{"id":241,"date":"2008-08-29T08:35:57","date_gmt":"2008-08-29T01:35:57","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=241"},"modified":"2008-08-29T08:35:57","modified_gmt":"2008-08-29T01:35:57","slug":"ngalor-ngidup-tentang-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=241","title":{"rendered":"Ngalor &#8211; Ngidur Tentang Teknologi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Kemarin sore, saya iseng &#8211; iseng pergi ke warnet sebelah kosan, untuk sekedar browsing dan mencari informasi. Ketika saya sampai di depan wanet, terlihat banyak kendaraan yang terparkir di sana. &#8220;<em>Hm..Mungkin didalam penuh<\/em>&#8221; Gumamku dalam hati. Sayapun masuk dan menanyakan apakah ada komputer yang kosong. Sang wanita penjaga warnet melihat sebentar pada monitor sambil memainkan mousenya. Kemudian dia berkata &#8220;<em>Penuh mas<\/em>&#8220;.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Karena penuh, maka terpaksa saya harus mengantre untuk mendapat giliran, Sayapun duduk di sofa yang letaknya berada di depan meja operator. Sembari menunggu sayapun membolak &#8211; balik tabloid infotainment yang kebetulan tergeletak di depan, sambil sesekali melihat wajah manis si penjaga warnet yang sedang asyik dengan komputernya. Tampak dia senyam &#8211; senyum dan <em>cengengesan<\/em> sendiri dengan monitor komputer di depannya dan tidak menyadari bahwa ada monster yang sedang mengintainya dari  dekat. ha ha ha ha \ud83d\ude08<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more--><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/08\/dsc047551.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-244\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/08\/dsc047551.jpg?resize=184%2C138\" alt=\"\" width=\"184\" height=\"138\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Namun kali ini, bukan si gadis penjaga warnet yang membuat saya keheranan. Tapi perilaku anehnya yaitu sering <em>mesam &#8211; mesem<\/em> sendiri pada monitor komputer. Apakah mungkin tidak ada cowok yang lebih cakep, sehingga dia naksir monitor? \ud83d\ude06 jawabannya jelas tidak. Lalu apa?  Mungkin saja dia sedang asyik chating dengan teman mayanya di london atau di Bantul sono. Mungkin melihat perilaku tersebut orang pasti akan mahfum dengan segera. Namun bagaimana jika0 kelakuan ini terjadi pada tahun 1990? Pasti orang yang melihatnya akan geleng &#8211; geleng kepala, sambil mengurut dada. Tanda prihatin<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Saya jadi teringat, pernah ada seorang guru yang waktu itu sedang bertugas menjaga anak didiknya mengerjakan soal ujian. Si guru mesam &#8211; mesem sendiri sembari memperhatikan sesuatu di dalam tasnya. Tentu, melihat tingkah laku gurunya seperti ini, si murid hampir bisa memastikan bahwa gurunya sedang ber-SMSan ria. Saking asyiknya, sang guru tidak sadar, bahwa ada salah satu murid yang saling berkirim jawaban kepada temannya dengan teknologi yang sama. Namun bayangkan jika hal yang sama terjadi pada 10 atau 15 tahun yang lalu, Pasti si murid akan mengira gurunya yang tercinta sedang dilanda tekanan batin yang mendalam dari konflik rumah tangganya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Yah, teknologilah yang membuat hal yang dulunya aneh, menjadi tidak aneh lagi. 20 tahun yang lalu, orang merasa aneh ketika melihat komputer, bahkan mungkin suku pedalaman akan mengiranya sebuah kotak mistis tempat menghuninya para dewa &#8211; dewa. Namun sekarang, justru orang akan terlihat aneh jika tidak mengenal semuanya itu.