{"id":2284,"date":"2014-03-28T17:51:20","date_gmt":"2014-03-28T17:51:20","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2284"},"modified":"2014-03-28T17:51:20","modified_gmt":"2014-03-28T17:51:20","slug":"ketidakpastian-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2284","title":{"rendered":"Ketidakpastian Kita"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya apa yang membuat manusia untuk terus hidup adalah kemampuan dan kesanggupanya untuk terus belajar. Dan semakin hari &#8211; semakin hari kita mulai memahami bahwa &#8216;ketidakpastian&#8217; adalah unsur dasar dari\u00a0<em>kemakhlukan<\/em> kita. Jika Tuhan itu Maha Pasti. Maka sifat dasar\u00a0pada makhluk adalah &#8216;ketidakpastian&#8217;, bahkan hidup adalah ketidakpastian itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dunia Fisika kita mengenal yang disebut dengan Kaidah ketidakpastian (<em>uncertainty principle)<\/em>\u00a0Heinsenberg untuk Mekanika Kuantum. Dimana menurut kaidah itu jika kita melakukan pengukuran yang sama di sejumlah besar sistem yang sama, kita akan dapati bahwa hasil pengukuran itu adalah A di sejumlah kasus, B di dalam kasus-kasus yang lain dan seterusnya. Kita dapat memperkirakan berapa kali hasilnya akan A atau B tapi tak bisa memprediksi hasil pengukuran tertentu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Boleh kita bekerja keras, berencana sebaik &#8211; baiknya, namun kita tidak akan pernah punya\u00a0<em>privilige<\/em> untuk menjamin kepastian akan hasil. Karena itulah etika kita ketika berjanji adalah mengucapkan kalimat\u00a0&#8220;insya Allah&#8221;.\u00a0<em>Insya Allah,\u00a0<\/em> adalah pernyataan ketidakmampuan kita untuk memastikan segala sesuatu, dan menyerahkanya hanya kepada Allah, Yang Maha Pasti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang disebut sebagai\u00a0baik, dan yang mana sebagai buruk, sebagian besar kita masih\u00a0menginterpretasikannya berdasarkan apa yang menjadi rencana atau keinginan kita. Sesuatu bisa jadi baik, jika itu bersesuaian\u00a0keinginan, dan keburukan adalah segala sesuatu yang diluar keinginan atau rencana. Padahal jelas,\u00a0penafsiran adalah penafsiran yang \u00a0penuh dengan ketidakpastian dan relativisime<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi atas dasar ketidakpastian itulah, penilaian kita, kritik, penghakiman tetaplah harus dilandasi oleh keinsyafan kita akan keterbatasan dan\u00a0ketidakpastian dari\u00a0kemakhlukan kita. Selebihnya, keyakinan yang tak bisa ditawar-tawar adalah bahwa hanya Allah-lah yang Maha Kuasa dan Maha Mampu untuk menyelenggarakan penilaian yang sehakiki-hakikinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, Satu &#8211; satunya jalan untuk kita hanyalah menyerahkan ketidakpastian hidup ini \u00a0kedalam kepastian Agung milik Tuhan. Islam berarti berserah, siapa yang menyerahkan diri-tidak-pasti-nya kepada Allah. Dialah\u00a0Muslim.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya apa yang membuat manusia untuk terus hidup adalah kemampuan dan kesanggupanya untuk terus belajar. Dan semakin hari &#8211; semakin hari kita mulai memahami bahwa &#8216;ketidakpastian&#8217; adalah unsur dasar dari\u00a0kemakhlukan kita. Jika Tuhan itu Maha Pasti. Maka sifat dasar\u00a0pada makhluk adalah &#8216;ketidakpastian&#8217;, bahkan hidup adalah ketidakpastian itu sendiri. Dalam dunia Fisika kita mengenal yang disebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[246],"jetpack-related-posts":[{"id":3384,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3384","url_meta":{"origin":2284,"position":0},"title":"Pencacah Radiasi Nuklir Rumahan","date":"24 Desember 2015","format":false,"excerpt":"Hari rabu kemarin saya menerima kiriman paket yang dibawa kurir PT POS Indonesia. Oh, ternyata pesanan saya Air Counter Gamma Radiation\u00a0-yang saya beli secara online dari\u00a0jepang, ternyata sudah sampai. Pak pos, meminta biaya 3000 rupiah yang disebutnya sebagai \"bea lalu\". Setelah mengeluarkan selembar dua ribu dan seribu rupiah, sayapun memparaf\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/IMG_20151223_130626.jpg?fit=467%2C623&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":906,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=906","url_meta":{"origin":2284,"position":1},"title":"Merakit dan Memprogram Sensor Warna","date":"20 Mei 2010","format":false,"excerpt":"Setelah tulisan saya yang lalu yang membahas tentang konsep dasar sensor warna, sekarang akan dibahas mengenai bagaimana merakit sendiri dan memprogram sebuah sensor warna sederhana. Untuk mendeteksi dari sejumlah warna. Yang dibutuhkan hanyalah satu LED dan satu sensor seperti sensor detektor pemancar inframerah , dapat dilihat pada gambar LED bening\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Elektronika dan Robotik\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/image0081.jpg?fit=359%2C391&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":304,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=304","url_meta":{"origin":2284,"position":2},"title":"Sekilas Tentang Radiasi (Pembuka)","date":"24 September 2008","format":false,"excerpt":"Apa yang pertama melintas di pikiran anda ketika mendengar istilah radiasi? Pasti yang terbayangkan pertama kali adalah sesuatu yang mengerikan seperti penyakit kanker, kerusakan genetis, atau bahkan kemandulan. Anggapan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun anggapan demikian juga bisa dikatakan sebagai anggapan yang menyesatkan. Kenapa? Karena seperti yang tidak diketahui\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Fisika\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/www.heritage.org\/Research\/EnergyandEnvironment\/images\/b2087_chart1.gif?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2284"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2284"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2284\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}