{"id":1863,"date":"2012-10-21T14:07:12","date_gmt":"2012-10-21T14:07:12","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1863"},"modified":"2012-10-21T14:07:12","modified_gmt":"2012-10-21T14:07:12","slug":"perjalanan-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1863","title":{"rendered":"Perjalanan Hati"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/A_Dark_Starry_Night_Wallpaper_by_s3vendays.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 2px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px\" title=\"A_Dark_Starry_Night_Wallpaper_by_s3vendays\" border=\"0\" alt=\"A_Dark_Starry_Night_Wallpaper_by_s3vendays\" align=\"left\" src=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/A_Dark_Starry_Night_Wallpaper_by_s3vendays_thumb.jpg?resize=244%2C196\" width=\"244\" height=\"196\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Seorang lelaki di fajar kehidupan&#160; duduk di atas balkon rumahnya yang sepi.&#160; Ia melihat langit ditaburi bintang \u2013 bintang gemerlapan diselimuti gelap langit malam. Rona wajahnya merefleksikan kisah \u2013 kisah hidupnya yang kemudian menjadi warna \u2013 warna dalam pikirannya <\/p>\n<p align=\"justify\">Kemudian untuk sejenak, ia melihat gambar seorang gadis yang selalu tersimpan rapi di tas kerjanya. Gambar gadis itu untuk sejenak, membawa anak muda&#160; ke dalam suatu perasaan yang mungkin hanya bisa dijelaskan oleh detak \u2013 detak jantung dan aliran \u2013 aliran nadi darahnya.&#160; <\/p>\n<p align=\"justify\">Kemudian, anak itu menghela nafas panjangnya, menyimpan gambar tersebut kembali ke tempatnya lalu mengambil komputernya dan menuliskan perasaannya : <\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cHidup adalah perjalanan dari satu patah hati menuju patah hati yang lain sampai kemudian engkau sampai pada tujuanmu. Namun demikian, jangan pernah surutkan hati dan berputus asa daripada terus mencari. Karena setiap patah hati hanyalah pertanda bahwa semakin dekat dirimu&#160; ke dalam Cinta sejati\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cTahukah kenapa Tuhan ciptakan rasa kecewa dan sakit hati? Sudah lama aku menanyakan ini pada diriku sendiri. Hingga kemudian sampai aku pada sebuah jawaban\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cTuhan menciptakan apa yang kamu sebut kecewa dan sakit hati itu agar ia dapat mencuci bersih hatimu. Untuk kemudian hal \u2013 hal yang lebih baik dapat hadir menggantikannya\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cYa, rasa sakit hati hanyalah pertanda dari Tuhan bahwa&#160; Ia sedang mempersiapkan jalan bagi datangnya kebahagiaanmu\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cIa&#160; begitu cepat membersihkan dan mengusir semua rasa-rasa lain, dari ruang \u2013 ruang hatimu. Sehingga kemudian kebahagiaan sejati dapat masuk mengisinya\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cIa&#160; meranggaskan semua daun-daun yang layu dari ranting-ranting hatimu, untuk kemudian daun- daun segar dapat tumbuh\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cIa cabut akar \u2013 akar kesenangan yang telah lapuk dan busuk. sehingga kemudian kebahagiaan baru dapat tumbuh tanpa ada kepalsuan yang tersembunyi\u201d<\/p>\n<p align=\"justify\">Anak muda itu bangun, dan berjalan pelan melewati ruangan. Dia kembali ke balkon lalu melihat bulan yang muncul di atas cakrawala, kemudian kembali pada mejanya dan menulis<\/p>\n<p align=\"justify\">\u201cBegitu indah hidup, sehingga Tuhan menciptakan semuanya begitu teratur dan tertata rapi. Namun Tuhan dengan Bijaksanaannya juga menciptakan Ketidakteraturan yang juga indah. Itulah yang kemudian kita sebut dengan \u2019perasaan wanita\u2019.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang lelaki di fajar kehidupan&#160; duduk di atas balkon rumahnya yang sepi.&#160; Ia melihat langit ditaburi bintang \u2013 bintang gemerlapan diselimuti gelap langit malam. Rona wajahnya merefleksikan kisah \u2013 kisah hidupnya yang kemudian menjadi warna \u2013 warna dalam pikirannya Kemudian untuk sejenak, ia melihat gambar seorang gadis yang selalu tersimpan rapi di tas kerjanya. Gambar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8],"tags":[446,486,527],"jetpack-related-posts":[{"id":2686,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2686","url_meta":{"origin":1863,"position":0},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 3)","date":"13 April 2015","format":false,"excerpt":"\"Kau meminjami aku sebuah buku, yang masih kusimpan hingga kini. Buku yang\u00a0berjudul 'Sejarah Singkat Waktu' tulisan\u00a0Stephen Hawking. Sebuah buku tentang fisika, namun tidak memilliki rumus matematika apapun di dalamnya selain e=m.c2. Sebuah rumus tentang\u00a0kesetaraan antara massa dan energi. Bahwa massa yang kecil dapat diubah menjadi energi yang\u00a0luar biasa besar\". \"Aku\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":2843,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2843","url_meta":{"origin":1863,"position":1},"title":"Proxima Centauri (Bagian ke - 6)","date":"24 April 2015","format":false,"excerpt":"\"Tapi ada satu hal \u00a0dari kamu yang sekarang sudah berubah\" \"Apa itu?\" tanyaku penasaran. \"Dulu kamu tuh\u00a0anak kecil yang jahil,\u00a0dekil but now... you are pretty hunky..\" Jawab Kiran singkat, sembari ia memandangi\u00a0jalan ibu kota melalui kaca\u00a0jendela mobil, kemudian sesaat ia menatapku sembari tersenyum. Aku kebingungan harus merespon jawaban tak terduga\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Alpha_Centauri.jpg?fit=1200%2C724&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":541,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=541","url_meta":{"origin":1863,"position":2},"title":"Sepotong Kisah Majnun","date":"1 Juli 2009","format":false,"excerpt":"Orang tua Laila melarang Majnun mendekati kemah mereka. Tetapi Majnun, yang dimabuk cinta, meminjam kulit domba dari seorang gembala di gurun, di mana suku Laila memancangkan kemahnya. Ia membungkukkan diri dan mengenakan kulit domba, lalu katanya pada gembala itu, \"Dengan nama Tuhan, biarlah aku ikut merangkak di tengah domba-dombamu, kemudian\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/alone.jpg?fit=500%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1863"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1863\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}