{"id":2686,"date":"2015-04-13T11:54:06","date_gmt":"2015-04-13T04:54:06","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2686"},"modified":"2015-04-13T11:54:06","modified_gmt":"2015-04-13T04:54:06","slug":"proxima-ceanturi-bagian-ke-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2686","title":{"rendered":"Proxima Centauri (Bagian ke &#8211; 3)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"2648\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=2648\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"1200,724\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;Image enregistr\\u00e9e avec les ajustements inclus.&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;Image enregistr\\u00e9e avec les ajustements inclus.&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"Image enregistr\u00e9e avec les ajustements inclus.\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=300%2C181&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=708%2C427&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2648\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?resize=300%2C181\" alt=\"Image enregistr\u00e9e avec les ajustements inclus.\" width=\"300\" height=\"181\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?resize=300%2C181&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?resize=768%2C463&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?resize=1024%2C618&amp;ssl=1 1024w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>&#8220;Kau meminjami aku sebuah buku, yang masih kusimpan hingga kini. Buku yang\u00a0berjudul &#8216;Sejarah Singkat Waktu&#8217; tulisan\u00a0Stephen Hawking. Sebuah buku tentang fisika, namun tidak memilliki rumus matematika apapun di dalamnya selain e=m.c<sup>2<\/sup>. Sebuah rumus tentang\u00a0kesetaraan antara massa dan energi. Bahwa massa yang kecil dapat diubah menjadi energi yang\u00a0luar biasa besar&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku menemukan engkau menyelipkan satu lembar kertas dengan tulisan\u00a0tanganmu di dalam buku ini. Engkau menulis bahwa tidak ada yang kecil di dunia ini. Karena \u00a0di setiap materi dengan massa 1.6606 x 10 <sup>-27 <\/sup>kilogram tersimpan energi 931, 5 juta elektron volt. Elektron volt adalah satuan energi yang didefinisikan sebagai energi yang dibutuhkan 1 elektron untuk melintasi perbedaan potensial 1 volt.\u00a0Energi yang begitu besar itu tersimpan pada semua materi yang ada di sekitar kita. Pada bintang, meteor, batu, pohon &#8211; pohon, bahkan pada unsur- unsur pembentuk tubuh kita. Energi sebesar ini sudah ada secara potesial di seluruh jagad raya. Inilah yang kemudian dikenal sebagai energi inti atom, atau dunia sains lebih suka menyebutnya energi nuklir. &#8220;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kemudian kau lanjutkan tulisanmu pada sebuah kesimpulan :\u00a0jangan pernah meremehkan diri kita sendiri. Betapapun kita merasa diri ini rapuh dan lemah. Manusia diciptakan dengan energi yang luar biasa besar. Masalahnya hanya pada bagaimana membuat energi potensial itu muncul ke permukaan secara terkendali. Itulah mengapa manusia dianugerahi Tuhan dengan\u00a0akal dan pikiran&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kamu memang laki &#8211; laki yang aneh ya, biasanya <em>cowok<\/em>\u00a0akan memberikan seorang wanita yang disukainya bunga, atau coklat. Namun kau malah meminjamiku buku, tentang fisika lagi. Kamu meminjamiku buku ini, seolah &#8211; olah kamu yakin bahwa\u00a0buku ini akan kubaca.