{"id":1986,"date":"2013-06-23T06:20:28","date_gmt":"2013-06-23T06:20:28","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1986"},"modified":"2013-06-23T06:20:28","modified_gmt":"2013-06-23T06:20:28","slug":"nasib-itu-asumsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1986","title":{"rendered":"Nasib Itu Asumsi"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\">Sering orang mengeluh, \u00a0perihal nasibnya yang sedang buruk. Ada juga ungkapan seorang yang mengatakan bahwa \u201cnasib sedang tidak berpihak padanya\u201d. Lantas Pertanyaan saya, apa\u00a0<em>sih\u00a0<\/em>nasib itu?<\/p>\n<p align=\"justify\">Seorang sufi bernama mullah, mengatakan, bahwa nasib itu adalah asumsi \u2013 asumsi. Kenapa bisa begitu? Begini. awalnya kita berasumsi segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Nah, kemudian itulah yang kita sebut dengan \u2018nasib buruk\u2019,\u00a0atau begini, awalnya kita punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. maka hal tersebut kita sebut dengan \u201cnasib baik\u201d.<\/p>\n<p align=\"justify\"><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Kita punya asumsi sesuatu akan terjadi atau tidak, kemudian ternyata asumsi tersebut salah lalu akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Dan ketika kita terperangkap di dalam asumsi &#8211; asumsi itu, maka kemudian kita namakan itu nasib.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sebenarnya, nasib baik atau buruk bergantung kita yang memandang dan menyikapi, karena kitalah\u00a0<em>khalifah<\/em>, nasib baik \u2013 nasib buruk semuanya akan menjadi baik jika kita mampu khalifahi.\u00a0Semua adalah rahmat Allah yang harus disyukuri.\u00a0Sehat memang rahmat Allah, namun jangan dibilang sakit bukan rahmat Allah. Apakah bukan rahmat, jika dosa kita semua digugurkan lantaran sikap sabar kita terhadap sakit itu?<\/p>\n<p align=\"justify\">Allah bisa saja melakukan penyelamatan, memberikan rejeki, serta membuka rahasia-rahasiaNya, dibelakang suatu kejadian yang seakan bernama musibah atau kecelakaan. Kebodohan kita saja yang mengatakan \u201cbaik\u201d haruslah bersesuain dengan keinginan kita, padahal<\/p>\n<blockquote>\n<div><strong>\u0648\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064c \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0639\u064e\u0633\u064e\u0649 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064f\u062d\u0650\u0628\u064f\u0651\u0648\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0626\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0634\u064e\u0631\u064c\u0651 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u064a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0648\u064e\u0623\u064e\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u0627\u064e \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e<\/strong><\/div>\n<div>\u201cBoleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.\u201d\u00a0<em>(Al-Baqarah: 216)\u201d<\/em><\/div>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Karena itu, sudahlah. Lebih baik kita fokuskan diri untuk berusaha menunaikan kewajiban kita di \u201cnasib\u201d apapun yang kita hadapi sekarang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering orang mengeluh, \u00a0perihal nasibnya yang sedang buruk. Ada juga ungkapan seorang yang mengatakan bahwa \u201cnasib sedang tidak berpihak padanya\u201d. Lantas Pertanyaan saya, apa\u00a0sih\u00a0nasib itu? Seorang sufi bernama mullah, mengatakan, bahwa nasib itu adalah asumsi \u2013 asumsi. Kenapa bisa begitu? Begini. awalnya kita berasumsi segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Nah, kemudian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1843,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[28,207,350,533],"jetpack-related-posts":[{"id":3320,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3320","url_meta":{"origin":1986,"position":0},"title":"Logika Kulit Pisang","date":"3 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Beberapa yang membaca tulisan saya sebelumnya tentang Ojek Nasibmu Kini,\u00a0\u00a0berkomentar bahwa tulisan saya tersebut\u00a0seakan memberikan justifikasi \u00a0akan\u00a0tindakan intimadasi ataupun kekerasan yang akhir - akhir ini marak dilakukan tukang ojek tradisional. Meskipun jika anda membacanya dengan penuh pemahaman saya yakin anda akan mengetahui bahwa maksud saya tidaklah demikian. Saya hanya hendak\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":254,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=254","url_meta":{"origin":1986,"position":1},"title":"Meramal Nasib","date":"29 Agustus 2008","format":false,"excerpt":"Sehabis shalat isya', seperti biasa saya menyalakan radio jadul yang ada di kos saya. Ga ada pilihan lain untuk mendapatkan informasi dan hiburan di situ selain dari radio itu. Maklum, hanya itulah sumber informasi dan hiburan yang saya punya. :mrgreen: Waktu itu, si penyiar sedang membawakan acara ramalan buka kartu\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3737,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3737","url_meta":{"origin":1986,"position":2},"title":"Kini, (Semoga) Ramadhan Memasuki Kita","date":"25 Juni 2017","format":false,"excerpt":"Takbir berkumandang bersahutan memenuhi langit malam ini. Sebagai tanda masuknya bulan syawal. Dan berakhirnya Bulan Ramadhan. Orang - orang berpawai, berkendaraan, tumpah ruah di jalanan, merayakan sebuah kemenangan. Sementara saya masih menyepi di kamar sendiri, merenungi, tentang \u00a0satu bulan puasa yang telah dilakoni. Apakah saya termasuk golongan orang - orang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/1600992809.jpg?fit=750%2C500&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1986"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1986\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}