{"id":1882,"date":"2013-03-11T14:39:33","date_gmt":"2013-03-11T14:39:33","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1882"},"modified":"2013-03-11T14:39:33","modified_gmt":"2013-03-11T14:39:33","slug":"perjuangan-masih-jauh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1882","title":{"rendered":"Perjuangan Masih Jauh"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong><em>Khoirunnas<\/em>\u00a0Anfa\u2019ahum Linnas<\/strong><\/p>\n<p>Sebaik \u2013 baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya<\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setahun lebih bekerja, seperti ada yang kurang. <em>Apa yaa..<\/em>? mungkin idealisme. Dulu sewaktu mahasiswa, memang orang cenderung kritis, namun begitu bekerja, kok sepertinya kritisme itu lama &#8211; lama kok hilang. Entah karena kesibukan bekerja, atau sudah masuk ke dalam zona aman ya? Hm.. saya ga tahu pasti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi itu sepertinya yang saya khawatirkan, karena seperti yang pernah <a class=\"zem_slink\" title=\"Albert Einstein\" href=\"http:\/\/www.rottentomatoes.com\/celebrity\/albert_einstein\" rel=\"rottentomatoes\" target=\"_blank\">Albert Einstein<\/a> katakan<\/p>\n<blockquote><p>Dunia ini tempat yang berbahaya untuk ditinggali, bukan karena orang &#8211; orangnya yang jahat. Namun karena orang &#8211; orangnya yang tidak perduli<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumlah penjahat, maling, garong, bahkan koruptor saya yakin <em>presentase<\/em>-nya sangat kecil, jika kita mau membandingkan dengan keseluruhan masyarakat indonesia. Masih banyak orang baik di <a class=\"zem_slink\" title=\"Indonesia\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\" rel=\"wikipedia\" target=\"_blank\">Indonesia<\/a>, saya yakin akan hal itu. Namun yang membuat berbahaya dunia ini bukanlah orang &#8211; orang jahat yang jumlahnya sedikit itu. Namun orang &#8211; orang yang tidak perduli dengan lingkungannya. Karena akibat orang &#8211; orang tidak perduli inilah akhirnya para <em>garong<\/em> &#8211; entah <em>garong<\/em> dalam skala kampung atau skala nasional &#8211; bisa bebas menjarah, memiskinkan masyarakat yang harusnya mereka tidak perlu menjadi miskin..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimanapun, mau tidak mau kita ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Kita mungkin ikut turut menanggung <a class=\"zem_slink\" title=\"Dosa\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Dosa\" rel=\"wikipedia\" target=\"_blank\">dosa<\/a> &#8211; dosa ini. Karena sesuatu hal terjadi tidaklah pernah terjadi secara berdiri sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti halnya ketika kita melihat berita di <a class=\"zem_slink\" title=\"Television\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Television\" rel=\"wikipedia\" target=\"_blank\">TV<\/a> tentang orang yang melakukan bunuh diri. Oke, bunuh diri itu dosa. Dia bersalah karena telah \u00a0merebut hak Tuhan untuk mengakhiri hidup seseorang. Tapi darimanakah datangnya &#8220;kesalahan&#8221; dan &#8220;bunuh diri&#8221; itu? apakah memang karena iman-nya lemah? Kenapa iman-nya lemah? Apakah karena kurang pendidikan? Kenapa ia kurang pendidikan? Apakah karena miskin? Kenapa ia miskin? apakah karena takdir, ataukah karena malas? atau apakah karena dimiskinkan oleh suatu sistem?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Benar &#8211; benar kita harus mengembangkan kerangka berpikir yang luas, struktur, historis tentang suatu kejadian. Mencuri itu memang bersalah, namun apa yang melatarbelakangi seseorang mencuri itu juga harus diketahui, ditelusuri sehingga diketemukan akar permasalahannya. <a class=\"zem_slink\" title=\"Larut, Matang dan Selama\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Larut%2C_Matang_dan_Selama\" rel=\"wikipedia\" target=\"_blank\">Selama<\/a> ini kita hanya sibuk mengurus hal &#8211; hal yang bersifat permukaan, namun tidak pernah menyentuh esensi dari setiap permasalahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya merasa bertanggung jawab, terhadap semua yang terjadi di sekitar saya, setiap malam saya berpikir &#8211; pikir tentang apa yang bisa saya lakukan. Maka saya lakukan apapun &#8211; sebisa saya, semampu saya, seikhlas saya &#8211; yang mungkin terlalu remeh jika saya tuliskan disini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baru saja, saya mendaftarkan diri menjadi anggota \u00a0di sebuah Organisasi Masyarakat. Alhamdulillah keanggotaan saya diterima. Namun belum dapat kartu anggota, belum tahu apa &#8211; apa. Belum berjuang. Perjuangan masih jauh..<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Khoirunnas\u00a0Anfa\u2019ahum Linnas Sebaik \u2013 baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya Setahun lebih bekerja, seperti ada yang kurang. Apa yaa..? mungkin idealisme. Dulu sewaktu mahasiswa, memang orang cenderung kritis, namun begitu bekerja, kok sepertinya kritisme itu lama &#8211; lama kok hilang. Entah karena kesibukan bekerja, atau sudah masuk ke dalam zona aman ya? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[29,199],"jetpack-related-posts":[{"id":2137,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2137","url_meta":{"origin":1882,"position":0},"title":"Sanggup Merasa Bodoh","date":"11 Desember 2013","format":false,"excerpt":"Sudah lama rasanya saya tidak membuat tulisan selfie, alias tulisan\u00a0'curhat' tentang diri sendiri, alih - alih malah kebanyakan \u00a0memposting pemikiran - pemikiran yang serius - serius. Tapi\u00a0ya\u00a0nggak apa- apa, namanya manusia kadang kan tulisannya bisa situasional, kadang begini kadang begitu, tergantung situasinya bagaimana. Karena kesibukan akan banyaknya pekerjaan (sebenarnya ga\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":3424,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3424","url_meta":{"origin":1882,"position":1},"title":"Tuhan Bekerja Dibalik Seorang Programmer","date":"7 Januari 2016","format":false,"excerpt":"Tuhan bekerja dibalik seorang programmer. Ya,\u00a0itulah yang terjadi hari ini. Di saat ada aduan\u00a0seorang client terhadap\u00a0error dari sebuah program di mesin\u00a0production. \u00a0Awalnya saya merasa diri saya seorang pakar, lalu mencoba mendiagnosa dan mencari\u00a0root cause dari error \u00a0yang terjadi, namun sayang, dugaan demi dugaan kandas, tidak satupun analisa saya berhasil menjadi\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/20150914035005.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2939,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2939","url_meta":{"origin":1882,"position":2},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 8)","date":"1 Mei 2015","format":false,"excerpt":"Pandanganku terpaku pada jalanan\u00a0melalui sebuah jendela bus yang kami tumpangi, menyaksikan\u00a0pemandangan lalulintas Yogya\u00a0yang makin siang,\u00a0semakin dipenuhi\u00a0oleh\u00a0\u00a0kendaraan\u00a0bermotor. Beberapa diantaranya mungkin adalah mahasiswa yang hendak berangkat kuliah, beberapa lagi\u00a0bisa jadi memang warga asli sini, tapi tak kalah banyak juga kendaraan dengan platnomer luar kota \u00a0yang membanjiri . Aku dan Kiran\u00a0sedang\u00a0berada di sebuah\u00a0bus\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Novel\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/wpid-img_20150419_2218281.jpg?fit=599%2C590&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1882"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1882\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}