{"id":2377,"date":"2014-11-16T13:49:51","date_gmt":"2014-11-16T13:49:51","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2377"},"modified":"2014-11-16T13:49:51","modified_gmt":"2014-11-16T13:49:51","slug":"siapa-yang-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2377","title":{"rendered":"Siapa Yang Tahu?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Suatu ketika seorang lelaki berjalan dalam senja, memunggungi kota, \u00a0menyusur semak belukar,\u00a0menuruti bayang-bayangnya sendiri di depan. Angin senja menghempas di kiri kanannya, bersama debu yang berputar &#8211; putar tak tentu. Kemana debu itu pergi, tiada yang tahu. Pun tiada yang perduli apa yang sedang dirundung olehnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejenak lelaki itu berhenti dari langkahnya. Pandangannya nanar, merasakan angin yang berhembus di sekitarnya. Sejenak ia mulai memahami bahwa\u00a0<span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">debu itu juga menanggung beban rindu sepertinya. Ia sedang menunggu di jalan setapak yang ia lalui. Mungkin menunggu kekasih hati dari sudut kejauhan. Sekedar melihat senyum dan rona pipi merahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senja semakin gelap, melihatkan rona merahnya, hingga kemudian \u00a0langit menebar tirai hitamnya.\u00a0Lelaki itu melanjutkan perjalanannya hingga tak terlihat lagi. Bersama detak detik waktu ia berjalan menyusuri jalan setapak yang tiada seorangpun tahu.<span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malam demi malam, hari &#8211; demi hari, tahun demi tahun. Lelaki itu tak terlihat lagi. Siapa yang tahu? Namanya pun tiada yang mengenalnya, mungkin ia juga layaknya debu yang bertebaran di udara, meracuni setiap rongga pernafasan. Adakah kita adalah lelaki itu? Pun tiada yang tahu. Apakah dalam lelaki itu ada diri kita, yang sedang menyusuri sebuah jalan sendiri?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa yang tahu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiada yang tahu, tiada yang mengenalnya, Begitupun kita, siapakah yang sanggup benar &#8211; benar mengenal kita? Mereka tidak lebih hanya menumpuk &#8211; numpuk prasangkanya kepadamu. Maka kita menjadi sendiri. Kita adalah pemuda itu, yang &#8220;sendiri&#8221; , karena tidak ada orang yang\u00a0tahu benar\u00a0siapa kita dan apa yang sesungguhnya kita lakukan. Kita menjadi\u00a0&#8220;sendiri &#8221; , karena seringkali anggapan kita tentang diri kita dan apa yang kita lakukan bisa sangat berbeda jauh dengan apa yang dianggap oleh orang lain.<\/p>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suatu ketika seorang lelaki berjalan dalam senja, memunggungi kota, \u00a0menyusur semak belukar,\u00a0menuruti bayang-bayangnya sendiri di depan. Angin senja menghempas di kiri kanannya, bersama debu yang berputar &#8211; putar tak tentu. Kemana debu itu pergi, tiada yang tahu. Pun tiada yang perduli apa yang sedang dirundung olehnya. Sejenak lelaki itu berhenti dari langkahnya. Pandangannya nanar, merasakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"jetpack-related-posts":[{"id":3887,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3887","url_meta":{"origin":2377,"position":0},"title":"Tulisan Senja","date":"6 Oktober 2017","format":false,"excerpt":"Matahari bergerak terbenam di ujung barat. Langit - langit bermain dengan warna jingga. Siang kini telah menjadi senja, Sementara aku dan nafasku\u00a0 menulis kata ini untukmu. Kasih, dunia ini dipenuhi ketidaktahuan. Sebentar lagi malam tiba. Bayang - bayang gelap menyelimuti. Di depan, belakang, kiri, dan kanan. Semua akan gelap.\u00a0 Kita\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/d2770827-a107-4803-841c-33f55823ca21.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2686,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2686","url_meta":{"origin":2377,"position":1},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 3)","date":"13 April 2015","format":false,"excerpt":"\"Kau meminjami aku sebuah buku, yang masih kusimpan hingga kini. Buku yang\u00a0berjudul 'Sejarah Singkat Waktu' tulisan\u00a0Stephen Hawking. Sebuah buku tentang fisika, namun tidak memilliki rumus matematika apapun di dalamnya selain e=m.c2. Sebuah rumus tentang\u00a0kesetaraan antara massa dan energi. Bahwa massa yang kecil dapat diubah menjadi energi yang\u00a0luar biasa besar\". \"Aku\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1863,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1863","url_meta":{"origin":2377,"position":2},"title":"Perjalanan Hati","date":"21 Oktober 2012","format":false,"excerpt":"Seorang lelaki di fajar kehidupan\u00a0 duduk di atas balkon rumahnya yang sepi.\u00a0 Ia melihat langit ditaburi bintang \u2013 bintang gemerlapan diselimuti gelap langit malam. Rona wajahnya merefleksikan kisah \u2013 kisah hidupnya yang kemudian menjadi warna \u2013 warna dalam pikirannya Kemudian untuk sejenak, ia melihat gambar seorang gadis yang selalu tersimpan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2377"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2377"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2377\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}