{"id":21,"date":"2008-01-08T19:18:32","date_gmt":"2008-01-08T12:18:32","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/01\/08\/eksistensi-aneh\/"},"modified":"2008-01-08T19:18:32","modified_gmt":"2008-01-08T12:18:32","slug":"eksistensi-aneh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=21","title":{"rendered":"Eksistensi Aneh"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/2008\/01\/night_sky_over_lake.jpg?resize=177%2C132\" align=\"right\" height=\"132\" width=\"177\" data-recalc-dims=\"1\" \/>Ketika langit mulai temaram, ketika sang malam mulai memakai jubah hitamnya. Mereka mengeluh pada hati apa itu cinta??Hati menjawab Cinta tidak pernah mengeluh, tiada sakit, dia adalah di dalam mata yang basah dan di dalam jiwa yang tulus. Namun terlepas dari semua itu lidahku kelu kelam dan telinga tiada mengerti apa yang diperbicangkan oleh orang &#8211; orang. Karenanya lebih baik diam. Mengerti tiadalah perlu. Ini bukanlah apa &#8211; apa dan untuk apa semua ini? Aku tidak sedang menghibur ataupun melucu, akupun tidak sedang berkelakar ataupun sedang bergembira karena ini. Aku lelah dan penat, bumi semakin memberatkan langkahku, meskipun aku berusaha, bumipun semakin berat menahanku.<\/p>\n<p align=\"justify\"><!--more--><br \/>\nLalu ketika dingin malam datang di depanku dan berkata :&#8221;Kenapa kau menyusahkan dirimu dengan tumpukan &#8211; tumpukan pemikiran ini. Hidup adalah sebuah gunung dan lembah, dan perbuatan adalah teriakan &#8211; teriakan yang akan bergema kembali kepada kita. Maka berteriaklah sebagaimana apa yang akan ingin kamu dengar. Janganlah terkungkum dengan kota mainan ini, semua ini adalah main &#8211; main. Lalu kenapa kau pertaruhkan seluruh waktumu hanya demi uang mainan di kota mainan ini?Raihlah uang realitas dimana itulah bayaran yang pantas untukmu. Engkau tidak dapat melihatnya di waktu siang hidup. Namun itu sangat berguna ketika malamnya. Engkau tidak akan pernah menduga tentang apa yang kau peroleh. Karena hidup menyuguhkan berbagai minuman kisah yang harus kau minum, jangan kau nikmati rasanya. Karena bila kau masih terpaku akan rasa, dan melihat perbedaan antara manis dan pahit, maka kau tidak akan bahagia. Semua itu adalah obat, Maniskah, ataupun pahit. Semua adalah rasa, dan rasa adalah milikNya sebagaimana engkaupun adalah kepunyaanNya. Masihkan kau mengeluh tentang hari, tentang siang, tentang petang? Masa adalah dalam genggamanNya. Mekanika hati juga kekuasaanNya. Fluida cinta akan mengalir semakin cepat jika kau semakin mengecilkan luas ke- akuanmu.&#8221;<\/p>\n<p align=\"justify\">Sesaat kemudian dingin malam pun pergi diganti dengan hangat pagi. Cerita &#8211; cerita akan dimulai dan kota mainan akan kembali ramai dikunjungin anak &#8211; anak yang bergembira dan tertawa dalam dunia mainan mereka, kelelahan dan pulang saat malam kembali menjelang dengan membawa setumpuk uang mainan. Begitulah hidup, dunia adalah kota mainan dan kita sedang bermain &#8211; main di siang kehidupan. Sampai malam kematian menyergap kita tiba &#8211; tiba. Apakah kita akan pulang kelelahan pada malam hari dengan aneka uang berwarna belaka?<\/p>\n<p align=\"justify\">&nbsp;<\/p>\n<p align=\"right\"><i>Diinspirasikan oleh setitik kisah hidupku<\/i><\/p>\n<p align=\"right\"><i>Thanks to <b>Maulana Jalaluddin Rumi <\/b><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika langit mulai temaram, ketika sang malam mulai memakai jubah hitamnya. Mereka mengeluh pada hati apa itu cinta??Hati menjawab Cinta tidak pernah mengeluh, tiada sakit, dia adalah di dalam mata yang basah dan di dalam jiwa yang tulus. Namun terlepas dari semua itu lidahku kelu kelam dan telinga tiada mengerti apa yang diperbicangkan oleh orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6,8],"tags":[71,122,303,395,420,537,540],"jetpack-related-posts":[{"id":101,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=101","url_meta":{"origin":21,"position":0},"title":"Mengertilah Aku","date":"26 April 2008","format":false,"excerpt":"Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti - hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang - ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini. Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":47,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=47","url_meta":{"origin":21,"position":1},"title":"Seseorang yang Hatiku Mencintainya 2","date":"25 Februari 2008","format":false,"excerpt":"Sang malam sekarang duduk dengan tenang dalam singgasana kesunyian, menyaksikan para pecinta yang sedang diliputi rasa rindu sembari mengagungkan nama Allah. Angin berkejar-kejaran dengan dingin di tanah gelap. Saat ini, tahukah duhai sahabat hatiku, seluruh elektron di hatiku yang selama ini mengorbit di lintasan valensi jiwaku, kini sedang dalam keadaan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":69,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=69","url_meta":{"origin":21,"position":2},"title":"Keluh Kesahku Yang Tertahan","date":"25 Maret 2008","format":false,"excerpt":"Secara perlahan, aku melangkahkan jejakku dalam orbit hidup ini. Mencoba mengerti akan semua yang terjadi. Namun sekian lama aku mencoba, selama itu pula aku belum memahaminya. Segumpal kecil otak manusia tidak akan pernah cukup untuk bisa memahami tataran semacam ini. Bagaimana aku harus bercerita kepadamu. Diriku sekarang sedang diliputi awan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}