{"id":1960,"date":"2013-06-15T00:23:22","date_gmt":"2013-06-15T00:23:22","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1960"},"modified":"2013-06-15T00:23:22","modified_gmt":"2013-06-15T00:23:22","slug":"biso-rumongso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1960","title":{"rendered":"&#8220;Biso Rumongso&#8221;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1961\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1961\" data-orig-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg?fit=385%2C289&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"385,289\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"172331_kpu\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg?fit=300%2C225&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg?fit=385%2C289&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-medium wp-image-1961\" alt=\"172331_kpu\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg?resize=300%2C225\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/172331_kpu.jpg?w=385&amp;ssl=1 385w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur. Lahir di lingkungan jawa yang kental dan kuliah di Yogyakarta, mungkin membuat saya membawa nilai &#8211; nilai budaya jawa hingga besar sampai sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Di pemikiran saya, sebagai orang jawa, entah ini apa hanya perasaan saya saja atau <\/span><em style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">sampeyan<\/em><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\"> yang bukan jawa juga merasakannya: A<\/span><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">dalah <em>saru<\/em> (tabu\/<em>ngga pantes<\/em>) jika kita &#8211; misalnya, mencalonkan diri sendiri agar dipilih atau ditunjuk untuk menempati suatu posisi tertentu, atau mengerjakan suatu bidang tugas tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\"><!--more--> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Lha kok? masalahnya dimana? Ya memang jika dilihat dari segi aturan, hukum dan perundang &#8211; undangan,\u00a0<em>ngga<\/em>\u00a0akan ada masalah. Tapi masalahnya sebenarnya ada di etika, yakni ketika orang &#8216;mencalonkan diri&#8217;, sebenarnya dia sudah punya asumsi kalo dirinya merasa paling baik, dan paling pantas dari semua orang disekitarnya, sehingga kemudian merasa pantas menjadi \u00a0A, B atau C. Padahal belum tentu dia sanggup memikul tanggung jawab dan amanah itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin lain ceritanya, jika dia &#8216;dipaksa&#8217; atau ditunjuk oleh orang- orang di sekitarnya untuk menduduki posisi atau tugas tertentu, jika begitu kondisinya, maka itu lain persoalan. Karena itu atas inisiatif masyarakat, bukan dirinya sendiri. \u00a0Ma&#8217;mum lah yang harusnya menunjuk dan menyuruh seorang imam memimpin sholatnya, bukannya malah imam yang mencalonkan dirinya sendiri kemudian memerintahkan ma&#8217;mum untuk mengikutinya.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ojo rumongso biso, ning biso o rumongso<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitulah, orang &#8211; orang tua kita sering menasehati, artinya kurang lebih, jangan merasa diri bisa (mampu), tapi pandai &#8211; pandailah <em>rumongso,\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>rumangsani. (<\/em>mengenal &#8216;diri sendiri&#8217;).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi\u00a0<em>ya kok<\/em>\u00a0 dari kemarin bahkan hingga<em>\u00a0<\/em>mendekati \u00a0tahun 2014 ini \u00a0banyak orang yang <em>rumangsani biso, <\/em>kemudian atas inisiatifnya\u00a0sendiri memasang poster &#8211; poster, spanduk, baliho dan memajang wajahnya agar dikenal dan terpilih menjadi calon legislatif, kepala daerah, bahkan hingga presiden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang saya aneh, kok mereka tidak merasa malu ya, atau\u00a0<em>pekewuh <\/em>(sungkan), mempromosikan dirinya sendiri seperti itu agar dipilih. Hingga-hingga ada jargon, &#8220;serahkan pada ahlinya&#8221;.\u00a0Kalo saya sih, pasti <em>pekewuh<\/em>\u00a0seperti itu, mengklaim diri paling baik diantara yang lain. Dan kemudian berjanji <em>macem &#8211; macem<\/em> yang muluk &#8211; muluk pasti bisa \u00a0mensejahterakan rakyat, memperbaiki ekonomi, dan lain sebagainya. Ya kalo bisa. klo <em>ngga<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal <em>kan<\/em> semua nabi dan rasul malah mengaku dirinya sebagai orang dholim, yang tergambar dari doa &#8211; doa dan munajat mereka,<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin<\/p>\n<\/blockquote>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">Saya tidak pernah bisa membayangkan berdiri di depan podium di hadapan banyak orang kemudian berteriak &#8211; teriak mengatakan diri saya yang paling baik dari yang lain, dan dengan alasan itu kemudian meminta orang &#8211; orang itu untuk memilih saya sebagai pemimpin. Saya sungguh <\/span><em style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\">ngga<\/em><span style=\"font-size: 1em; line-height: 1.5em;\"> bisa bayangin hal itu terjadi pada saya, membayangkannya saja, saya merasa aneh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Silahkan lihat sejarah Islam, semua khalifah di jaman <em>khulafaur rasyidin<\/em> tidak pernah ada yang mencalonkan dirinya sendiri dan menganggap dirinya paling mampu diantara para sahabat yang lain sehingga kemudian merasa pantas menjadi pemimpin. Masing-masing dari beliau tidak\u00a0<em>rumongso biso, <\/em>mereka menjadi khalifah bukan atas keinginannya sendiri tetapi dipilih dan didorong oleh masyarakatnya untuk menjadi pemimpin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya lahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur. Lahir di lingkungan jawa yang kental dan kuliah di Yogyakarta, mungkin membuat saya membawa nilai &#8211; nilai budaya jawa hingga besar sampai sekarang. Di pemikiran saya, sebagai orang jawa, entah ini apa hanya perasaan saya saja atau sampeyan yang bukan jawa juga merasakannya: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1961,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8,11],"tags":[90,212,343],"jetpack-related-posts":[{"id":1116,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1116","url_meta":{"origin":1960,"position":0},"title":"Lihat Nanti di Bulan Syawal...","date":"8 September 2010","format":false,"excerpt":"Tulisan saya ini sekarang dibuat di kota kelahiran saya, bukan di Otawa, Kanada, bukan pula di Bonn, Jerman, tapi di Kediri, yang berada di propinsi Jawa Timur - Indonesia. :mrgreen: kota kecil memang, tapi hati dan jiwa masyarakatnya selalu besar. Begitupun impiannya, seperti impian saya yang saya sendiri juga heran\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/alone.jpg?fit=500%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":4054,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=4054","url_meta":{"origin":1960,"position":1},"title":"Mudiknya Pak Imron","date":"15 Juni 2018","format":false,"excerpt":"Pak Imron, sebut saja namanya demikian- karena saya juga lupa melihat tanda pengenal yang biasanya terpasang di setiap taksi. Berprofesi sebagai pengemudi taksi yang, aku tumpangi di perjalanan menuju stasiun Gambir, senin lalu. Dari percakapan kami sepanjang perjalanan, saya tahu kalo pak Imron berasal dari Padang, Sumatera Barat. Namun pada\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3307,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3307","url_meta":{"origin":1960,"position":2},"title":"Tukang Ojek, Nasibmu Kini","date":"2 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Akhir - akhir ini mulai marak mengenai pemberitaan konflik antara tukang ojek tradisional konvensional yang biasanya mangkal di gang - gang dan sudut - sudut perumahan, dengan tukang ojek pesanan online melalui aplikasi seperti Gojek dan Grabbike. Di beberapa sudut gang marak spanduk - spanduk provokatif yang melawan kehadiran ojek\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Mengapa-ojek-benci-gojek-grabbike.jpg?fit=620%2C354&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1960"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1960\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}