{"id":3351,"date":"2015-10-25T00:53:03","date_gmt":"2015-10-24T17:53:03","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3351"},"modified":"2015-10-25T00:53:03","modified_gmt":"2015-10-24T17:53:03","slug":"bacalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3351","title":{"rendered":"Bacalah!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/images-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"3352\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=3352\" data-orig-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/images-1.jpg?fit=259%2C194&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"259,194\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"images (1)\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/images-1.jpg?fit=259%2C194&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/images-1.jpg?fit=259%2C194&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-full wp-image-3352\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/images-1.jpg?resize=259%2C194\" alt=\"images (1)\" width=\"259\" height=\"194\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Sudah lebih dari satu bulan ini saya mendapat\u00a0<em>assignment<\/em>\u00a0untuk membantu mengerjakan sebuah <em>project<\/em>\u00a0bersama anggota tim yang lain di salah satu\u00a0bank nasional yang berlokasi di SCBD Jakarta. Tentu ini berarti mengubah sedikit banyak waktu kerja saya. Hampir tiap hari saya harus bolak balik Tangerang jakarta, bergelut dengan udara ibukota dan segala kemacetannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya sering menghitung &#8211; hitung sendiri tentang\u00a0waktu tempuh yang harus dihabiskan\u00a0 pada\u00a0perjalanan pulang &#8211; pergi. Ketika kondisi lalu lintas lancar, seperti sabtu pagi, perjalanan Tangerang-Jakarta hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30-45 menit, namun pada hari kerja setidaknya diperlukan 1,5 &#8211; 2 \u00a0jam. Jadi \u00a0sekitar 1 jam waktu hidup kita \u00a0terbuang untuk sekali perjalanan, atau 2 jam untuk perjalanan pulang pergi sehari. Jika saya jumlah\u00a0untuk 1 bulan dengan asumsi 20 hari kerja di satu bulan, maka waktu yang terbuang karena macet itu adalah 40 jam atau hampir setara dengan 2 hari 2 malam. Bayangkan berapa banyak hal produktif yang bisa dilakukan di 40 jam yang juga setara dengan 5 hari jam kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka <em>cletukan<\/em> para komuter (atau sering disebut\u00a0<em>penglaju<\/em>,\u00a0orang yang setiap hari bolak-balik dari rumah ke tempat kerjanya yang berada di luar kota)\u00a0tentang &#8220;<em>tua di jalan&#8221;\u00a0<\/em>sebenarnya benar adanya. Transportasi di jabodetabek yang masih amburadul (apalagi di luar jawa?) memakan <em>cost<\/em> tidak hanya dari sisi biaya bahkan\u00a0waktu. Maraknya <em>ojek online<\/em> yang akhir &#8211; akhir ini menjamur di setiap jam berangkat dan pulang kerja juga sebenarnya sebagai suatu indikasi hancurnya transportasi di indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya menaruh kekaguman dengan para komuter ini, \u00a0mereka jarang\u00a0mengeluh walaupun\u00a0waktunya banyak yang &#8220;dirampok&#8221; di jalan akibat pemerintah yang tidak (atau sebut saja kurang) begitu perduli dengan transportasi publik yang efisien. Mereka juga tidak mengadukan nasibnya kepada para ulama, yang harusnya bisa memberikan fatwa haram kepada pemerintahan yang telah meyatimkan rakyatnya &#8211; sehingga mau tak mau juga berdampak pada hilangnya hak anak untuk bertemu kedua orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Membaca<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu apa yang bisa saya lakukan selain menunggu di dalam kemacetan seperti itu? Ya, untuk mengisi \u00a0waktu di perjalanan saya sering membaca buku &#8211; buku yang sengaja \u00a0bawa \u00a0dari <em>kosan<\/em>. Maka jadilah jalanan macet di dalam bus, juga\u00a0gerbong kereta komuter menjadi taman\u00a0ruangan baca untuk saya. Sehingga,\u00a0banyak bacaan yang kemudian akhirnya saya &#8220;khatam&#8221;-kan di\u00a0aktivitas sela ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika lelah membaca aksara &#8211; aksara di kertas, maka saya alihkan perhatian dengan &#8220;membaca&#8221;\u00a0banyak hal yang ada di sekitar saya. Selalu ada yang menarik yang bisa kita baca dari setiap hal yang ada. Membaca perilaku orang &#8211; orang yang beranekaragam. Kadang menaruh simpati, kadang lucu, dan kadang\u00a0<em>ngeselin\u00a0<\/em> juga.<\/p>\n<div class=\"_209g _2vxa\" style=\"text-align: justify;\" data-block=\"true\" data-offset-key=\"cafgj-0-0\" data-reactid=\".1j7.1.0.1.0.0.$editor1.0.0.$cafgj\"><span data-offset-key=\"cafgj-0-0\" data-reactid=\".1j7.1.0.1.0.0.$editor1.0.0.$cafgj.0:$cafgj-0-0\"><span data-reactid=\".1j7.1.0.1.0.0.$editor1.0.0.