{"id":1845,"date":"2012-07-27T03:47:49","date_gmt":"2012-07-27T03:47:49","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1845"},"modified":"2012-07-27T03:47:49","modified_gmt":"2012-07-27T03:47:49","slug":"mengusahakan-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1845","title":{"rendered":"Mengusahakan Perubahan"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/making-destiny-banner.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 2px auto; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px\" title=\"making-destiny-banner\" border=\"0\" alt=\"making-destiny-banner\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/making-destiny-banner_thumb.jpg?resize=305%2C181\" width=\"305\" height=\"181\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote>\n<p>Dapatkah Takdir bisa diubah?<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Pertanyaan menggelitik yang bisa memunculkan banyak jawaban. Tapi jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka jawaban singkat saya adalah tidak. Hakikatnya takdir itu tidak pernah berubah. Yang berubah-ubah hanyalah manusia dan seluruh makhluk di alam semesta<\/p>\n<p align=\"justify\">Seandainya Takdir bisa diubah, berarti sifat dan ketetapan Allah, bergantung pada makhlukNya. Jika hal tersebut terjadi, bukanlah Tuhan namanya. Karena Allah itu berdiri sendiri, tidak bergantung pada Makhluk, namun makhluklah yang bergantung padaNya. Karena itu Syech Ibnu Athaillah berkata dalam Syarah Al Hikam,<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Semangatmu yang menggebu \u2013 gebu tidak akan mampu menjebol batas &#8211; batas takdir<\/p>\n<p align=\"justify\">AlHikam<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Jika ada yang berkata &quot;Doa dan usaha bisa mengubah takdir&quot; . Secara pandangan syariat adalah benar. Namun secara hakikatnya, tidaklah demikian<\/p>\n<p align=\"justify\">Semisal, kita berdoa dan berusaha, kemudian nasib kita berubah, apakah itu berarti takdir Tuhan berubah karena doa dan usaha kerasmu? Tidak. Takdir tidak pernah berubah. Karena usaha dan doa itu sendiri sebenarnya adalah bagian dari lingkaran takdir itu sendiri<\/p>\n<p align=\"justify\">Maksudnya, jika Tuhan menghendaki sesuatu keadaan tertentu pada hambaNya, maka si hamba juga ditakdirkan berupaya menuju sesuatu tersebut<\/p>\n<p align=\"justify\">Lalu bagaimana dengan ayat yang berbunyi<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Itu adalah potongan QS Ar Raad. Ayat 11. Lengkapya,<\/p>\n<p align=\"justify\">\u0644\u064e\u0647\u064f \u0645\u064f\u0639\u064e\u0642\u0650\u0651\u0628\u064e\u0627\u062a\u064c \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u062e\u064e\u0644\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650 \u064a\u064e\u062d\u0652\u0641\u064e\u0638\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0645\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0644\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0650\u0651\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062d\u064e\u062a\u064e\u0651\u0649 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0650\u0651\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u064e\u0627\u062f\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u0633\u064f\u0648\u0621\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0644\u0627 \u0645\u064e\u0631\u064e\u062f\u064e\u0651 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064f\u0648\u0646\u0650\u0647\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0648\u064e\u0627\u0644\u064d\u0644\u064d<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Allah berfirman,<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">\u201cAllahu la yughoiru ma bikaumin hatta yughoiru ma bianfusihim&quot;.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Allah tidak mengubah nasib kaum sehingga mereka mengubah nasib pada diri mereka sendiri.<\/p>\n<p align=\"justify\">Namun sebenarnya ayat ini belum usai, .<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Waidarodallahu bikoumin sukaan fala maradallahu<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Dan jika Allah menghendaki keburukan nasib terhadap suatu kaum, tak ada yang dapat menolaknya<\/p>\n<p align=\"justify\">Ditambah lagi di akhir berbunyi :<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">&quot;Waman lahum min dunih, min walin&quot;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Dan sekali-kali tak ada pelindung bagi nasib mereka selain Dia (Allah).