{"id":3413,"date":"2015-12-31T21:32:52","date_gmt":"2015-12-31T14:32:52","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3413"},"modified":"2015-12-31T21:32:52","modified_gmt":"2015-12-31T14:32:52","slug":"merayakan-kerugian-dalam-kemegahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3413","title":{"rendered":"Merayakan Kerugian dalam Kemegahan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">S<a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1836\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1836\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?fit=1024%2C768&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"1024,768\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"englishtime.jpg\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?fit=300%2C225&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?fit=708%2C531&amp;ssl=1\" class=\"alignleft  wp-image-1836\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?resize=282%2C213\" alt=\"englishtime.jpg\" width=\"282\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?w=1024&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime.jpg?resize=768%2C576&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"(max-width: 282px) 100vw, 282px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>aya membuat tulisan ini pada malam tahun baru di tanggal 31 Desember 2015. Kira &#8211; kira hitungan jam lagi perhitungan kalender masehi\u00a0masuk di tahun 2016. Seperti biasanya, kala malam tahun baru saya\u00a0mengurung diri semalaman di kamar sendirian. Mengasingkan diri dari riuh rendah euforia manusia yang tumpah ruah ke jalanan. Berkumpul \u00a0menyalakan petasan dan kembang api yang membumbung ke angkasa. Saya begitu takut\u00a0pada keramaian, karena ia\u00a0adalah gembok amat rapat bagi ilmu pengetahuan dan kedalaman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun adalah satuan waktu yang sama dengan satuan waktu lainnya, detik, menit, hari, minggu dan bulan. Pergantian tahun menurut perhitungan kalender masehi adalah peristiwa astronomi dimana bumi (kira &#8211; kira) telah menyeleseikan satu putaran revolusinya. Lalu, seperti yang saya pernah bahas sudah &#8211; sudah, apa yang kita rayakan di pergantian tahun ini? Pergantian tahun adalah peristiwa berjalannya waktu dari satu titik ke titik lain. Apakah waktu bisa dirayakan? Tidak. Yang dirayakan adalah momen. \u00a0Jika waktu diibaratkan wadah, maka momen adalah kegiatan manusia\u00a0yang mengisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita memiliki banyak satuan waktu lainnya, yang masing &#8211; masing memiliki pergantian tahun-nya sendiri. Seperti\u00a0\u00a0di dunia pemerintahan, ada yang disebut tahun anggaran, atau juga di dunia\u00a0pendidikan dikenal dengan\u00a0\u00a0tahun ajaran. Maka di \u00a0setiap ujung\u00a0dan menjelang pergantian tahun selalu ada yang disebut dengan muhasabah, evaluasi, kalkulasi entah itu berupa raport, IPK dan lain sebagainya. Maka begitupula di\u00a0pergantian tahun adalah tempat\u00a0muhasabah diri, wadah mengkalkulasi dan melakukan review ke belakang atas apa yang telah kita lakukan.\u00a0Apa saja yang perlu dievaluasi? Saya serahkan itu kepada para pembaca tulisan saya. Saya hanya ingin mengutip sebuah ayat Al Quran<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demi Ashr.\u00a0Sesungguhnya manusia itu benar \u2013 banar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati dalam\u00a0kesabaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(QS. Al Ashr 1-3)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allah bersumpah demi maklukNya yang bernama waktu,\u00a0ada sebagian\u00a0ulama yang mentafsirkan\u00a0sebagai waktu Ashar. Mengapa waktu Ashar? Menurut saya, Ashar adalah waktu yang begitu pendeknya menjelang maghrib yang berarti tanda pergantian hari. ( di dalam kalender hijriah, pergantian hari ditandai dengan maghrib bukan pukul\u00a000:01). Ada apa di ujung pergantian hari?