{"id":2471,"date":"2014-12-19T05:07:21","date_gmt":"2014-12-18T22:07:21","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2471"},"modified":"2014-12-19T05:07:21","modified_gmt":"2014-12-18T22:07:21","slug":"prestasi-seorang-kurir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2471","title":{"rendered":"Prestasi Seorang Kurir"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"2472\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=2472\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg?fit=500%2C334&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"500,334\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Kurir barang\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg?fit=300%2C200&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg?fit=500%2C334&amp;ssl=1\" class=\"alignright  wp-image-2472\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg?resize=334%2C226\" alt=\"Kurir barang\" width=\"334\" height=\"226\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg?zoom=2&amp;resize=334%2C226 668w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Kurir-barang.jpeg?zoom=3&amp;resize=334%2C226 1002w\" sizes=\"(max-width: 334px) 100vw, 334px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Sering kita menyaksikan berita di TV,\u00a0bahwa kepala daerah ini \u00a0berprestasi, sehingga layak untuk di-capres-kan\u00a0sedangkan pejabat itu tidak berprestasi. Presiden ini berprestasi sedangkan presiden itu\u00a0<em>nirprestasi.<\/em> Namun kita sendiri lupa, apa <em>sih<\/em> arti prestasi itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memahami definisi\u00a0dari satu kata itu penting,\u00a0Menggunakan suatu kata,\u00a0 mesti benar \u00a0dipastikan definisi dan batas dari kata itu.\u00a0Sehingga jangan sampai kita\u00a0<em>sembarangan<\/em> dalam menggunakan kata yang berujung pada\u00a0inflasi\u00a0makna dari kata. \u00a0Silahkan saja dilakukan pembahasan tentang apa definisi \u00a0prestasi itu. Saya hanya akan membahas dalam cakupan pengertian saya,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika seorang makan, lalu kenyang, maka kenyang itu\u00a0<em>nggak<\/em> bisa disebut prestasi.\u00a0Ketika rakyat membayar pajak, agar pemerintah dapat bekerja, maka kerja itu bukan prestasi. Juga jika\u00a0ada seseorang kurir yang\u00a0dibayar untuk mengantarkan paket, dan\u00a0ketika paket itu sampai dengan selamat kepada penerima, maka sampainya paket itu bukan prestasi. Kita tidak bisa menyebut &#8216;prestasi&#8217; kepada seseorang yang melakukan sesuatu yang memang sudah menjadi\u00a0tugas dan kewajibannya melakukan sesuatu tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kurir itu bisa kita perluas konteksnya sebagai\u00a0pemerintah, dan paket itu adalah kesejahteraan, sedangkan penerima yang berhak \u00a0adalah rakyat. maka apakah paket yang harusnya diantar si\u00a0kurir itu memang sampai tepat waktu ke penerimanya dengan utuh? Ataukah <em>malah<\/em> paketnya dijual ke tetangga? Tidak menjadi masalah bagaimana cara kurir mengantarkan paket itu, apakah <em>kudu<\/em> blusukan dulu ke rumah penerima, jumpa pers atau langsung saja antar\u00a0paket, selesei.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika digunakan pengertian bahwa prestasi berarti\u00a0<em>achievement,\u00a0<\/em>atau pencapaian, maka tentu harus ada tolok ukur jelas apa yang mesti dicapai oleh si kurir,\u00a0misalkan kapan paket itu harus sampai ke tangan penerima, \u00a0bagaimana pelayanannya, bagaimana standar mutu barang yang layaknya diterima konsumen. Semua kriteria itu biasa \u00a0disebut sebagai target. Jika seseorang tepat mencapai target, itupun belum\u00a0bisa serta merta disebut berprestasi, namun baru berada pada posisi impas. Baru ketika ia mampu menembus target, melakukan sesuatu yang bahkan tidak diwajibkan padanya, ia\u00a0\u00a0baru layak disebut berprestasi. Seorang murid disebut berprestasi berdasarkan nilai -nilai terukur yang ia dapatkan saat ujian,\u00a0\u00a0tidak boleh\u00a0penilaian murid didasarkan oleh kabar angin diantara murid- murid yang lain atau malah dari lembaga survey.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain target, tentu kit<a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/unduhan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"2474\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=2474\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/unduhan.jpg?fit=294%2C171&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"294,171\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"unduhan\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/unduhan.jpg?fit=294%2C171&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/unduhan.jpg?fit=294%2C171&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-full wp-image-2474\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/unduhan.jpg?resize=294%2C171\" alt=\"unduhan\" width=\"294\" height=\"171\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>a\u00a0memerlukan