{"id":1868,"date":"2012-11-04T06:58:21","date_gmt":"2012-11-04T06:58:21","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1868"},"modified":"2012-11-04T06:58:21","modified_gmt":"2012-11-04T06:58:21","slug":"jalan-kerinduan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1868","title":{"rendered":"Jalan Kerinduan"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/storytelling_02.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px\" title=\"storytelling_02\" border=\"0\" alt=\"storytelling_02\" align=\"left\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/storytelling_02_thumb.jpg?resize=244%2C184\" width=\"244\" height=\"184\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Jika yang engkau maksud Cinta adalah tujuan, maka rindu adalah jalan. Lantas bagaimana mungkin engkau sampai jika tidak pernah melalui jalan. <\/p>\n<p align=\"justify\">Karena itu jangan sedih akan pedih rindu itu. Berbahagialah dan bersyukur karena rindu membuatmu masih terus mencari sekarang. Orang yang tidak memahami kilat petir mengundang hujan. Akan mengeluh karena gelegar suaranya. Begitu juga mereka yang tidak memahami, akan mengeluh akan perih sembilu&#160; rindu. Padahal ia-lah yang akan mengantarmu&#160; untuk sampai.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Setiap manusia, dalam dirinya menyimpan apa yang kemudian kita sebut rindu. Entah itu ia sadari, atau ia abaikan. Entah itu dia ungkapkan terang-terangan, atau dia sembunyikan, entah ia tulis dalam puisi \u2013 pusi ataukah dia gumakan sendiri dalam sepi sebagai sajak- sajak hati.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sayang sekali, terlampau banyak orang mengabaikan suaranya, sehingga tidak tahu kemana berjalan. Padahal jika seandainya dia dengarkan rindu seksama, maka tak akan pernah sedikitpun ia kehilangan.<\/p>\n<p align=\"justify\">Kita ibarat ngengat,sedangkan rindu itu gelap yang membuatmu mencari sumber cahaya, sehingga membuatnya mencari dan mendekat hingga terbakar larut dalamnya. <\/p>\n<p align=\"justify\">Banyak manusia tertipu kagum pada dinding yang bercahaya, lalu bergerak menujunya. Kemudian ketika sampai, baru&#160; tersadar bahwa dinding&#160; hanyalah memantulkan cahaya- dan bukan cahaya itu sendiri.&#160; Lalu ia kemudian&#160; kecewa, dan menyesali kesia-siaan pencariannya<\/p>\n<p align=\"justify\">Tidak hanya manusia,&#160; semua&#160; seluruh komponen alam semesta bergerak karena kerinduan. Mereka menyublimasikan dirinya dari materi menjadi cahaya kemudian memuai menuju Sumber Cahaya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Dan aku rasa, mencintai adalah satu. Yang menjadikan aku abu. Karena satu-satunya aku, hanyalah rindu pada Yang Sebenar-benarnya Satu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika yang engkau maksud Cinta adalah tujuan, maka rindu adalah jalan. Lantas bagaimana mungkin engkau sampai jika tidak pernah melalui jalan. Karena itu jangan sedih akan pedih rindu itu. Berbahagialah dan bersyukur karena rindu membuatmu masih terus mencari sekarang. Orang yang tidak memahami kilat petir mengundang hujan. Akan mengeluh karena gelegar suaranya. Begitu juga mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,8],"tags":[96,472],"jetpack-related-posts":[{"id":1253,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1253","url_meta":{"origin":1868,"position":0},"title":"Penebus Luka dan Sakit Hati","date":"6 Mei 2011","format":false,"excerpt":"Aku tahu, telah membuatmu begitu terluka. Aku tahu, telah membuatmu begitu bersedih. Aku tahu itu semuanya. Tapi apakah engkau tahu, hatiku bak tersayat sembilu ketika melihatmu menangis. Apakah engkau tahu, akupun juga berteman perih ketika engkau bersedih? Aku tahu, aku sampah, engkaupun tak mau melihatku lagi, bahkan untuk mengingatkupun engkau\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/05\/images-2.jpg?fit=239%2C211&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1268,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1268","url_meta":{"origin":1868,"position":1},"title":"Masih Ada Waktu..","date":"14 Mei 2011","format":false,"excerpt":"Apakah engkau tiada pernah menerka, rasa-rasa yang tersimpan di sudut hati?\u00a0 Begitupula gelora rasa di dalam dada, apakah tiada pernah kau perhatikan? Apakah tidak pernah dirimu membaca, rindu\u00a0 yang jelas tertulis di mata? Mengapa semua ini engkau abaikan? Mengapa engkau biarkan diriku terluka sendirian seperti ini? Jika yang kau kehendaki\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/05\/clock_screen02.jpg?fit=640%2C480&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1435,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1435","url_meta":{"origin":1868,"position":2},"title":"Dalam Imaji Terdalam Aku Mengharap Senyum","date":"16 November 2011","format":false,"excerpt":"Dulu, belasan tahun lalu. Ketika awan masih berarak hangat. ketika angin masih menghembuskan harapannya pada bumi manusia. \u00a0Tahukah kamu cantik, ketika itu, tatap matamu pertama kali menghujam, menembus jatungku. Seluruh yang tampak padaku hanyalah kamu. Nama-namamu menjadi hemoglobin darahku. Isi waktu telah berlalu. Namun masih segar di pikiranku.Saat, memandang dirimu\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/11\/ilustrasi_101122120315.jpg?fit=360%2C260&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1868"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1868\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}