran anda dari tekanan - tekanan nilai 'baru' yang berasal dari\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3615"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3615"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3615\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}