{"id":2009,"date":"2013-07-13T03:19:25","date_gmt":"2013-07-13T03:19:25","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=2009"},"modified":"2013-07-13T03:19:25","modified_gmt":"2013-07-13T03:19:25","slug":"festival-industrialisasi-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2009","title":{"rendered":"Festival Industrialisasi Ramadhan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ketika bulan Ramadhan tiba, televisi beramai \u2013 ramai menayangkan program khusus untuk pengisi Ramadhan, mulai dari acara sahur hingga berbuka hingga sahur lagi. Semuanya dipenuhi dengan program \u2013 program acara \u201crelijius&#8221;. Mau nggak mau, suka atau nggak suka, setuju nggak setuju, acara &#8211; acara itulah yang mengepung kita sebulan penuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana tanggapan kita akan semua itu, apakah senang, bangga, bersyukur akan semua itu, atau justru kita merasa\u00a0<em>pekewuh,\u00a0<\/em>oleh saudara &#8211; saudara kita yang non muslim.\u00a0Mereka yang non-muslim yang tak menyukainya (dan itu adalah hak mereka) &#8211; mungkin akan terpaksa mematikan televisi, kecuali jika mereka berlangganan TV kabel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita juga tiba &#8211; tiba menemui tentang adanya artis &#8211; artis yang dulunya terkenal sebagai artis &#8220;panas&#8221; tiba &#8211; tiba berjilbab dan menceritakan pengalaman ruhani mereka, tentang Tuhan, tentang islam. Yang kemudian begitupun ramadhan telah usai, si artis tersebut kembali kepada kebiasaan lamanya dengan pakaian &#8211; pakaian dan kebiasaannya sebelum Ramadhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" align=\"justify\">Lagu &#8211; lagu &#8220;religius&#8221;-pun tiba &#8211; tiba bermunculan. Dari band ini, dari penyanyi itu. Semua tiba &#8211; tiba muncul begitu saja ketika bulan ramadhan, dan tiba &#8211; tiba saja hilang setelahnya.<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>Televisi Swasta Nasional, Televisi Industri<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Televisi swasta nasional adalah sebuah industri televisi, yang setiap menit dari penayangan suatu acara membutuhkan\u00a0<em>cost <\/em>yang\u00a0tidak sedikit. Sehingga setiap tayangan yang disiarkan akan diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga ada sumber &#8211; sumber uang berupa sponsor-sponsor atau iklan yang tertarik untuk membeli siarannya. Begitulah mekanismenya sehingga tayangan &#8211; tayangan tersebut dapat sampai di depan kita semua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi apapun yang ditayangkan di Televisi pada dasarnya adalah jual beli. Seluruh (atau setidaknya sebagian besar) paket tayangan yang dihadirkan selama ini didasarkan atas pertimbangan rating, pada pertimbangan &#8216;laku atau tidak laku&#8217;, sesuai dengan selera pasar atau tidak. Jadi, ketika ada paket acara &#8216;Islami&#8217; yang mendadak mengepung kita itu &#8211; ditayangkan, kemungkinan besar juga didasarkan pada pandangan tentang &#8220;apa yang laku dimasyarakat&#8221;. Dengan kata lain yang lebih sederhana, sebagian besar acara yang ditayangkan stasiun &#8211; stasiun televisi swasta nasional bukan terletak pada pertimbangan\u00a0<em>islami<\/em> atau tidak islami namun hanya pada masalah uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atau kita ambil skenario kedua. Ketika si stasiun televisi &#8211; menayangkan paket &#8211; paket acara ramadhan tersebut dan itu tidak ada \u00a0keuntungan \u00a0dari tayangan tersebut, maka pasti harus ada pembiayaan dari sumber lain yang dapat menutup <em>cost<\/em> siaran tersebut. Darimana? Bisa jadi diambilkan dari keuntungan penayangan siaran &#8211; siaran lain yang &#8216;sekuler&#8217;. Mungkin bisa bersumber dari keuntungan tayangan seks dan kekerasan yang akhir &#8211; akhir ini memang laku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adakah ulama fikih atau MUI yang bersedia memfatwai, tentang bagaimana hukum acara &#8220;islami&#8221; yang dibiayai dari hasil jualan kemaksiatan?<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>Urusan Pasar Atau Nilai?<\/strong><\/p>\n<p align=\"justify\">Saya jadi bertanya &#8211; tanya dalam hati, apakah artis &#8211; artis dan stasiun &#8211; stasiun TV swasta nasional itu benar &#8211; benar serius mendakwahkan islam ataukah yang dilakukan itu hanya sekedar masalah pasar? Karena memang kita sulit sekali membedakan antara mana\u00a0berdakwah melalui musik dan mana yang &#8220;membuat Industri musik dengan bungkus dakwah&#8221;. Begitu tipis sekat yang memisahkan keduanya<\/p>\n<p align=\"justify\">Apakah lagu-lagu religius yang diciptakan band-band saat Ramadhan itu murni dakwah atau hanya karena masalah pasar? Mungkin harus dikaji dengan lebih cermat lagi.