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Sekarang orang sudah terbiasa menggunkan handphone, padahal 10 tahun yang lalu, handphone merupakan barang miliknya orang kaya, miliknya orang wah. Namun kini, dari tukang bakso, penjual mi keliling, penjaga warung sampai mahasiswa, hingga pejabat tinggi dan pengusaha, rata &#8211; rata memiliki handphone di saku celananya. Tapi masalah handphone type, merek dan isi pulsanya berapa itu sih urusan belakangan. \ud83d\ude06<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Setelah demam handphone dimana &#8211; mana, sekarang mulai menjangkit demam laptop. Sudah bukan barang baru lagi, (meskipun masih terkesan mewah bagi beberapa orang) jika kita jumpai orang menenteng atau memainkan laptopnya di sudut &#8211; sudut kampus ataupun di tempat -tempat yang menyediakan <em>hotspot<\/em>. Entah masalah <em>gengsi<\/em>, <em>gaya-gayaan<\/em>, atau bagian dari gaya hidup, saya sendiri <em>ngga ngerti<\/em>. Tapi, mungkin saja, beberapa tahun yang akan datang, laptop sudah menjadi bagian dari kebutuhan dari hidup ini, dan mungkin akan kita jumpai tiap orang, mulai dari SD sampai kakek -nenek sedang asyik berinternet ria dengan laptopnya di arena &#8211; arena <em>hotspot<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Namun sayang sekali, dari kesemuanya itu saya prihatin, karena bangsa kita masih dalam taraf pemakai dan konsumen teknologi, belum ke taraf produsen dan pengembang dari teknologi. Seharusnya kita tidak berbangga diri dengan teknologi yang ada di depan kita, karena itu bukanlah milik kita, tapi milik orang lain yang dijual ke kita. Indonesia yang berpenduduk banyak ini merupakan pasar yang besar bagi negara &#8211; negara kecil di eropa dan jepang. Kita sebagai bangsa telah di <em>cekok&#8217;i <\/em>dengan pola pikir dan gaya hidup modern yang bermacam &#8211; macam dan aneh &#8211; aneh yang pada akhirnya hanya menghilangkan produktivitas kita sebagai bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Saya berharap itu semua tidak terjadi, dan jika memang telah terjadi, semoga segera berlalu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemarin sore, saya iseng &#8211; iseng pergi ke warnet sebelah kosan, untuk sekedar browsing dan mencari informasi. Ketika saya sampai di depan wanet, terlihat banyak kendaraan yang terparkir di sana. &#8220;Hm..Mungkin didalam penuh&#8221; Gumamku dalam hati. Sayapun masuk dan menanyakan apakah ada komputer yang kosong. Sang wanita penjaga warnet melihat sebentar pada monitor sambil memainkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,10,11,12],"tags":[100,177,190,274,313,367,399,542],"jetpack-related-posts":[{"id":699,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=699","url_meta":{"origin":241,"position":0},"title":"Me-wikipedia-kan Kampus Nuklir","date":"15 September 2009","format":false,"excerpt":"Liburan lebaran tiba juga, banyak yang senang. Banyak juga yang ngga puas. Masak baru masuk sebentar sudah libur lagi :mrgreen: *ditimpukin*. Habisnya saya bingung harus ngapain mengisi liburan kali ini. Nungguin buka puasa di rumah terasa lama, berbeda jika hari - hari aktif kuliah - waktu terasa begitu cepat, eh\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2009\/09\/sttn1.jpg?fit=775%2C554&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1560,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1560","url_meta":{"origin":241,"position":1},"title":"Lintas Jogja dengan TransJogja","date":"23 Mei 2008","format":false,"excerpt":"Ah, akhir - akhir ini saya menjadi jarang posting. Bukan karena apa - apa, namun tidak tahu kenapa komputer kampus akhir-akhir ini jadi sering error, ketika saya mengklik menu new post, eh tiba - tiba browsernya nutup sendiri. Kira - kira kenapa ya? :roll: Namun bukan itu yang sebenarnya saya\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":369,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=369","url_meta":{"origin":241,"position":2},"title":"Kehilangan Kunci..","date":"31 Oktober 2008","format":false,"excerpt":"Apa yang akan terjadi jika kunci kamar kos anda hilang ? Bingung? Atau bagaimana? Itulah yang terjadi pada saya tepat seminggu yang lalu, di saat pulang praktikum Elektronika Digital. Begitu, selesei praktikum dan telah beberapa langkah keluar dari Laboratorium Elektronika. Saya baru tersadar akan kunci kamar saya yang tidak di\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/04\/sdc10676c.jpg?fit=1200%2C460&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/241"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/241\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}