juri, yang memiliki fungsi dan hak untuk menilai berdasarkan target -target yang ada, sehingga dapat\u00a0ditentukan apakah\u00a0seseorang bisa disebut berprestasi atau tidak? Si juri bisa pihak yang sama dengan yang memberikan target, atau boleh jadi berlainan, namun posisinya mesti lebih tinggi secara hirarki dari objek yang ia nilai. Semisal hanya guru yang berhak menilai muridnya berprestasi atau tidak. Tidak boleh sesama murid mengisi rapor temannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semenjak Amandemen Konstitusi UUD45, tidak ada mekanisme objektif yang mampu menilai si kurir, yang tak lain adalah\u00a0presiden \u00a0disebut berprestasi atau tidak, karena GBHN telah\u00a0dihapus, dan posisinya digantikan oleh UU yang merupakan hasil rembuk antara DPR-Presiden. Bagaimana mungkin murid bisa menentukan target\u00a0<em>seenaknya<\/em> sendiri hanya dengan<em> ngrembuk<\/em>\u00a0orang yang berposisi setara dengannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MPR \u00a0yang dulu merupakan juri sekaligus majikan yang berhak memecat sang kurir, sekarang lagi bukan lembaga tertinggi negara. Ia telah diturunkan pangkatnya jadi hanya\u00a0lembaga tinggi negara, berposisi setara dengan\u00a0pihak yang harusnya menjadi kurir-nya. Presiden bukan lagi mandataris MPR, presiden hanya menyampaikan laporan kerja kepada MPR, bukan lagi laporan pertanggungjawaban. Lalu siapa yang menilai laporan kerja presiden? Semua diserahkan kepada konsumen, yaitu rakyat secara langsung, tentu \u00a0rakyat tidak akan pernah diijinkan berpikir obyektif karena bertubi-tubinya giringan dari\u00a0opini-opini media massa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka kemudian jangan pernah heran\u00a0kenapa pembangunan jangka panjang negeri ini tidak pernah tercapai. Jangan pernah protes kenapa paket kiriman yang kita beli dengan uang pajak tidak pernah sampai, atau jika beruntung, paket diterima\u00a0namun dengan kondisi \u00a0tidak utuh lagi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering kita menyaksikan berita di TV,\u00a0bahwa kepala daerah ini \u00a0berprestasi, sehingga layak untuk di-capres-kan\u00a0sedangkan pejabat itu tidak berprestasi. Presiden ini berprestasi sedangkan presiden itu\u00a0nirprestasi. Namun kita sendiri lupa, apa sih arti prestasi itu? Memahami definisi\u00a0dari satu kata itu penting,\u00a0Menggunakan suatu kata,\u00a0 mesti benar \u00a0dipastikan definisi dan batas dari kata itu.\u00a0Sehingga jangan sampai kita\u00a0sembarangan dalam menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2472,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[434,435],"jetpack-related-posts":[{"id":644,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=644","url_meta":{"origin":2471,"position":0},"title":"Berorganisasi Vs Belajar ?","date":"27 Agustus 2009","format":false,"excerpt":"Rabu, 26 Agustus 2009 kemarin, saya diundang selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Elektronika Instrumentasi STTN BATAN untuk mengisi acara penegenalan HIMA (Himpunan Mahasiswa) pada kegiatan POSTER 2009 (Pekan Orientasi Study Terpadu). Mengenai huruf 'y' pada kata study, janganlah dipermasalahkan - saya sengaja salah menulisnya, toh memang tidak semua dari kita\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/08\/dscf0390a.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3342,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3342","url_meta":{"origin":2471,"position":1},"title":"Siapa Menghina Presiden","date":"15 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Pada 7 Desember 2006 silam,\u00a0Mahkamah Konstitusi melalui putusannya No. 013-022-\/PUU-IV\/2006\u00a0menyatakan mengabulkan seluruhnya permohonan Uji Materi terhadap beberapa pasal yang tergolong \u201cpenghinaan terhadap presiden\/kepala negara\u201d. Pasca-keputusan MK dengan tersebut, klausul \u201cpenghinaan presiden\u201d seperti pada pasal 134, 136bis, dan 137 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dianggap tidak berlaku lagi. Setelah sekian lama pasal\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/555dfb010423bdaa388b4567.jpeg?fit=500%2C334&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":838,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=838","url_meta":{"origin":2471,"position":2},"title":"Berita Baik dari Indonesia","date":"3 Maret 2010","format":false,"excerpt":"Apa yang anda pikirkan dari Indonesia? Negeri yang penuh korupsi, bencana alam tiada henti, terorisme, gubug reyot di pinggir sungai dengan anak \u2013 anak kurang gizi dan busung lapar? Sehingga anda beranggapan bahwa mungkin tak ada sesuatu yang membuat anda bangga sebagai\u00a0 bangsa Indonesia. Semua berita entah media elektronik ataupun\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2010\/03\/image002.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2471"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2471\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}