{"id":3303,"date":"2015-07-17T04:35:42","date_gmt":"2015-07-16T21:35:42","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=3303"},"modified":"2015-07-17T04:35:42","modified_gmt":"2015-07-16T21:35:42","slug":"kemenangan-dalam-idul-fitri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3303","title":{"rendered":"Kemenangan dalam Idul Fitri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tulisan ini saya buat, di kampung halaman saya, Kediri, \u00a0pada pagi dini hari 1 syawal di tahun 1436 Hijriah, atau 2015 menurut perhitungan kalender Masehi. Suara takbir menggema memenuhi udara pagi ini, haru \u00a0bercampur syahdu. Keharuan yang memuat kesedihan, sekaligus kegembiraan, yang entah bagaimana sulit untuk saya tuliskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Takbir yang kita pekikan tepat di hari kemenangan, kemenangan melawan siapa? Para ustadz &#8211; ustadz sering mengatakan kemenangan melawan nafsu kita sendiri.\u00a0Ini kemenangan mereka yang berpuasa sebulan penuh.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya Allah Yang Maha Akbar, maka selain Allah tidak Akbar. termasuk diriku, dirimu dan lain segalannya di dunia tidak akbar, maka bagaimana mungkin selain Allah\u00a0bisa merisaukan kita, jika telah dikumandangkan dalam lubuh batin kita bahwasannya hanya Allah Yang Akbar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahwasannya kemenangan kita melawan nafsu, sejatinya bukan kemenangan atas usaha kita sendiri, kita tidak akan bisa menang jika itu bukan karena Allah. Karena itulah kita kumandangkan takbir, entah itu dengan suara lirih di dalam hati kesadaran kita, atau kita gemakan di surau &#8211; surau dan masjid &#8211; masjid.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laillahaillah Hu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamdu<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada Tuhan Selain Allah, Allah Maha Akbar.\u00a0Segala puji hanyalah milikNya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka kita benar &#8211; benar meyakini bahwa sebuah kemenangan hanyalah\u00a0ada atas izin Allah, dan tidak ada yang patut untuk dipuji untuk suatu kemenangan selain Allah itu sendiri. Mungkin itulah puncak dari Ibadah dari seorang <em>abd<\/em> (hamba). Seorang <em>abd&#8217;<\/em> tidak memiliki\u00a0kemungkinan lain selain melarutkan eksistensi\u00a0dirinya dalam Kemahabesaran Allah. Maka tidak ada yang patut dipuji dari seorang hamba, selain Allah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang <em>abd<\/em> hanya diwajibkan oleh Allah untuk berusaha menjalani laku perjuangan &#8220;revolusioner&#8221;nya dalam puasa. Saya menyebutnya revolusioner, karena dalam puasa engkau dilarang &#8220;menyentuh&#8221; makanan dan minuman meskipun itu\u00a0halal bagimu pada suatu rentang waktu tertentu, dari awal fajar hingga tiba waktu maghrib.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kemudian Allah mendeklarasikan padamu tiba saatnya kemenangan, yang kemudian \u00a0kita sadari bahwa itu bukan kemenangan atas usaha kita sendiri, namun itulah kemenangan atas bantuan Ke-Mahabesar-an\u00a0Allah, maka adakah yang\u00a0patut dipuji selain Dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya teringat dengan yang\u00a0dikatakan\u00a0Musa a.s saat di laut merah kala ia dan kaum bani israil terjepit dan akan disusul oleh pasukan Firaun<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Inna maiya rabbi sayahdiin&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesunggunya Aku\u00a0bersama Tuhan yang memberiku petunjuk<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka kemudian turunlah perintah\u00a0Allah, agar Musa memukulkan tongkatnya ke Laut Merah, hingga beberapa saat kemudian, terbelahlah laut Merah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian pertanyaannya adalah, apakah pukulan tongkat itu yang membelah laut merah, ataukah Allah yang membelahnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjuangan seorang <em>abd\u00a0<\/em>hanya ibarat tongkat musa yang dipukulkan ke laut merah, Musa hanya mematuhi perintah Allah untuk memukulkan tongkat itu. Namun tongkat itu tidak akan menghasilkan apapun alih &#8211; alih membelah laut. Yang membelah laut Merah bukanlah tongkat, bukan pula Musa, tapi adalah kebesaran\u00a0Allah. Maka hanya Allah satu satunya dzat yang patut dan berhak kita puji.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ramadhan telah mengajari manusia dungu seperti kita tentang apa itu kemenangan, bahwa kemenangan bukan sama sekali tentang kemenangan atas orang lain, bahkan bukan kemenangan umat islam atas umat yang lain, karena islam diturunkan bukan untuk kekuasaan satu pihak atas pihak lain, bukan untuk <em>ngendas-ngendasi, melainkan\u00a0<\/em>untuk menjadi Rahmat bagi semesta Alam.