{"id":269,"date":"2008-09-01T12:40:18","date_gmt":"2008-09-01T05:40:18","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=269"},"modified":"2008-09-01T12:40:18","modified_gmt":"2008-09-01T05:40:18","slug":"maafkanku-selalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=269","title":{"rendered":"Maafkanku Selalu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Maafkanku kali ini, karena tak bisa melupakan dirimu, meski hanya sesaat. Seluruh Nadiku serasa akan pecah bila aku merindukanmu. Engkau seakan masuk ke setiap sunsum tulangku dan meracuni setiap nafasku.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Maafkan aku jika aku tak sanggup berucap padamu. Karena Sebagaimana Allah membuat jiwa &#8211; jiwa kita sebagai tawanan tubuh &#8211; tubuh kita, demikian juga rasa ini juga membuatku sebagai tawanan dari kata &#8211; kata dan bahasa.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Maafkan aku jika tak mengatakan cinta padamu. Karena kata Cinta tidak akan pernah bisa untuk mengungkap perasaanku ini. Apa yang kurasa, tak akan pernah bisa terungkap oleh seribu kata dari jin dan manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Maafkan aku, karena berbicara kepadamu dalam orang kedua. Karena engkau adalah diriku yang lain., belahan jiwa, yang tidak aku miliki sejak kita muncul dari tangan rahasia Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Maafkanku karena selalu meminta maaf padamu..<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Maafkan aku selalu kasihku&#8230;.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maafkanku kali ini, karena tak bisa melupakan dirimu, meski hanya sesaat. Seluruh Nadiku serasa akan pecah bila aku merindukanmu. Engkau seakan masuk ke setiap sunsum tulangku dan meracuni setiap nafasku. Maafkan aku jika aku tak sanggup berucap padamu. Karena Sebagaimana Allah membuat jiwa &#8211; jiwa kita sebagai tawanan tubuh &#8211; tubuh kita, demikian juga rasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6],"tags":[71,96,100],"jetpack-related-posts":[{"id":1499,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1499","url_meta":{"origin":269,"position":0},"title":"Cinta Tanpa Bahasa","date":"21 Januari 2012","format":false,"excerpt":"Ketika ku hanya bisa kirimkan pesan singkat tanpa karakter ke telepon selulermu, jangan sekali \u2013 kali tanyakan padaku kenapa. Karena menuliskan perasaanku dalam kata \u2013 kata adalah sama mustahilnya dengan berenang melintasi samudera pasifik. Kalimat hanyalah kotak \u2013 kotak kecil buatan manusia, mana mungkin bisa menampung samudera perasaanku padamu. Bahasa\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/mariana-trench-monument-mpa_17661_600x450.jpg?fit=600%2C450&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":193,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=193","url_meta":{"origin":269,"position":1},"title":"Marilah Kita Bercita","date":"27 Agustus 2008","format":false,"excerpt":"Aku menuliskan kata - kata ini dalam margin - margin pikiranku. Membuka semua rasa yang sempat tersimpan rapi, membuka semua pintu hati yang dulu terkunci, dan membongkar semua rahasia yang pernah tersembunyi dalam dada ini. Masih kudengarkan pelan, rintihan semak belukar yang tercabut dari akarnya. Menghembuskan kesedihan yang memenuhi seluruh\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3615,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3615","url_meta":{"origin":269,"position":2},"title":"Aku Tak Sanggup Menulis","date":"26 Juni 2016","format":false,"excerpt":"Apa itu kata? \u00a0nama - nama, bahasa yang diucapkan manusia? Siapa yang pertama kali menemukannya? Apakah manusia harus berkata\u00a0untuk bisa dipahami? Mengapa tidak mempelajari saja kedalaman hati? Ketika keheningan lebih menyentuh ufuk batin. Ketika kesunyian mengajarkanmu bahasa yang lebih sejati. Seorang bijaksana mengajarkan bahwa kata sejati adalah apa yang terdetak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?fit=360%2C260&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/269"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/269\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}