{"id":2170,"date":"2013-12-27T15:22:26","date_gmt":"2013-12-27T15:22:26","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2170"},"modified":"2013-12-27T15:22:26","modified_gmt":"2013-12-27T15:22:26","slug":"the-coke-machine-membongkar-kebenaran-kotor-minuman-ringan-favorit-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2170","title":{"rendered":"The Coke Machine : Membongkar Kebenaran Kotor Minuman Ringan Favorit Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/pustaka.ruangtedy.net\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/IMG_20131227_080654-e1388106858338.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-29\" alt=\"IMG_20131227_080654\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/pustaka.ruangtedy.net\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/IMG_20131227_080654-e1388106858338-225x300.jpg?resize=225%2C300\" width=\"225\" height=\"300\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku yang memiliki judul asli <strong>The Coke Machine<\/strong>,<em> The Dirty Truth Behind the World&#8217;s Favorite Soft Drink<\/em> yang ditulis oleh Michael Blanding ini, \u00a0 dikategorikan oleh Elex Media Komputindo bergenre Manajemen, meskipun setelah saya beli dan saya baca tuntas lebih dari 1 tahun yang lalu, ternyata \u00a0isinya tidak berkaitan dengan manajemen namun lebih membongkar bagaimana rahasia gelap perusahaan besar ini, yang selama ini tidak pernah kita tahu<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Coca &#8211; Cola Company bukan hanya sebuah perusahaan multinasional raksasa Amerika Serikat, tetapi juga sebuah simbol budaya pop yang dicintai masyarakat dunia, dia \u00a0menjadi simbol kesatuan dan harmoni dengan biaya tidak sedikit, sehingga membuatnya dihargai jutaan orang di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda tidak akan pernah percaya sebelum membaca sendiri buku ini, bahwa ternyata perusahaan minuman soda tersebut mendalangi terjadinya banyak pembunuhan, seperti yang terjadi Isidro Gil, Sekretaris Jenderal SINALTRIAL, \u00a0serikat pekerja di pabrik pembotolan Coca &#8211; Cola di Kolombia, Amerika Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Pada bagian awal, anda akan dihadapkan pada sejarah singkat minuman Coca &#8211; Cola yang ternyata tidak bisa dipisahkan dari bidang obat &#8211; obatan. Pertama kali ia ditemukan pada tahun 1886, John Pemberton \u00a0mempromosikannya \u00a0sebagai \u00a0obat penyembuh segala penyakit yang berasal dari bahan daun kokain ( Coca berarti Koka atau Kokain). Obat Koka itu dijual di apotek-apotek dan dianjurkan untuk diminum tiga kali sehari untuk gejala penyakit apapun. Pada saat itu memang Coca &#8211; cola menjadi barang yang umum di jual di apotek &#8211; apotek di Amerika Serikat, yang direkomendasikan sebagai obat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Yang paling menarik bagi saya, adalah ketika membaca pada bab berikutnya, kita akan dibawa mengalir tentang \u00a0bagaimana seiring berkembangnya perusahaan ini, target ambisiusnya serta strategi pemasarannya dalam membangun merek yang kemudian meningkatkan konsumsi masyarakat pada minuman ini. Perlahan tetapi pasti \u00a0masyarakat mulai merasakan efek negatif dari minuman tersebut, (meskipun pihak Coca-Cola berungkali membantahnya, dengan menunjukan jenis penelitian yang menunjukan hasil berlawanan). \u00a0Seperti adanya fakta bahwa ketika tingkat obesitas penduduk amerika serikat naik dua kali lipat pada tahun 1970-1978, maka minuman soda berperan dalam hampir separuh peningkatan jumlah kalori dalam makanan sehari-hari, yang juga otomatis menjadi sumber kalori terbesar satu-satunya bagi orang normal yakni 7 persen bagi dewasa dan 10 persen bagi anak-anak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahli Nutrisi David Ludwig mempublikasikan sebuah penelitian di sebuah jurnal inggris The Lancet pada tahun 2001. Dalam penelitian itu Ludwig mengikuti lima ratus anak berusia sebelah tahun selama lebih dari dua tahun dan kemudian sampai pada kesimpulan bahwa setiap porsi soda yang ditambahkan ke dalam makanan mereka setiap hari meningkatkan kegemukan sekitar 60 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 1983, perusahaan soda seperti Pepsi dan Coca &#8211; Cola menggunakan pemanis sintetis aspartam pada minuman mereka, yang kemudian diketahui bahwa pemanis tersebut bersifat karsinogenik. Bahkan pada tahun 1990 seorang ahli kima menemukan kandungan benzene dalam jumlah berlebihan &#8211; sebuah bahan kimia yang berkaitan dengan leukimia dan kanker jenis lain- dalam beberapa produk soda, khususnya soda diet rasa jeruk. Bahan kimia tersebut ternyata terbentuk akibat reaksi bahan pengawet sodium benzoat dengan asam arskobat (vitamin C). FDA (Food Drink Association) kemudian