{"id":2025,"date":"2013-07-26T17:11:08","date_gmt":"2013-07-26T17:11:08","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2025"},"modified":"2013-07-26T17:11:08","modified_gmt":"2013-07-26T17:11:08","slug":"menemukan-namamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2025","title":{"rendered":"Menemukan Namamu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dalam nadiku, namamu tiada sekedar kata. Aksaranya meng-ejakan kenang. yang mengalir dalam kalimat ingatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam nadiku, namamu hadir ibarat merah senja pipimu. Penuhi segala langit yang hadir, dengan beribu kenang-kenang.\u00a0Dan menjadikan mentari diri harus terbenam larut dengan sukarela<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namamu hadir Berdetak-detak menghentikan detik-detik waktu. Aksara- aksara penyusunnya bergerak tiada tentu, menembus dinding-dinding sadarku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Nama &#8211; nama itu adalah isotop astabil yang mencuri masuk alveolusku. Merusak susunan sel pikiran dengan cerita kisah luka yang sesaki ruang nafas<\/span><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Nama-nama itu adalah nukleus dari penyusun dirimu cantik. Yang dulu lahir. Di saat asa terakhir. \u00a0Dirimu, yang lama tidak ku temui lagi hingga kini.\u00a0<\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div>Aku tahu, tidak akan menemukanmu lagi, melalui kata-kata dan persambungan salam, yang senantiasa kuucap.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Namun aku yakin, kamu pasti mendengarnya. Dan aku akan menunggu saatnya, tatkala dalam keheningan, aku menemukanmu.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam nadiku, namamu tiada sekedar kata. Aksaranya meng-ejakan kenang. yang mengalir dalam kalimat ingatan. Dalam nadiku, namamu hadir ibarat merah senja pipimu. Penuhi segala langit yang hadir, dengan beribu kenang-kenang.\u00a0Dan menjadikan mentari diri harus terbenam larut dengan sukarela<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"jetpack-related-posts":[{"id":1435,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1435","url_meta":{"origin":2025,"position":0},"title":"Dalam Imaji Terdalam Aku Mengharap Senyum","date":"16 November 2011","format":false,"excerpt":"Dulu, belasan tahun lalu. Ketika awan masih berarak hangat. ketika angin masih menghembuskan harapannya pada bumi manusia. \u00a0Tahukah kamu cantik, ketika itu, tatap matamu pertama kali menghujam, menembus jatungku. Seluruh yang tampak padaku hanyalah kamu. Nama-namamu menjadi hemoglobin darahku. Isi waktu telah berlalu. Namun masih segar di pikiranku.Saat, memandang dirimu\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?fit=360%2C260&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1814,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1814","url_meta":{"origin":2025,"position":1},"title":"Secangkir Rindu","date":"5 Juni 2012","format":false,"excerpt":"Secangkir rindu, kusaji pagi-pagi. Pahitnya, getir menusuk hati. Kuseduh dengan panasnya gelisah tak tentu. Ku campur manisnya bayang parasmu. Semua teraduk dalam kerinduan tak terobati sepanjang pagi. Secangkir rindu, kunikmati pagi \u2013 pagi. Menyebut \u2013 nyebut namamu dalam hati. Oh, nyatakah semua ini. Ku telah kehilanganmu dari sisi. Secangkir rindu,\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/06\/380px-Cup-o-cofee-simple.svg_.png?fit=380%2C285&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2992,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2992","url_meta":{"origin":2025,"position":2},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 9)","date":"6 Mei 2015","format":false,"excerpt":"\"Begitu ya?\" Sahut Kiran. \"Memang, waktu tak bisa dihentikan. Semuanya\u00a0akan berubah, kita tidak akan bisa mempertahankan kenangan lalu untuk bisa menjadi kenyataan hari ini. Sejarah memang bisa saja berulang. Tapi waktu tidak pernah berputar. Senja hari ini akan selalu saja berbeda dengan senja kemarin, dan akan berlainan di esok hari.\"\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Novel\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/wpid-img_20150419_2218281.jpg?fit=599%2C590&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2025"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2025\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}