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tapi bagaimanapun aku berterimakasih kau telah meminjamiku buku ini. Tapi, waktu itu\u00a0aku bingung ketika\u00a0ingin\u00a0\u00a0mengembalikan\u00a0buku ini\u00a0padamu. Semua kontakmu\u00a0sudah tidak aktif. Ternyata kau sudah tidak ada di Indonesia <i>ya<\/i>. \u00a0Aku baru tahu kepergianmu itu setelah mendapat kabar dari\u00a0teman akrabmu,\u00a0kalau kau\u00a0mendapatkan beasiswa dari Pemerintahan Turki untuk meneruskan studi Master-mu di sana. Mengapa kau tidak mengabariku? Mungkin aku bisa mengucapkan selamat tinggal atau setidaknya kita\u00a0bisa\u00a0minum kopi bersama sebelum kau pergi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Namun aku tidak hendak menyalahkanmu, atas sikapmu itu. Apa yang kau lakukan itu tentu adalah\u00a0akibat perbuatanku sendiri juga. Tidak ada segala sesuatu yang ada \u00a0di dunia ini terjadi dikarenakan hanya satu sebab saja. Seperti halnya bola tenis yang mengalami gerak\u00a0jatuh bebas. tidak semata &#8211; mata disebabkan karena gaya gravitasi, namun juga karena ada orang yang melepas bola itu di suatu ketinggian.\u00a0Aku mungkin yang telah menyebabkan bola itu lepas, sehingga mana bisa aku menyalahkan gaya gravitasi yang menarik bola itu ke bumi. Tidak ada reaksi, tanpa terlebih dahulu diawali dengan aksi-kan?&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sekarang aku baru mengerti apa maksud ucapanmu bahwa kita tidak akan pernah tahu nilai dari air, sampai sumur itu kering. Selama ini\u00a0kau ada\u00a0dengan\u00a0perhatian dan sikap unikmu. Aku jarang memperhatikannya. Aku sukar untuk\u00a0menilainya secara obyektif. Namun saat dua tahun kepergianmu.\u00a0 Aku baru \u00a0merasakan ada sesuatu yang hilang dalam kehidupanku selama ini. Sesuatu yang teramat berarti namun sering kuabaikan. Sesuatu yang sangat berharga namun selalu tak kusyukuri.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Rasa kehilangan seperti itulah yang mungkin juga dirasakan oleh inti- inti \u00a0atom\u00a0yang\u00a0kehilangan proton-proton penyusun intinya. Kehilangan proton dalam suatu unsur\u00a0akan mengakibatkan nomer atom unsur itu berubah dan itu artinya ia telah \u00a0menjadi unsur yang lain. Seperti halnya Polonium-210 yang berubah menjadi Timbal, karena kehilangan 2 proton dalam intinya. Saat cerita- ceritamu yang biasanya ada, tiba &#8211; tiba tak lagi kudengar, \u00a0entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang hilang yang menjadikanku lain sekarang. Mungkin karena itu!. Mungkin kau adalah proton itu. \u00a0Mulanya aku tak menyadarinya. Namun lama kelamaan, aku semakin yakin akan\u00a0 kenyataan itu. &#8220;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suasana begitu hening setelah Kimya mengungkapkan\u00a0kalimat itu. Sebuah kalimat yang\u00a0menghujam dalam sampai jantungku. Kimya mengungkapkan\u00a0kalimat itu sembari meneteskan air matanya,\u00a0meskipun\u00a0sebisa mungkin ia tahan-tahan jatuhnya. Perempuan secantik ini \u00a0begitu terluka\u00a0di depan mataku.\u00a0Semua orang &#8211; orang yang melihatnya pasti akan menyalahkanku. Mereka pikir aku adalah laki-laki tak berguna yang \u00a0hanya bisa membuat\u00a0seorang perempuan bersedih. Segera tanganku meraih pipi merahnya lalu kuseka air mata yang berlinang\u00a0itu\u00a0sambil berkata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kimya, \u00a0aku minta maaf&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku minta maaf jika pergiku\u00a0membuatmu seperti ini. \u00a0Sebelum kepergianku ke Turki, aku sudah berencana untuk menemuimu. Tidak hanya untuk berpamitan, namun aku ingin menyampaikan sepotong surat yang mengungkapkan kandungan perasaanku. Aku menginginkan\u00a0kau menemaniku di sisa umurku\u00a0dalam suatu ikatan suci yang dibuat Tuhan. Aku sudah menyiapkan segala hal yang mungkin diperlukan pada pertemuan itu. Sampai\u00a0tiba kabar di telingaku mengenai\u00a0pertunanganmu dengan Ryandi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku berhenti sejenak di kalimat itu,\u00a0\u00a0kulepaskan tanganku dari lekuk pipinya, namun Kimya memegangi tanganku \u00a0seperti hendak berusaha menahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Seluruh jantungku laksana remuk redam saat itu. Aku baru tahu, ternyata kau sudah begitu lama\u00a0memiliki \u00a0kekasih. Bodohnya aku selama ini. Ternyata aku adalah lelaki yang\u00a0teramat naif, tak menyadari semua itu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kabar itu adalah pukulan terkeras dalam hidupku yang membuatku hampir jatuh.