{"id":166,"date":"2008-08-21T09:22:41","date_gmt":"2008-08-21T02:22:41","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=166"},"modified":"2008-08-21T09:22:41","modified_gmt":"2008-08-21T02:22:41","slug":"kamuflase-belaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=166","title":{"rendered":"Kamuflase Belaka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify;\">Engkau menyangka telah berlarian sampai ujung dunia. Mengitari bumi, menjelajahi benua dan mengarungi samudera. Namun tahukah bahwa engkau sebenarnya tidak sedang kemana &#8211; mana. Engkau hanya berdiam disini saja, tidak bergerak sedikitpun, meskipun hanya selangkah saja.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Dan lagi, Engkau mungkin mengira sedang melihat sesuatu.Namun sungguh itu hanya penampakan semu. Jangan tertipu akan semua itu. Engkau sedang menghadapi sebuah ilusi yang setiap saat selalu menghantui dan membuat dirimu tak akan bisa sembunyi. Engkau hanya akan selalu melihat fatamorgana dimana &#8211; mana. Sayang sekali, engkau selalu saja tertipu olehnya, menyangka semua ini sebagai realita, tidak perduli sudah berapa ratus kali aku mengingatkanmu akan hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\"><!--more-->Engkau sedang sibuk dengan semua ini dan mempertaruhkan semua demi ini dan terlupa akan sebuah fakta sesungguhnya bahwa ini sebenarnya hanyalah main &#8211; main saja. Dirimu sungguh telah dipermainkan, sehingga engkau hilang ingatan dan terpesona akan fantasi yang memperdaya ini.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">Selalu ingatlah ini duhai teman! kita hanyalah fiksi belaka, janganlah tertipu oleh cerpen yang singkat ini. Sungguh mati, semua yang ada di depan yang engkau anggap nyata ini, sebenarnya hanyalah kamuflase belaka yang memperdaya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify;\">\n<p style=\"text-align:justify;\">\n<p style=\"text-align:justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Engkau menyangka telah berlarian sampai ujung dunia. Mengitari bumi, menjelajahi benua dan mengarungi samudera. Namun tahukah bahwa engkau sebenarnya tidak sedang kemana &#8211; mana. Engkau hanya berdiam disini saja, tidak bergerak sedikitpun, meskipun hanya selangkah saja. Dan lagi, Engkau mungkin mengira sedang melihat sesuatu.Namun sungguh itu hanya penampakan semu. Jangan tertipu akan semua itu. Engkau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[2,6,8],"tags":[71,446,469],"jetpack-related-posts":[{"id":101,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=101","url_meta":{"origin":166,"position":0},"title":"Mengertilah Aku","date":"26 April 2008","format":false,"excerpt":"Duh, kenapa engkau ini? Tiada henti - hentinya menyayatkan sembilu di hati. Melarikan seluruh rasa ini dan membuatku merasa di persimpangan, bingung untuk memilih jalan yang harus kulalui. Berulang - ulang kali kau seperti ini dan membuatku tidak pernah mengerti akan hal ini. Tahukah kalau semua dari mereka membicarakan diriku.\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":1235,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1235","url_meta":{"origin":166,"position":1},"title":"Biarkan Saja..","date":"30 April 2011","format":false,"excerpt":"Kemanapun aku berada, bayangmu selalu ada, dan menampakan diri di setiap penglihatan. Bersembunyi dimana lagi ku harus?Sedangkan di setiap persembunyian kau selalu temukanku. Kepada siapa lagi ku harus bertanya tentang semua? Kucoba bertanya pada angin malam, mereka hanya menjawab sepi. Ku berbicara pada langit malam, mereka juga menjawab sunyi. Biarkan\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i0.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/alone.jpg?fit=500%2C322&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3887,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3887","url_meta":{"origin":166,"position":2},"title":"Tulisan Senja","date":"6 Oktober 2017","format":false,"excerpt":"Matahari bergerak terbenam di ujung barat. Langit - langit bermain dengan warna jingga. Siang kini telah menjadi senja, Sementara aku dan nafasku\u00a0 menulis kata ini untukmu. Kasih, dunia ini dipenuhi ketidaktahuan. Sebentar lagi malam tiba. Bayang - bayang gelap menyelimuti. Di depan, belakang, kiri, dan kanan. Semua akan gelap.\u00a0 Kita\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Bingkai Kata\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/d2770827-a107-4803-841c-33f55823ca21.jpg?fit=1200%2C900&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/166"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/166\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}