{"id":3384,"date":"2015-12-24T22:20:19","date_gmt":"2015-12-24T15:20:19","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3384"},"modified":"2015-12-24T22:20:19","modified_gmt":"2015-12-24T15:20:19","slug":"pencacah-radiasi-nuklir-rumahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3384","title":{"rendered":"Pencacah Radiasi Nuklir Rumahan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3386\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=3386\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?fit=467%2C623&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"467,623\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"IMG_20151223_130626\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?fit=225%2C300&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?fit=467%2C623&amp;ssl=1\" class=\"alignleft wp-image-3386\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?resize=251%2C332\" alt=\"IMG_20151223_130626\" width=\"251\" height=\"332\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?zoom=2&amp;resize=251%2C332 502w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?zoom=3&amp;resize=251%2C332 753w\" sizes=\"(max-width: 251px) 100vw, 251px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari rabu kemarin saya menerima kiriman paket yang dibawa kurir PT POS Indonesia. <em>Oh<\/em>, ternyata pesanan saya <em>Air Counter Gamma Radiation<\/em>\u00a0-yang saya beli secara online dari\u00a0jepang, ternyata sudah sampai. Pak pos, meminta biaya 3000 rupiah yang disebutnya sebagai &#8220;bea lalu&#8221;. Setelah mengeluarkan selembar dua ribu dan seribu rupiah, sayapun memparaf tanda terima, dan membawa paket tersebut ke meja kantor saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Air Counter Gamma Radiation<\/em>? Alat apa itu.\u00a0 Air Counter adalah perangkat pengukur radiasi nuklir (sinar gamma) <em>made in japan<\/em>, yang didesain sangat sederhana, dan mudah pengoperasiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perangkat ini memiliki rentang pengukuran antara 0.05 uSv\/h hingga 9.99 uSv\/h. Rentang pengukuran yang cukup luas untuk pengguna rumahan (<em>consumer device<\/em>) yang perduli dengan kondisi radiasi nuklir di lingkungannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rendahnya pemahaman Radiasi Nuklir<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat saya membuka perangkat ini, banyak teman &#8211; teman di kantor \u00a0heran akan apa kegunaan mempunyai alat ini, dan apa gunanya mengetahui radiasi yang ada di lingkungan, dan \u00a0di indonesia, tidak ada kejadian orang yang meninggal disebabkan\u00a0karena radiasi nuklir. Mereka berpikir bahwa radiasi nuklir adalah\u00a0<em>something far away,<\/em> ia berada amat jauh dari kita, di reaktor nuklir, PLTN, di pertambangan atau di tempat &#8211; tempat lain. Sebuah bukti bahwa masyarakat kita masih rendah pengetahuannya akan teknologi nuklir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dulu saya pernah menulis banyak artikel tentang radiasi nuklir (silahkan search di blog saya ini, salah satunya <a title=\"Nuklir, apa dan\u00a0kenapa?\" href=\"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=973\">klik disini<\/a>), bahwa ia berada di sekitar kehidupan kita, dan kita tidak akan tahu seberapa besar dosis radiasi yang kita terima setiap harinya, ( meskipun untuk kasus normal biasanya laju paparan radiasi berada pada nilai yang rendah). Radiasi nuklir dalam jumlah normal tidaklah membahayakan, ia baru bisa menjadi berbahaya dalam jumlah\u00a0besar. Dan bahayanya selain bersifat deterministik juga \u00a0bersifiat \u00a0stokastik (yang secara statistik dan akumulatif mampu memodifikasi\u00a0sel-sel dalam tubuh kita)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Radiasi Nuklir<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber radiasi nuklir bisa berasal dari mana saja dan apa\u00a0saja, mulai dari radiasi alam yang berasal dari radiasi kosmis, batuan &#8211; batuan dan mineral yang turut menyumbang radiasi latar; Pada makanan, minuman juga beberapa\u00a0buah-buahan yang secara alami mengandung radiasi nuklir (Pisang secara alami memancarkan\u00a0sinar gamma dalam jumlah kecil), atau karena\u00a0tumbuh di tanah dan air yang telah terkontaminasi unsur radioaktif (Seperti di fukushima? atau chernobyl); Pada perangkat\u00a0medis, seperti sinar rontgent atau CT Scan;\u00a0Juga pada banyak sekali material yang tidak kita ketahui mengandung radioaktivitas yang mungkin sering kita gunakan, dan mungkin bisa mengancam kita sewaktu &#8211; waktu, salah satunya adalah gas radon <a href=\"http:\/\/blog.nuklir.org\/?p=2361\">(baca tulisan saya sebelumnya tentang gas radon<\/a>) atau<a title=\"Radiasi Nuklir dari Lampu Petromaks\" href=\"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2086\"> lampu kaos petromaks\u00a0<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perlunya Detektor Radiasi untuk Penggunaan Rumahan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atas alasan itulah alat deteksi radiasi perlu kita miliki. Namun alat deteksi radiasi biasanya berharga mahal dan pengoperasiannya cukup rumit, sehingga cukup sulit untuk\u00a0digunakan\u00a0oleh\u00a0orang awam. Untunglah,\u00a0kini ada <em>Air Counter Gamma Radiation<\/em> buatan\u00a0S.T. Corp, yang ditujukan untuk pengguna rumahan. Dirancang begitu sederhana dengan satu tombol &#8211; seukuran permainan <em>tamagochi<\/em> yang dulu pernah booming di indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3391\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=3391\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?fit=898%2C1600&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"898,1600\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?fit=168%2C300&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?fit=575%2C1024&amp;ssl=1\" class=\"alignright