\u00a0Aku mengurung diriku di\u00a0kamar berhari &#8211; hari, dan hanya keluar kala malam tiba, saat\u00a0semua orang sudah larut dengan mimpi indahnya. Aku keluar\u00a0 melihat\u00a0bintang &#8211; bintang yang berkilau keperakan di langit sana. Hal yang sama seperti yang kita lakukan sekarang. Aku melihat langit itu, sembari berbicara sendiri seolah &#8211; olah bintang &#8211; bintang itu\u00a0memahami keluh kesahku. Aku begitu kagum akan bintang &#8211; bintang yang bertebaran di langit itu, ia dengan tulus bersinar di kegelapan malam. Tak perduli apakah manusia pernah berterimakasih atau tidak dengan sinarnya. Tak perduli apakah manusia sedang mencintai atau menyerapahinya.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sepertinya bintang &#8211; bintang lebih tabah\u00a0daripada kita, meski aku tak tahu apakah ia memiliki rasa sakit hati layaknya manusia. Meski aku tak mengerti apakah ia mengalami patah hati layaknya kita. Namun sejauh yang kutahu ia begitu tabah menjalani takdirnya sebagai bintang. Bersinar \u00a0bermilyar &#8211; milyar tahun hingga tiba waktu \u00a0Hidrogennya habis untuk kemudian tiba saatnya\u00a0runtuh di dalam gravitasinya\u00a0sendiri&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Coba perhatikan\u00a0Proxima Ceanturi itu. Menurut diagram Hertzsprung-Russell, ia tergolong bintang katai merah yang berada di rasi bintang centaurus.\u00a0Para astronom\u00a0memperkirakan bahwa ia\u00a0memiliki &#8216;jatah hidup&#8217; empat triliun tahun lagi &#8212; sekitar 300 kali usia alam semesta kita sekarang&#8211;\u00a0sebelum seluruh\u00a0Hidrogen yang dimilikinya habis lalu\u00a0berubah menjadi bintang katai putih. Mungkin itulah sebabnya mengapa bintang &#8211; bintang seperti Proxima Ceanturi\u00a0begitu tabah. Wajar saja, ia telah menjalani miliaran tahun kehidupan di jagad raya, menjadi saksi banyak peristiwa. Masalah &#8211; masalah patah hati yang dialami manusia fana\u00a0\u00a0seperti kita hanyalah\u00a0masalah remeh temeh baginya. Kita ini tidak lebih dari sekedar hamparan debu tata surya yang berada di dalam rasi bintang Cassiopeia&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mungkin sudah tiba waktunya, aku harus menjalani hidup layaknya Proxima Ceanturi itu. Mungkin aku harus\u00a0mulai menjauh darimu dan mencukupkan diri memandangi kecantikanmu dari rasi centaurus hidupku. Dengan tabah menjalani waktu\u00a0hingga seluruh hidrogen usiaku habis. Kupikir akan lebih baik bagimu untuk seperti itu, dan memberimu kesempatan padamu berbahagia dengan Ryandi. Toh aku yakin dia adalah laki &#8211; laki yang pantas untuk perempuan secantik kamu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Maka, jika aku mencintaimu, tidak perlu kau repot &#8211; repot untuk balas balik mencintaiku. Aku tak akan menagih kebaikan yang sama seperti yang kulakukan padamu. Maka\u00a0kupikir lebih baik untuk bersegera pergi tanpa berpamitan denganmu. Melupakan segala yang ada tentang dirimu. Memang berat, namun waktu teruslah bergerak, dan mau tidak mau &#8211; suka tidak suka hidup haruslah dilanjutkan&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kimya, aku juga merasakan rasa kehilangan, sama seperti yang kau rasakan. Meskipun, dalam hidupku aku tidak mempunyai pengalaman lain selain kehilangan. Namun tetap saja keadaan ini begitu memukul. Terkadang aku \u00a0tak tahan dan berteriak sekuat tenaga meluapkan kekesalan yang lama kutanggung ini. Begitukah balasan dari dunia yang harus kuterima setelah yang kulakukan selama ini? Jika memang kami tak ditakdirkan bersama, mengapa perasaan ini tumbuh subur dalam sukmaku? Kemarin aku masih merasa senang karena bayang-bayangmu masih hadir dalam mimpiku, kini bayangan itupun direnggutnya juga&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Mungkin aku tidak bisa memiliki apapun di dunia ini selain rasa kehilangan. Maka bekalku yang terbaik menjalani hidup adalah kerelaan dan kesiapan diri untuk menghadapi kehilangan. Semakin aku mencintai dan ingin memiliki sesuatu, maka harus semakin luas ruang dalam diriku yang kusiapkan untuk\u00a0mengalami kehilangan akan sesuatu itu. Hal ini mungkin\u00a0berguna kelak, sehingga aku tidak terlalu terpukul kala hal yang sama menimpaku lagi.