<\/p>\n<p align=\"justify\">Selanjutnya dikatakan<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang<\/p>\n<p align=\"justify\">QS. Yunus: 107.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Kemudian timbul pertanyaan,<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Jadi jika memang takdir telah di tetapkan dan tidak akan berubah lalu untuk apa kita berusaha?<\/p>\n<\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Karena usaha, adalah bagian dari kewajiban kita sebagai hamba&#160; yang menerima perintah sebagai khalifah di muka bumi. Kewajiban manusia hanyalah mengusahakan perubahan, sedangkan &quot;perubahan&quot; itu sendiri&#160; sudah masuk ke dalam ranah wewenangNya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Itulah mengapa dalam Al Fatihah, Allah hanya menawarkan opsi, ihdinassirotol mustaqim. Opsi jalan yang benar. Allah tidak menawarkan sukses atau sampai tujuan, namun hanya &quot;jalan yang benar&quot;. Karena sampai tidak sampai tujuan bukanlah wewenang kita. Tugas kita hanyalah berjalan di atas jalan yang benar, dengan niat benar, dan cara yang benar. Selebihnya, serahkan semuanya padaNya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Bercita \u2013 citalah, berusahalah, berdoalah, semua itu adalah manusiawi. Bukan untuk merubah takdir, namun untuk menetapi kewajiban dan tugas kita sebagai manusia. Keinginan kita adalah pantulan Iradah dari Allah, dan Allah pulalah yang mampu mewujudkannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dapatkah Takdir bisa diubah? Pertanyaan menggelitik yang bisa memunculkan banyak jawaban. Tapi jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka jawaban singkat saya adalah tidak. Hakikatnya takdir itu tidak pernah berubah. Yang berubah-ubah hanyalah manusia dan seluruh makhluk di alam semesta Seandainya Takdir bisa diubah, berarti sifat dan ketetapan Allah, bergantung pada makhlukNya. Jika hal tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[28,194,207],"jetpack-related-posts":[{"id":254,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=254","url_meta":{"origin":1845,"position":0},"title":"Meramal Nasib","date":"29 Agustus 2008","format":false,"excerpt":"Sehabis shalat isya', seperti biasa saya menyalakan radio jadul yang ada di kos saya. Ga ada pilihan lain untuk mendapatkan informasi dan hiburan di situ selain dari radio itu. Maklum, hanya itulah sumber informasi dan hiburan yang saya punya. :mrgreen: Waktu itu, si penyiar sedang membawakan acara ramalan buka kartu\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":1986,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1986","url_meta":{"origin":1845,"position":1},"title":"Nasib Itu Asumsi","date":"23 Juni 2013","format":false,"excerpt":"Sering orang mengeluh, \u00a0perihal nasibnya yang sedang buruk. Ada juga ungkapan seorang yang mengatakan bahwa \u201cnasib sedang tidak berpihak padanya\u201d. Lantas Pertanyaan saya, apa\u00a0sih\u00a0nasib itu? Seorang sufi bernama mullah, mengatakan, bahwa nasib itu adalah asumsi \u2013 asumsi. Kenapa bisa begitu? Begini. awalnya kita berasumsi segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/making-destiny-banner.jpg?fit=580%2C337&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":1838,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1838","url_meta":{"origin":1845,"position":2},"title":"Usia Adalah Deretan Hela Nafas","date":"26 Juli 2012","format":false,"excerpt":"Tidak ada helas nafas yang terlepas, melainkan disitu pula ada takdir Allah yang berlaku atasmu Al Hikam Usia adalah sederetan hela nafas yang kemudian saling terkait satu sama lain. Di setiap hela nafas tersebut berlakulah takdir Tuhan pada kita. Nafas adalah wadah dari setiap takdir yang terjadi pada diri kita.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/07\/englishtime_thumb.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1845"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1845\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}