\u00a0<span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Kemenangan sejati yang telah kita pelajari dari Ramadhan adalah kemenangan atas nafsu kita sendiri. Bahwa kita bisa mampu lebih besar dari kesenangan kita sendiri<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah\u00a0kita tuntas melakoni untuk berpuasa dari makanan dan minuman, maka di bulan syawal dan bulan &#8211; bulan berikutnya, kita harus melangkah ke tangga peningkatan (sebagaimana bulan syawal sendiri yang artinya bulan peningkatan), dimana kita harus bisa mulai menyicil aktualisasi puasa dalam kehidupan yang lebih kontekstual sifatnya, berjuang untuk membatasi diri\u00a0\u00a0dari nafsu ingin membeli hal &#8211; hal yang kurang <span class=\"text_exposed_show\">bermanfaat misalnya, berjuang untuk hanya melakukan hal yang\u00a0paling &#8220;islami&#8221; saja di antara seribu kemungkinan di hadapan mata kita. Sebuah\u00a0Kesanggupan untuk menjalani hidup ini tidak terutama berdasarkan senang atau tidak senang, tetapi berdasarkan suatu pertimbangan tentang baik atau tidak baik, wajib atau tidak wajib.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ah, tidak terasa sudah waktu shubuh yang mengantarkan kalimat &#8211; kalimat saya ini\u00a0berakhir di sini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat beridul Fitri dan\u00a0menegakan kembali kualitas kemanusiaan kita.<\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\"><\/div>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laisal &#8216;idu liman labisal jadid, walakinnal idu liman tha&#8217;atahu tazid.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Idul Fitri bukan milik orang yang berpakaian baru, melainkan milik hamba Allah yang kepatuhan ilahiahnya menyubur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulisan ini saya buat, di kampung halaman saya, Kediri, \u00a0pada pagi dini hari 1 syawal di tahun 1436 Hijriah, atau 2015 menurut perhitungan kalender Masehi. Suara takbir menggema memenuhi udara pagi ini, haru \u00a0bercampur syahdu. Keharuan yang memuat kesedihan, sekaligus kegembiraan, yang entah bagaimana sulit untuk saya tuliskan. Takbir yang kita pekikan tepat di hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1596,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[195,532],"jetpack-related-posts":[{"id":2120,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2120","url_meta":{"origin":3303,"position":0},"title":"Takbir kita, Takbir Kemunafikan","date":"15 Oktober 2013","format":false,"excerpt":"Malam takbir selalu membawa kesan yang begitu mendalam di hati dan pikiran semua orang. Beberapa orang perantauan akan ingat terhadap kampung halamannya. Dan jika hidup ini memang sebuah perjalan, tentu bagi para pejalan, mereka akan merindukan kampung halamannya yang lebih jauh lagi, lebih sejati lagi. Sebagaimana orang mukmin sering ucapkan\u2026","rel":"nofollow","context":"Postingan serupa","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":712,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=712","url_meta":{"origin":3303,"position":1},"title":"Bulan Syawal Bulan Peningkatan","date":"1 Oktober 2009","format":false,"excerpt":"Ramadhan yang mulia telah lewat, Idul Fitri pun telah dijalani. Hari Kemenangan dirayakan. Banyak orang senang menyambutnya dengan beragam alasan, ada yang senang karena telah mampu memenangkan dalam pertempuran melawan hawa nafsu. Ada pula yang senang karena puasa 1 bulan telah dijalani sehingga sekarang mereka tidak perlu untuk berpuasa lagi,\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/alone.jpg?fit=500%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1964,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1964","url_meta":{"origin":3303,"position":2},"title":"Sholat Sepanjang Waktu","date":"15 Juni 2013","format":false,"excerpt":"Tulisan saya ini menyambung tulisan saya sebelumnya tentang sholat, karena meskipun peringatan\u00a0isra' miraj telah lewat, toh ga ada salahnya jika kita berusaha mengilmui dan memaknai rahasia dari setiap perintah Tuhan kepada kita. Saya berpikir, \u00a0sepenting apakah ibadah sholat jika dibandingkan dengan ibadah yang lain, sehingga Tuhan merasa berkepentingan \u00a0menyampaikan langsung\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3303"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3303"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3303\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3303"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3303"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3303"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}