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Seiring waktu, di sela- sela kuliahku di Istanbul aku sering menghabiskan waktu untu merenung sendiri. Duduk di senja hari di sebuah kafe bernama\u00a0<em>Boozcada Caf\u00e9<\/em> di seberang sebuah\u00a0dermaga kecil yang berada Selat Bosphorus. Selat yang menjadi pemisah\u00a0\u00a0Benua Eropa dan Asia. Disitu kemudian aku\u00a0menyadari akan sesuatu. Aku sadar bahwa sebenarnya kamu tidak mungkin hilang dari kehidupaku. Meskipun mungkin kau telah berbahagia dengan Ryandi. \u00a0Namun bagiku, \u00a0mustahil kau untuk bisa hilang. Kini aku mengerti mengapa namamu Kimya. Kimya \u00a0di dalam bahasa arab berarti Kimia. Kau memang benar adalah kimia yang sudah mengalir di aliran darahku, menemani trombosit dan mengalir ke seluruh tubuh. Kamu\u00a0adalah kimia yang ada bersama oksigen yang dihirup setiap waktu oleh alveolusku.\u00a0Engkau sudah menyatu denganku\u00a0layaknya denyut jantung, sesuatu yang tak bisa dibedakan, bahkan dengan ruhku sendiri.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aku telah belajar dari kehidupan bahwa \u00a0terkadang ketidakhadiran adalah suatu bentuk kehadiran yang jauh lebih terasa. Mungkin tidak secara fisik, kehadiranmu dalam kimia kehidupanku itulah, menjadi pelecut semangatku di Istanbul, membuatku melarutkan diri dengan kerja keras dan belajar yang dipenuhi dengan dendam rindu.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Ledakan Besar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada suatu masa yang lampau, sekitar sepuluh hingga dua belas miliar tahun yang lalu. Dimana belum ada yang disebut ruang dan waktu. Belum\u00a0ada yang disebut\u00a0berpisah\u00a0ataupun menunggu. Aku dan Kimya masih tak\u00a0berjarak. Masih menyatu bersama galaksi &#8211; galaksi, bersama Hidrogen, Helium, Kalium dan unsur &#8211; unsur lain\u00a0yang sekarang ada di alam semesta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kerapatan alam semesta dan ketika kelengkungan ruang-waktu saat itu tak terhingga.\u00a0Tak ada perhitungan matematika yang berlaku. Tak ada bahasa yang ada selain sunyi. Sampai satu &#8220;Kun&#8221; memulai suatu peristiwa. Peristiwa yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai\u00a0ledakan besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah ledakan yang memulai awal terciptanya ruang dan waktu. Ledakan yang memulai terciptanya jagad raya. Memulai lahirnya\u00a0foton, elektron, neutrino \u00a0beserta anti zarahnya, juga beberapa proton dan neutron. Di detik &#8211; detik awal saat alam semesta mengembang, terjadilah produksi pasangan antara \u00a0elektron dan antielektron. \u00a0Produksi pasangan adalah perjodohan antara suatu zarah dengan anti-zarahnya, yang menyebabkan keduanya larut dan hilang\u00a0berganti oleh\u00a0foton cahaya. Perjodohan itu terjadi\u00a0dengan\u00a0laju yang terus menurun hingga sebagian besar elektron dan antielektron yang ada menjadi\u00a0foton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas di\u00a0zarah sebelah manakah yang kelak akan melahirkan\u00a0Aku dan Kimya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita sama tidak tahu sampai kemudian waktu menjawabnya di belasan miliar tahun kemudian. Aku dan Kimya dilahirkan di planet biru bernama bumi. Salah satu planet di tatasurya dalam gugusan Galaksi bima sakti. Aku dan Kimya tumbuh dan besar di kota\u00a0\u00a0yang berbeda. Layaknya\u00a0\u00a0Adam dan Hawa yang ditakdirkan turun\u00a0ke\u00a0Bumi dalam keadaan berpisah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kimya