\u00a0\u00a0Mari kita perluas makna waktu ashar disini yang juga bisa\u00a0merujuk pada\u00a0pergantian satuan waktu lain, detik, menit, bulan juga pergantian tahun, atau bahkan satuan waktu hidup kita di dunia, yang akan mengalami maghrib, terbenamnya matahari, terkuburnya jasad kita kembali ke tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allah memberi tahu kita\u00a0bahwasannya di tiap\u00a0pergantian waktu yang amat sempit ini, kita secara <em>default<\/em> berada dalam keadaan rugi terus menerus. Mengapa manusia merugi? Saya melihat salah satu sebabnya di surah \u00a0sebelum Al Asr yaitu\u00a0At takasur tentang peringatan Allah terhadap manusia yang bermegah &#8211; megahan, yang kemudian membuatnya terlena hingga pada akhirnya tiba saatnya masuk\u00a0ke dalam kubur. Kecenderungan manusia untuk berperilaku konsumtif, berpola hidup hedonistik dan menuruti\u00a0hawa nafsu memang sangat besar. Semua itu memang sering membuat kita terlena hingga kita sampai pada ujung waktu Ashar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka \u00a0untuk menjalani hidup ini tidak ada bekal terbaik,\u00a0selain\u00a0kesadaran bahwa sekarang kita sedang merugi. Dengan modal kesadaran penuh akan hal ini,\u00a0kita akan lebih\u00a0berlaku sangat hati &#8211; hati dan lebih waspada agar tidak tambah merugi lagi alias\u00a0bangkrut, semoga\u00a0kiranya Allah sudi mengampuni kerugian\u00a0tersebut. Itulah yang mungkin dimaksud di ayat 3, hanya orang yang beriman yang menghitung &#8211; hitung dirinya dan menyadari kerugiannya, yang\u00a0akan\u00a0tekun untuk beramal sholeh, dan saling mengingatkan kepada saudarannya dalam kebenaran dan kesabaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kasus euforia malam tahun baru ini.\u00a0Logika sayapun menjadi tak habis pikir, apakah hubungan antara pergantian tahun dengan kembang api? Ataukah mungkin kembang api yang nantinya kita sulut, terompet yang kita tiup \u00a0pada dini hari nanti\u00a0adalah atas prestasi\u00a0 \u00a0iman, amal sholeh yang kita kerjakan dalam\u00a0satu tahun ini. Ataukah\u00a0kita sedang bermegah-megahan merayakan kerugian &#8211; kerugian yang\u00a0bahkan\u00a0tidak kita sadari sebagai kerugian?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya membuat tulisan ini pada malam tahun baru di tanggal 31 Desember 2015. Kira &#8211; kira hitungan jam lagi perhitungan kalender masehi\u00a0masuk di tahun 2016. Seperti biasanya, kala malam tahun baru saya\u00a0mengurung diri semalaman di kamar sendirian. Mengasingkan diri dari riuh rendah euforia manusia yang tumpah ruah ke jalanan. Berkumpul \u00a0menyalakan petasan dan kembang api [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[531],"jetpack-related-posts":[{"id":3998,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3998","url_meta":{"origin":3413,"position":0},"title":"Tahun Baru, Masa Depan, Masa Silam","date":"30 Desember 2017","format":false,"excerpt":"Libur akhir tahun tiba, besok sudah menjadi malam pergantian tahun. Meskipun secara ruhani, malam pergantian tahun bisa terjadi di setiap malam. Resolusi tidak perlu dibuat tiap tahun, namun bisa tiap hari, tiap malam, tiap saat, tanpa perlu menunda- nundanya ke pergantian satuan waktu. Kebaikan - kebaikan kecil yang dilakukan terus\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/IMG_20150405_082256-300x300.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":12,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=12","url_meta":{"origin":3413,"position":1},"title":"Tahun Baru!!","date":"2 Januari 2008","format":false,"excerpt":"Hari ini adalah hari ke dua di tahun yang baru ini. tepat dua hari yang lalu, orang bersorak- sorai merayakan malam dari pergantian tahun. Lalu apa sih arti dari pergantian tahun???Kalo kita tilik dari ilmu astronomi tentu kita tahu bahwa menurut kalender masehi, satu tahun adalah waktu yang dibutuhkan bumi\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3603,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3603","url_meta":{"origin":3413,"position":2},"title":"Mengalami Hidup","date":"9 Mei 2016","format":false,"excerpt":"Masih di hari (me)libur(kan diri), sehingga\u00a0agak\u00a0kurang kerjaan\u00a0 oleh karena itu\u00a0tumben - tumbenan bisa posting seminggu hingga sampai beberapa kali. Di kampung halaman memang tempat yang nyaman untuk beristirahat sejenak dari kumuh udara kotor ibukota. Sekaligus tempat yang tepat untuk menata hati kembali sebelum memulai rutintas lagi. Meskipun\u00a0kalo ngomongin kampung halaman\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3413"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3413"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3413\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}