wp-image-3391 size-medium\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?resize=168%2C300\" alt=\"fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d\" width=\"168\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?resize=168%2C300&amp;ssl=1 168w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?resize=768%2C1368&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?resize=575%2C1024&amp;ssl=1 575w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/fe142301-e759-488a-aecc-9e2180149f9d.jpg?w=898&amp;ssl=1 898w\" sizes=\"(max-width: 168px) 100vw, 168px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Cara penggunan alat ini cukup sederhana, letakan air counter\u00a0 minimal 1 meter dari tanah dan tekan tombol untuk mengukur, tunggu sekitar 10 detik agar perangkat melakukan\u00a0melakukan kalibrasi, setelah itu kita akan melihat hasil pengukuran selama rentang\u00a0waktu lima menit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil pengukuran yang saya lakukan \u00a0laju paparan radiasi yang ada di lingkungan di kosan saya berada pada nilai 0.11-0.14 uSv\/jam. Hasil ini saya ambil beberapa kali, dikarenakan\u00a0\u00a0sifat dari radiasi nuklir yang merupakan peristiwa statistik. Nilai ini masih berada di bawah normal, artinya kosan saya masih aman untuk ditinggali \ud83d\ude0e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas berapa batas laju paparan radiasi yang aman untuk diterima? Sebenarnya tidak ada ukuran pasti untuk ini. Karena batas laju radiasi yang aman didapatkan\u00a0berdasarkan nilai empirik yang diketahui, dan tiap lembaga regulasi nuklir di berbagai negara \u00a0memiliki kisaran nilai yang berbeda berdasarkan pada banyak pertimbangan. Tapi setidaknya tabel berikut ini cukup membantu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3385\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=3385\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg?fit=594%2C367&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"594,367\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Health-Risks-of-Radiation-1.1\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg?fit=300%2C185&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg?fit=594%2C367&amp;ssl=1\" class=\"aligncenter  wp-image-3385\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg?resize=502%2C313\" alt=\"Health-Risks-of-Radiation-1.1\" width=\"502\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg?zoom=2&amp;resize=502%2C313 1004w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Health-Risks-of-Radiation-1.1.jpg?zoom=3&amp;resize=502%2C313 1506w\" sizes=\"(max-width: 502px) 100vw, 502px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun tabel ini bisa dijadikan acuan, namun adalah penting untuk memahami prinsip proteksi radiasi yang bernama ALARA (<i>As Low As Reasonably Achieveable<\/i>\u00a0), artinya makin kecil dosis radiasi yang kita terima\u00a0adalah makin baik. Yang perlu diperhatikan adalah jika, nilai paparan radiasi di rumah kita mencapai nilai 1-2 uSv\/jam,berati anda harus secepatnya mengungsi dan jika\u00a0perlu, memanggil tim berwernang untuk menyelidiki penyebab jumlah laju paparan radiasi yang tinggi di daerah anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari rabu kemarin saya menerima kiriman paket yang dibawa kurir PT POS Indonesia. Oh, ternyata pesanan saya Air Counter Gamma Radiation\u00a0-yang saya beli secara online dari\u00a0jepang, ternyata sudah sampai. Pak pos, meminta biaya 3000 rupiah yang disebutnya sebagai &#8220;bea lalu&#8221;. Setelah mengeluarkan selembar dua ribu dan seribu rupiah, sayapun memparaf tanda terima, dan membawa paket [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[4,6],"tags":[27,362,448],"jetpack-related-posts":[{"id":727,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=727","url_meta":{"origin":3384,"position":0},"title":"Radioaktivitas - Sinar Gamma","date":"20 Oktober 2009","format":false,"excerpt":"Setelah tertunda sekian lama, saya ingin melanjutkan kembali serial tulisan saya tentang radioaktivitas, kali ini adalah Sinar Gamma. Sinar Gamma begitu istimewa dibandingkan dengan sinar\/partikel radioaktif lainnya dikarenakan dia tidak memiliki massa dan muatan. Sinar Gamma memiliki panjang gelombang yang paling kecil dan energi terbesar dibandingkan spektrum gelombang elektromagentik yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":304,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=304","url_meta":{"origin":3384,"position":1},"title":"Sekilas Tentang Radiasi (Pembuka)","date":"24 September 2008","format":false,"excerpt":"Apa yang pertama melintas di pikiran anda ketika mendengar istilah radiasi? Pasti yang terbayangkan pertama kali adalah sesuatu yang mengerikan seperti penyakit kanker, kerusakan genetis, atau bahkan kemandulan. Anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun anggapan demikian juga bisa dikatakan sebagai anggapan yang menyesatkan. Kenapa? Karena seperti yang tidak diketahui\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/www.heritage.org\/Research\/EnergyandEnvironment\/images\/b2087_chart1.gif?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":973,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=973","url_meta":{"origin":3384,"position":2},"title":"Nuklir, apa dan\u00a0kenapa?","date":"13 Juli 2010","format":false,"excerpt":"Mendengar kata Nuklir, tentu bayangan kita adalah sebuah senjata pemusnah massal yang mengerikan. Jadi jika anda belajar ilmu nuklir maka dibayangan orang adalah anda sedang belajar membuat sebuah senjata pemusnah massal yang nantinya digunakan untuk perang. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, jika anda belar ilmu tentang nuklir maka dibayangan orang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3384"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}