{"id":1941,"date":"2013-06-03T13:37:34","date_gmt":"2013-06-03T13:37:34","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1941"},"modified":"2013-06-03T13:37:34","modified_gmt":"2013-06-03T13:37:34","slug":"masjid-seluas-langit-dan-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1941","title":{"rendered":"Masjid Seluas Langit dan Bumi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/images-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" data-attachment-id=\"1943\" data-permalink=\"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?attachment_id=1943\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/images-1.jpg?fit=299%2C169&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"299,169\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"images (1)\" data-image-description=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/images-1.jpg?fit=299%2C169&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/images-1.jpg?fit=299%2C169&amp;ssl=1\" class=\"alignleft size-full wp-image-1943\" alt=\"images (1)\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/images-1.jpg?resize=299%2C169\" width=\"299\" height=\"169\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Hidup itu masalah bagaimana kita menentukan yang mana yang merupakan tujuan dan yang mana yang merupakan jalan. Dari situlah kita bisa meletakkan skala prioritas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka yang meletakkan akhirat sebagai prioritas, ia akan melakukan segala cara mencapai kehidupan akhirat yang sebaik &#8211; baiknya. Siapa saja yang membereskan urusan dunianya terlebih dahulu, maka urusan dunianya belum tentu beres dan urusan akhiratnya jelas akan berantarakan. Sebaliknya, siapa yang mendahulukan urusan akhiratnya, maka urusan akhiratnya akan beres, dan dunia akan mengikutinya.<br \/>\n<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, Tuhan dengan penuh cintaNya, memerintahkan manusia melaksanakan \u00a0sholat. Pelaksanaan sholat merupakan proses disiplin agar manusia dikondisikan untuk mengambil jarak dengan dunia. Sehingga dengan itu manusia diharapkan kembali diseimbangkan hidupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dimulai ketika mengambil air wudhu, membersihkan diri dari hadast. Selain fisik, maka \u00a0biarkan air wudhu itu membasuh batinmu, karena setelah beberapa lama masuk dalam dunia, selalu ada kemungkinan batin kita telah terkotori olehnya. Dan bagaimana mungkin kita membawa kotoran ketika akan menghadap pada Allah Yang Maha Tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika sajadah telah digelar dan diri telah menghadap pada kiblat. maka dunia telah siap untuk dibelakangi. Tidak ada siapa &#8211; siapa di depan diri ini selain Allah. \u00a0Kemudian takbiratul ikram dikumandangkan,<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8216;Allahu Akbar&#8217;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allah Maha Besar, Hanya Allah Yang Maha Besar. Ketika batin sudah mengucap &#8216;Allahu Akbar&#8217; maka tidak ada lagi yang besar selain Allah termasuk yang namanya rupiah, gelar, jabatan, masalah &#8211; masalah, kesedihan atau kesenangan, bahkan diri sendiri. Begitu sadarnya kita akan kekerdilan dihadapan Allah sehingga larutlah dalam KemahabesaranNya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian sholat, terus membawa pelakunya untuk larut dalam cinta dan meleburkan eksistensi dirinya, bahwa sebenarnya hanya Tuhanlah yang sejatinya ada, dan hanya dialah yang sebenarnya berkarya. Puncaknya adalah ketika sujud, dimana wajah yang menjadi simbol ketampanan atau kecantikan dan supremasi kehormatan seseorang ditundukan mencium tanah, sehingga tiada terlihat lagi dirinya, tersimpuh dalam Kemahabesaran Allah. Semua gerakan sholat itu diakhiri dengan salam kepada sisi kanan \u00a0dan kiri. Bertujuan, ketika semua proses sholat berhasil dijalani dengan baik, maka akan mengantarkan pelakunya untuk menjadi khalifah &#8211; wakil Tuhan di muka bumi yang bertugas untuk menebarkan rahmat dan keselamatan untuk lingkungannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika manusia benar &#8211; benar sungguh -sungguh dalam sholatnya, maka sholatnya itu tidak akan terhenti sebatas \u00a0ibadah ritual formal. Namun akan berkembang menjadi suatu kesadaran hingga seluruh gerak hidup, \u00a0detak jatung, aliran darah dan gerak hatinya sudah tidak ada yang lain selain sholat itu sendiri. Bahwa hidupnya hanya untuk sujud di Masjid Allah yang seluas langit dan bumi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hidup itu masalah bagaimana kita menentukan yang mana yang merupakan tujuan dan yang mana yang merupakan jalan. Dari situlah kita bisa meletakkan skala prioritas. Mereka yang meletakkan akhirat sebagai prioritas, ia akan melakukan segala cara mencapai kehidupan akhirat yang sebaik &#8211; baiknya. Siapa saja yang membereskan urusan dunianya terlebih dahulu, maka urusan dunianya belum tentu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[506],"jetpack-related-posts":[{"id":1964,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1964","url_meta":{"origin":1941,"position":0},"title":"Sholat Sepanjang Waktu","date":"15 Juni 2013","format":false,"excerpt":"Tulisan saya ini menyambung tulisan saya sebelumnya tentang sholat, karena meskipun peringatan\u00a0isra' miraj telah lewat, toh ga ada salahnya jika kita berusaha mengilmui dan memaknai rahasia dari setiap perintah Tuhan kepada kita. Saya berpikir, \u00a0sepenting apakah ibadah sholat jika dibandingkan dengan ibadah yang lain, sehingga Tuhan merasa berkepentingan \u00a0menyampaikan langsung\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":1929,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1929","url_meta":{"origin":1941,"position":1},"title":"Berdoa Sebagai Wujud Kehambaan","date":"2 Juni 2013","format":false,"excerpt":"Banyak dari kita manusia, dengan penuh kepercayaan diri, meminta - minta kepada Tuhan, (bahkan tak jarang hingga mendikte - dikte Tuhan) akan sesuatu hal yang sebenarnya tidak kita ketahui benar baik - buruknya, selain melalui penilaian akal pikiran kita yang sempit ini. \u00a0Padahal Tuhan telah memberikan petunjuk bahwa apa yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3900,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3900","url_meta":{"origin":1941,"position":2},"title":"Jangan Bersumpah (Lagi) Pemuda","date":"10 Oktober 2017","format":false,"excerpt":"Di mata media massa, juga media sosial. Setiap bulan akan memiliki tema yang siap untuk selalu diulang - ulang. Setelah ramai pembicaran komunis di bulan september. Kini beranjak ke bulan oktober dengan topik yang berbeda. Meskipun pembicaraan yang diulang - ulang itu tidak pernah tuntas untuk dibahas. Kebanyakan karena memang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1941"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}