{"id":2392,"date":"2014-11-19T00:52:45","date_gmt":"2014-11-19T00:52:45","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2392"},"modified":"2014-11-19T00:52:45","modified_gmt":"2014-11-19T00:52:45","slug":"negara-syukur-republik-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2392","title":{"rendered":"Negara Syukur Republik Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"2393\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=2393\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?fit=1200%2C849&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"1200,849\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?fit=300%2C212&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?fit=708%2C501&amp;ssl=1\" class=\" wp-image-2393 alignleft\" alt=\"10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?resize=302%2C214\" width=\"302\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?resize=300%2C212&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?resize=768%2C543&amp;ssl=1 768w, https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?resize=1024%2C724&amp;ssl=1 1024w\" sizes=\"(max-width: 302px) 100vw, 302px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Selamat datang, di negeriku tercinta Indonesia. Sebuah negara rasa syukur. Tidak ada di belahan dunia lain di seluruh dunia, ada sebuah negara yang memiliki rakyat dengan manajemen syukur melebihi apa yang dimiliki bangsa Indonesia. Peristiwa termutakhir ini pun semakin memperkuat prestasi dari manjemen sabar &#8211; syukur yang tiada taranya di kolong langit milik Tuhan ini. Ketika BBM naik, maka rakyat\u00a0<em>nggak \u00a0<\/em>\u00a0akan protes, apalagi menggalang aksi revolusi. Bersyukurlah, karena masih untung baru naik 2000 rupiah. Coba bandingkan dengan negera matahari terbit &#8211; jepang dimana tidak ada subsidi sama sekali untuk konsumsi BBM-nya. Terlepas dari Pemerintahan jepang yang begitu <em>concern<\/em> terhadap transportasi publik rakyatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rakyat Indonesia tidak memiliki kecengengan seperti rakyat belahan dunia lain. Mereka bersyukur dengan transportasi ruwet dan mahal di indonesia. Daripada menuntut pemerintah, mereka akan lebih banyak melakukan introspeksi diri, dan bekerja lebih keras. Sebuah etos yang tidak mungkin bisa dibayangkan tumbuh jika tidak di pikiran rakyat \u00a0Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka tidak ada pemerintahan yang lebih mudah dibandingkan dengan pemerintahan negeri ini. Betapapun sporadisnya pembangunan yang ada di Indonesia, jangan coba-coba menuntut pemerintah, karena apapun &#8220;bantuan&#8221; yang diberikan pemerintah wajiblah disyukuri. Dan kesulitan apapun yang ada di negeri ini harus dijawab dengan kerja lebih keras lagi. Bahkan tidak ada sedikitpun di hati rakyat indonesia perasaan jengkel untuk menuntut pemerintahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di negeri rasa syukur ini, jangan pernah berani -mengkritis mengkritisi pemerintah. Karena engkau akan menjadi musuh rakyat. Di mata rakyat, pemerintah ibarat bayi yang digendong &#8211; gendong dan harus diasuh dengan kebesaran hati rakyatnya. Rakyat akan mencari seribu alasan untuk pemakluman, apapun kesalahan pemerintahannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka jika engkau tidak bisa bersyukur di Indonesia, belajarlah untuk bersabar, perbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan. Mohon ampunlah padaNya, karena mungkin engkau belum pantas menjadi rakyat Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan sendiri berfirman untuk memberi kabar\u00a0gembira pada orang &#8211; orang yang bersabar apabila ditimpa musibah. Dan Bersyukur apabila mendapat karunia Tuhannya. \u00a0Maka bergembiralah jika\u00a0engkau lahir dan tinggal \u00a0di Negara Syukur Republik Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat datang, di negeriku tercinta Indonesia. Sebuah negara rasa syukur. Tidak ada di belahan dunia lain di seluruh dunia, ada sebuah negara yang memiliki rakyat dengan manajemen syukur melebihi apa yang dimiliki bangsa Indonesia. Peristiwa termutakhir ini pun semakin memperkuat prestasi dari manjemen sabar &#8211; syukur yang tiada taranya di kolong langit milik Tuhan ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[62],"jetpack-related-posts":[{"id":1559,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1559","url_meta":{"origin":2392,"position":0},"title":"Kenaikan BBM dan Bagaimana Sikap Kita","date":"16 Mei 2008","format":false,"excerpt":"Pemerintah telah memberikan sinyal tentang kenaikan BBM, kabarnya Premium akan dinaikkan 30% dari semula 4500 rupiah menjadi 6000 rupiah. SPBU pun dipenuhi oleh antrian kendaraan bermotor yang ingin mengisi bahan bakar, namun juga ada spekulan -spekulan nakal, yang memanfaatkan situasi dengan membeli Premium kedalam jerigen - jerigen, menimbunnya, dan baru\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/www.uic.com.au\/graphics\/US_ElectProduction_Costs.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2564,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2564","url_meta":{"origin":2392,"position":1},"title":"Negeri \"Tinggal Landas\" Republik Indonesia","date":"29 Maret 2015","format":false,"excerpt":"Pelaut yang handal tidak dilahirkan di laut dengan ombak yang tenang, namun di samudera yang penuh dengan gelombang. Inilah pepatah yang benar - benar dipegang oleh pemerintahan negeri ini. Mereka, para penentu keputusan, benar - benar paham, bahwa keadaan yang adem ayem layaknya negeri uttara kuru dalam kitab Mahabarata, tidak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2014\/11\/10918009-indonesia-flag-painted-on-old-brick-wall.jpg?fit=1200%2C849&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3479,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3479","url_meta":{"origin":2392,"position":2},"title":"Negeri Sabar Dan Syukur","date":"2 April 2016","format":false,"excerpt":"Di Negera Syukur Republik Indonesia. Rakyat begitu murah hati. Meskipun telah menyetorkan sejumlah uang yang disebut \"pajak\"\u00a0kepada pemerintahnya. Mereka juga masih harus rela meluangkan waktunya - yang seharusnya digunakan untuk bekerja mencari nafkah- untuk berdesak-desakan antri melaporkan SPT kepada petugas pajak yang duduk manis di kantornya. Para akademisi dan pengamat\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/antarafoto-antri-penyerahan-spt-310315-zk-4.jpg?fit=1200%2C800&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2392"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2392"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2392\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}