dilahirkan sebagai anak tunggal di kalangan yang berkecukupan. Tumbuh dan besar dalam kasih sayang kedua orang tuanya. Ia beranjak dewasa menjadi seorang gadis yang anggun dan mempesona. Lembut sikap dan berpenampilan sangat bersahaja. Gadis yang yang bersinar cerah seperti mentari pagi, dengan\u00a0\u00a0bola mata yang hitam layaknya mata rusa. Rambutnya hitam layaknya malam, juga tebal dan bergelombang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapapun lelaki yang menatap parasnya, sudah barang tentu\u00a0jiwa si lelaki itu akan gelisah dan wajah lembut itu akan terkenang hingga ajal menjelang. Apalagi bila sang pemuda menatap pipinya nan kemerahan, sudah pasti degup jantungnya akan berhenti berdetak. Bahkan, jikalau matahari enggan bersinar maka kiranya\u00a0cukup wajah Kimya yang menggantikan sinarnya.\u00a0Terlebih gadis yang memiliki\u00a0pesona\u00a0itu memperoleh anugerah kecerdasan, ia siswi dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Lengkaplah sudah kesempurnaan dan kemuliaan yang ia miliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bersambung.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Kau meminjami aku sebuah buku, yang masih kusimpan hingga kini. Buku yang\u00a0berjudul &#8216;Sejarah Singkat Waktu&#8217; tulisan\u00a0Stephen Hawking. Sebuah buku tentang fisika, namun tidak memilliki rumus matematika apapun di dalamnya selain e=m.c2. Sebuah rumus tentang\u00a0kesetaraan antara massa dan energi. Bahwa massa yang kecil dapat diubah menjadi energi yang\u00a0luar biasa besar&#8221;. &#8220;Aku menemukan engkau menyelipkan satu lembar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,7],"tags":[125,280,356,441],"jetpack-related-posts":[{"id":763,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=763","url_meta":{"origin":2686,"position":0},"title":"Reaksi Nuklir Vs Reaksi Kimia","date":"1 November 2009","format":false,"excerpt":"Reaksi inti sebagaimana jarang orang ketahui - sebenarnya berbeda dengan reaksi kimia. Dikarenakan reaksi tersebut terjadi pada tingkatan\u00a0 inti atom (nukleus) bukannya atom secara keseluruhan. Seperti yang pernah dibahas pada tulisan saya sebelumnya, bahwa energi Kimia dan Energi Atom, sama \u2013 sama berasal dari atom, namun perbedaanya energi kimia yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/11\/d-t-fusion1.png?fit=320%2C318&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":453,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=453","url_meta":{"origin":2686,"position":1},"title":"Radioaktivitas - Partikel Beta","date":"19 Februari 2009","format":false,"excerpt":"Partikel Beta merupakan suatu partikel subatomik yang terlempar dari inti atom yang tidak stabil - beta. Partikel tersebut ekuivalen dengan elektron dan memiliki muatan listrik negatif tunggal -e ( -1,6 x 10-19 C ) dan memiliki massa yang sangat kecil ( 0.00055 atomic mass unit ) atau hanya berkisar 1\/2000\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/230nsc1.phy-astr.gsu.edu\/hbase\/nuclear\/imgnuc\/betaw.gif?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":578,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=578","url_meta":{"origin":2686,"position":2},"title":"Struktur Inti Atom","date":"12 Agustus 2009","format":false,"excerpt":"Operasi sebuah Reaktor Nuklir sangat bergantung pada berbagai jenis dari interaksi antara neutron dengan inti atom. Untuk memahami karakteristik dari reaksi yang terjadi pada Reaktor Nuklir. maka yang paling mendasar kita akan bertanya apakah itu inti atom, dan bagaimana strukturnya? Sebuah atom terdiri dari nukleus yang bermuatan positif dan dikelilingi\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/atom.jpg?fit=309%2C330&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2686"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2686"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2686\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}