{"id":1855,"date":"2012-08-31T12:18:33","date_gmt":"2012-08-31T12:18:33","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1855"},"modified":"2012-08-31T12:18:33","modified_gmt":"2012-08-31T12:18:33","slug":"jangan-mencari-uang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1855","title":{"rendered":"Jangan Mencari Uang"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><a href=\"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/08\/uang50juta.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 2px auto; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px\" title=\"uang50juta\" border=\"0\" alt=\"uang50juta\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/08\/uang50juta_thumb.jpg?resize=244%2C165\" width=\"244\" height=\"165\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">Pagi hingga sore hari orang sibuk menghabiskan keringat, darah emosi, ke kantor, bermacet \u2013 macet. Mereka lakukan ini untuk siapa? Apakah yang dicari?<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Apa lagi jika bukan uang<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Demikian beberapa jawaban, dari beberapa orang, ketika saya tanyakan pertanyaan ini kepada mereka.<\/p>\n<p align=\"justify\">Bukankah kita adalah khalifah di muka bumi, yang diciptakan Allah dengan sebaik \u2013 baiknya bentuk? Mengapa harus mencari makhluk lain yang bernama uang, yang derajadnya lebih rendah daripada kita? Uang, seharusnya hanya menjadi efek moral dari sebuah pekerjaan yang kita lakukan, bukan menjadi tujuan yang harus dikejar.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Misalkan kita berjualan makanan di warung, yang harusnya dipikirkan oleh si penjual warung adalah bagaimana menyediakan makanan yang baik, yang bersih, melayani pelanggan dengan ramah. Jika hal ini dilakukan, meskipun kita tidak memikirkan laba, tentu laba akan datang dengan sendirinya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Asalkan kita amanah, bisa dipercaya, bisa membuat segala sesuatu berjalan stabil, maka kita tidak perlu sibuk mencari uang, karena uang &#8211; lah yang akan sibuk mencari kita<\/p>\n<p align=\"justify\">Jadi saya rasa, kita tidak perlu menjadi makhluk yang merendahkan diri dengan mengejar-ngejar makhluk lain yang namanya uang, karena kita lebih tinggi dari uang<\/p>\n<p align=\"justify\">Kita manusia, adalah sebaik \u2013baik ciptaan Allah &#8211; <em>Laqad khalaqnal insaana fii ahsani takwim<\/em> &#8211; derajadnya adalah dicari oleh dunia, kita tidak punya derajad yang rendah untuk mencari dunia.<\/p>\n<p align=\"justify\">Malah justru jika kita tidak terlalu berkonsentrasi mencari uang, maka potensi uang yang datang kepada kita akan jauh lebih banyak. Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah ketika berdagang, bukanlah semata laba yang dicari seperti prinsip ekonomi kapitalis \u201cmendapatkan untung sebesar &#8211; besarnya dengan modal sekecil &#8211; kecilnya\u201d.<\/p>\n<p align=\"justify\">Rasulullah mengajarkan cara berdagang yang jujur, dan tidak merugikan konsumen, jika suatu barang memiliki cacat, dia sebutkan kecacatannya, begitupun ketika konsumen menawar barangnya dengan harga yang terlalu mahal, Rasulullah mengingatkan bahwa&#160; konsumen bisa rugi jika membeli dengan harga terlalu tinggi, begitupun sebaliknya, jika harga yang ditawarkan terlalu rendah. Dengan bisnis model seperti ini, Rasulullah justru menjadi pengusaha yang sukses, mematahkan banyak teori tentang kapitalisme.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagi hingga sore hari orang sibuk menghabiskan keringat, darah emosi, ke kantor, bermacet \u2013 macet. Mereka lakukan ini untuk siapa? Apakah yang dicari? Apa lagi jika bukan uang Demikian beberapa jawaban, dari beberapa orang, ketika saya tanyakan pertanyaan ini kepada mereka. Bukankah kita adalah khalifah di muka bumi, yang diciptakan Allah dengan sebaik \u2013 baiknya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[115,183,207,565],"jetpack-related-posts":[{"id":2107,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=2107","url_meta":{"origin":1855,"position":0},"title":"Bertahan Hidup di 'Jaman Edan'","date":"20 Oktober 2013","format":false,"excerpt":"Sebuah Catatan Untuk Diri Saya Survival skill, sebuah seni bertahan hidup. Ini bukan tentang menyimpan koin emas dan perak, ataupun mengumpulkan makanan kaleng, bukan juga tentang membeli senjata AK-47. Ini adalah tentang menyelamatkan hati, nilai, pemikiran, keyakinan, idealisme, dan kebenaran anda dari tekanan - tekanan nilai 'baru' yang berasal dari\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":407,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=407","url_meta":{"origin":1855,"position":1},"title":"Listening..","date":"4 Desember 2008","format":false,"excerpt":"Suara dari loud speaker kampus menggema, setelah itu sebuah pengumuman dibacakan oleh seseorang staf, Uang saku untuk bulan ini sudah bisa diambil Begitulah inti pengumuman itu, tanpa menunggu aba- aba, beberapa mahasiswa langsung turun ke lantai 1 bagian keuangan untuk mengambil jatah uang saku mereka. Mereka (tidak terkecuali saya) dengan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2010\/04\/sdc10676c.jpg?fit=1200%2C460&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3307,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3307","url_meta":{"origin":1855,"position":2},"title":"Tukang Ojek, Nasibmu Kini","date":"2 Agustus 2015","format":false,"excerpt":"Akhir - akhir ini mulai marak mengenai pemberitaan konflik antara tukang ojek tradisional konvensional yang biasanya mangkal di gang - gang dan sudut - sudut perumahan, dengan tukang ojek pesanan online melalui aplikasi seperti Gojek dan Grabbike. Di beberapa sudut gang marak spanduk - spanduk provokatif yang melawan kehadiran ojek\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Sosial Politik\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/Mengapa-ojek-benci-gojek-grabbike.jpg?fit=620%2C354&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1855"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1855"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1855\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}