\u00a0Bisa jadi karena masalah pasar, karena pada saat Bulan Ramadhan banyak peminat musik model-model religius, maka dibuatlah musik jenis Ini. Begitukah?<\/p>\n<p align=\"justify\">Akhir-akhir ini juga timbul fenomena gerakan bisnis label islami, kecerdasan spiritual, sedekah agar berlipat duniawi. Itu semua, apakah murni dakwah atau hanya masalah kapitalisme?<\/p>\n<p align=\"justify\">Seperti halnya tentang fenomena bank syariah, yang sebenarnya hadir \u00a0dilatarbelakangi bahwa operasional Bank konvensional selama ini adalah salah,\u00a0<em>alias<\/em> tidak sesuai dengan <em>syariah<\/em> islam.\u00a0Jadi, jika para bankir ini <em>concern<\/em> tentang masalah &#8216;nilai&#8217;, harusnya mereka tersadar, &#8220;<em>Oo,<\/em>\u00a0selama ini kita salah&#8221;.\u00a0Kemudian, mereka bertransformasi total menjadi Bank Syariah.<\/p>\n<p align=\"justify\">Tapi apakah nyatanya begitu? Pada kenyataannya Bank- bank tersebut hanya membuka cabang atau anak perusahaan bank Syariah. Jadi sebenarnya ini bukan masalah syariah atau tidak. Tapi Ini masalah memperluas pasar.<\/p>\n<p align=\"justify\">Masalah pasar, karena para bankir, melihat adanya pangsa pasar tentang syariah, akhirnya mereka membuka cabang syariah.<\/p>\n<p align=\"justify\">Jadi apakah kita masih berpikir bank \u2013 bank tersebut perduli tentang sistem ekonomi syariah? Tidak. Mereka tidak perduli. Yang mereka perdulikan hanyalah keuntungan. Mengenai apakah bentuknya syariah, konvensional, atau apalah namanya. Asalkan itu menguntungkan, itulah yang di-\u201cjual\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">Hukum pasar mengatakan, apa yang laku, itulah yang di jual. Jika musik religius pada bulan Ramadhan laku, ya itulah yang dijual, begitupun sinetron serupa<\/p>\n<p align=\"justify\">Di akhir tulisan ini saya mengajak kita semua untuk lebih berhati &#8211; hati dan mewaspadai sehingga tidak mudah tertipu dengan acara sahur, dan acara-acara sejenis di TV. Telaah kembali, apakah itu murni dakwah, ataukah hanya festival industrialisasi Ramadhan?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika bulan Ramadhan tiba, televisi beramai \u2013 ramai menayangkan program khusus untuk pengisi Ramadhan, mulai dari acara sahur hingga berbuka hingga sahur lagi. Semuanya dipenuhi dengan program \u2013 program acara \u201crelijius&#8221;. Mau nggak mau, suka atau nggak suka, setuju nggak setuju, acara &#8211; acara itulah yang mengepung kita sebulan penuh. Bagaimana tanggapan kita akan semua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[445,456],"jetpack-related-posts":[{"id":3737,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3737","url_meta":{"origin":2009,"position":0},"title":"Kini, (Semoga) Ramadhan Memasuki Kita","date":"25 Juni 2017","format":false,"excerpt":"Takbir berkumandang bersahutan memenuhi langit malam ini. Sebagai tanda masuknya bulan syawal. Dan berakhirnya Bulan Ramadhan. Orang - orang berpawai, berkendaraan, tumpah ruah di jalanan, merayakan sebuah kemenangan. Sementara saya masih menyepi di kamar sendiri, merenungi, tentang \u00a0satu bulan puasa yang telah dilakoni. Apakah saya termasuk golongan orang - orang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/1600992809.jpg?fit=750%2C500&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2037,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2037","url_meta":{"origin":2009,"position":1},"title":"Ramadhan Tak Berakhir, Karena Hadirnya Sepanjang Zaman","date":"7 Agustus 2013","format":false,"excerpt":"\u201cDi malam terakhir Ramadhan, menangislah tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan para malaikat, karena akan berlalunya Ramadhan, dan juga keistimewaannya.\u201d Demikian sebuah hadist Rasulullah Muhammad s.a.w tentang akhir bulan ramadhan. Para malaikat bersedih akan berlalunya Ramadhan, kita yang manusia biasa \u00a0-- bisa jadi ada yang bersedih, ada juga\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":281,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=281","url_meta":{"origin":2009,"position":2},"title":"Semoga Saya Keliru..","date":"8 September 2008","format":false,"excerpt":"Ini adalah hari - hari pertama puasa, sambutan riuh rendah menyambut datangnya bulan sucipun begitu terasa.Tidak terkecuali di jagad hiburan, beramai - ramai para band dan penyanyi menerbitkan album relijiusnya. Artis yang dulunya berani tampil buka - bukaan sekarang berlaku agamis. Production House juga beramai - beramai melucurkan sinetron (yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2009"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2009"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2009\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}