$cafgj.0:$cafgj-0-0.0\">Tapi bukankah ayat Al Quran yang pertama turun adalah Iqra. Membaca. Perintah belajar, mengkaji, bereksperimen. Iqra, Bacalah. tapi baca bukan sembarang membaca. Belajar tidak sekedar belajar. Tapi Iqra bismirabbika ladzi khalaq. bacalah dengan nama Rabb yang menciptakan. Dalam konteks ini, Allah menyebut diriNya Rabb (yang berarti Sang Pengasuh, dari kata Rabb inilah kemudian muncul istilah Tarbiyah, yang berarti pendidikan).<\/span><\/span>\u00a0Maka dalam proses kita &#8220;membaca&#8221; Allah sendirilah\u00a0yang menjadi pengasuh atau pendidik kita. Lantas apa yang pertama mesti dibaca? Ialah beranekaragam ciptaan &#8211; ciptaanNya.<\/div>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">khalaqal insanna min Alaq<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Namun sebelumnya, yang pertama mesti dibaca adalah peristiwa penciptaan manusia. Bagaimana bisa manusia mempelajari ciptaanNya yang lain, jika belum tuntas mempelajari penciptaanya sendiri? Sebuah tema\u00a0yang akan menghabiskan banyak seminar, simposium hingga berjilid &#8211; jilid buku untuk membahasnya mulai dari proses biologis, hinga filosofis dan kaitannya dengan kekhalifahan manusia di muka bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<div class=\"_1dwg\">\n<div id=\"js_h3\" class=\"_5pbx userContent\" data-ft=\"{&quot;tn&quot;:&quot;K&quot;}\">\n<div id=\"id_562bc9886f6da6442227533\" class=\"text_exposed_root text_exposed\">\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p>Maka sungguh Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, yang mendorong umatnya untuk terus belajar agar bisa menjawab banyak masalah jaman.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"\">\u00a0Dari proses membaca ini, kita baru\u00a0bisa menulis ulang, memformulasikan, menyimpulkan ke dalam suatu bilangan, perhitungan, ataupun kata yang dimengerti oleh manusia. Maka menjadi teramat sulit orang belajar menulis, jika sebelumnya dia tidak terlatih untuk membaca.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu apa kesimpulannya tulisan saya ini? \u00a0Apa hubungan kemacetan dengan perintah membaca? <em>Lah,\u00a0<\/em>Transportasi yang semrawut dan kemacetan yang terjadi \u00a0bukankah karena keengganan pemerintah &#8220;membaca&#8221; keinginan rakyatnya? Maka keahlian membaca sangatlah penting dalam pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana para politisi di senayan, juga kabinet di istana bisa\u00a0membuat kebijakan\u00a0yang mengatur rakyat, jika sebelumnya tidak membaca dengan baik apa yang diinginkan dan dikeluhkan\u00a0oleh mereka?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, bacalah!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah lebih dari satu bulan ini saya mendapat\u00a0assignment\u00a0untuk membantu mengerjakan sebuah project\u00a0bersama anggota tim yang lain di salah satu\u00a0bank nasional yang berlokasi di SCBD Jakarta. Tentu ini berarti mengubah sedikit banyak waktu kerja saya. Hampir tiap hari saya harus bolak balik Tangerang jakarta, bergelut dengan udara ibukota dan segala kemacetannya. Saya sering menghitung &#8211; hitung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[52,211,295],"jetpack-related-posts":[{"id":3950,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3950","url_meta":{"origin":3351,"position":0},"title":"Semua Akan Kembali ke Tempat Dia Berasal","date":"5 Desember 2017","format":false,"excerpt":"Postingan ini ditulis di hari kedua saya mudik di kampung halaman. Ya, Kediri. ini adalah kali kesekian saya kembali pulang ke sebuah kota kecil, tempat\u00a0dimana saya dulu dilahirkan.\u00a0Mumpung hari jumat libur dan\u00a0long weekend, maka saya telah menyiapkan jauh - jauh hari membeli tiket pergi - pulang Jakarta - kediri. Perjalanan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3939,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3939","url_meta":{"origin":3351,"position":1},"title":"Rutinitas Ilaihi Rajiun","date":"27 November 2017","format":false,"excerpt":"Hari senin pagi, datang lagi, seperti setiap minggu biasanya. Setelah menikmati libur di akhir pekan, beristirahat dari rutinitas, maka sebagian besar kita yang pekerja kantoran, yang hari kerjanya di senin sampai jumat\u00a0 tentu merasa berat untuk kembali lagi lalu harus memulai rutinitas di tiap minggu. Lalu bagiamana dengan pekerja yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/WhatsApp-Image-2017-11-27-at-07.08.10.jpeg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":4054,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=4054","url_meta":{"origin":3351,"position":2},"title":"Mudiknya Pak Imron","date":"15 Juni 2018","format":false,"excerpt":"Pak Imron, sebut saja namanya demikian- karena saya juga lupa melihat tanda pengenal yang biasanya terpasang di setiap taksi. Berprofesi sebagai pengemudi taksi yang, aku tumpangi di perjalanan menuju stasiun Gambir, senin lalu. Dari percakapan kami sepanjang perjalanan, saya tahu kalo pak Imron berasal dari Padang, Sumatera Barat. Namun pada\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3351"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3351\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}