menemukan bahwa 79% soda diet terkontaminasi benzoat rata &#8211; rata 19 ppb. Tidak terkecuali pada Fanta Orange Pinneaple Soda dari Coke yang terkontaminasi benzene hampir 24ppb. Meskipun Tim humas Coke segera bereaksi dan menyangkalnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Pengaruh kesehatan ini yang kemudian melatarbelakangi banyak LSM menyatakan &#8216;perang&#8217; karena bagaimana minuman ini telah memonopoli minuman yang ada di sekolah-sekolah di Amerika Serikat. Murid -murid tidak akan menemui di sekolah &#8211; sekolah mereka minuman seperti susu ataupun jus dijual di kantin-kantin, sebagai gantinya, mereka mendapati mesin penjual minuman soda bertebaran dipojok &#8211; pojok sekolahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sisi lain yang dibahas adalah tentang dampak lingkungan, bagaimana pada sebuah kota di India dan juga di meksiko, perusahaan soda multinasional itu \u00a0menyedot sumber -sumber air yang kemudian menyebabkan krisis \u00a0air di desa-desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buku ini adalah bacaan bagus sebagai pengantar agar anda mengerti bagaimana mengerikannya &#8220;kapitalisme&#8221;, khususnya pada industri makanan dan minuman. Sesuatu yang anda konsumsi setiap harinya. Dibagian akhir buku ini \u00a0terdapat berbagai data referensi \u00a0yang penulis gunakan dalam tulisannya. Sehingga anda bisa \u00a0memastikan apakah ditulis michael blanding tersebut sekedar \u00a0mengarang atau memang benar terjadi.\u00a0Setelah membaca bagaimana gelapnya sejarah perusahaan ini, saya berharap anda masih dapat meminum Coca &#8211; Cola sembari tersenyum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Judul<\/strong>: The Coke Machine, Kebenaran Kotor Di Balik Minuman Ringan Favorit Dunia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pengarang<\/strong>: Michael Blanding<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penerbit<\/strong>: PT.\u00a0\u00a0Elex Media Komputindo<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tebal<\/strong> : 420 Halaman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Nilai: 4.5<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku yang memiliki judul asli The Coke Machine, The Dirty Truth Behind the World&#8217;s Favorite Soft Drink yang ditulis oleh Michael Blanding ini, \u00a0 dikategorikan oleh Elex Media Komputindo bergenre Manajemen, meskipun setelah saya beli dan saya baca tuntas lebih dari 1 tahun yang lalu, ternyata \u00a0isinya tidak berkaitan dengan manajemen namun lebih membongkar bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[83],"jetpack-related-posts":[{"id":88,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=88","url_meta":{"origin":2170,"position":0},"title":"Pemblokiran Friendster Cs.","date":"16 April 2008","format":false,"excerpt":"Pasalnya, sekitar separuh dari mereka yang mengakses MySpace dan Facebook saat bekerja menyatakan, akan menolak bekerja di perusahaan yang tak mengizinkan akses ke situs itu. Begitulah berita yang saya kutip dari detikinet, tentang hasil studi baru dari lembaga hukum Australia dalam jajak pendapat tentang reaksi para karywan Australia terhadap situs\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Telematika\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/04\/screenshot.png?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":127,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=127","url_meta":{"origin":2170,"position":1},"title":"Mengapa Menolak PLTN? (Bagian 1)","date":"9 Juni 2008","format":false,"excerpt":"Ketika saya berjalan - jalan keliling jogja dengan menggunakan TransJogja, saya menyempatkan berkunjung di toko buku Gramedia. Hal yang lain saya temui adalah di depan toko tersebut terdapat dua orang berbaju hijau mengaku dirinya dari greenpeace sedang sibuk membagikan brosur kepada pengunjung yang akan masuk gramedia. Sayapun menyempatkan melihat -\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Energi Nuklir\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3351,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3351","url_meta":{"origin":2170,"position":2},"title":"Bacalah!","date":"25 Oktober 2015","format":false,"excerpt":"Sudah lebih dari satu bulan ini saya mendapat\u00a0assignment\u00a0untuk membantu mengerjakan sebuah project\u00a0bersama anggota tim yang lain di salah satu\u00a0bank nasional yang berlokasi di SCBD Jakarta. Tentu ini berarti mengubah sedikit banyak waktu kerja saya. Hampir tiap hari saya harus bolak balik Tangerang jakarta, bergelut dengan udara ibukota dan segala kemacetannya.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2170"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2170\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}