{"id":1570,"date":"2012-01-04T12:16:56","date_gmt":"2012-01-04T05:16:56","guid":{"rendered":"http:\/\/tedy.saputro.dev\/blog\/?p=1464"},"modified":"2012-01-04T12:16:56","modified_gmt":"2012-01-04T05:16:56","slug":"bercermin-dari-sosok-bambang-ekalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=1570","title":{"rendered":"Bercermin dari Sosok Bambang Ekalaya"},"content":{"rendered":"<p align=\"justify\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/ekalaya21.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;float:left;padding-top:0;border:0;margin:2px;\" title=\"ekalaya2\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/ekalaya2_thumb1.jpg?resize=244%2C164\" alt=\"ekalaya2\" width=\"244\" height=\"164\" align=\"left\" border=\"0\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a>Ini adalah posting pertama saya di tahun 2012. Semua orang berbahagia merayakan pergantian tahun, masih sama dengan tahun \u2013 tahun yang sebelumnya. Resolusi \u2013 resolusi lama yang dianggap baru dibuat <a class=\"zem_slink\" title=\"Dan (rank)\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Dan_%28rank%29\" rel=\"wikipedia\">dan<\/a> kemudian dilupakan lagi sebelum bulan juni, hal lama yang selalu terjadi sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya<\/p>\n<p align=\"justify\">Bagi mereka yang masih kuliah, ada yang di tahun ini menargetkan bisa mempelajari tentang bab ini itu, lalu kemudian pada akhirnya berhenti di tengah jalan dengan alasan macam- macam yang dibuat \u2013 buat, entah alasan fasilitas, sulitnya birokrasi kampus atau apapun yang sebenarnya tidak patut untuk dijadikan alasan untuk menghentikan sikap dan kemauannya untuk belajar.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p align=\"justify\">Itu hanya contoh yang paling mudah, dimana semangat yang berapi \u2013 api pada awalnya kemudian luntur ditengah jalan kemudian menjadikan lingkungan atau apapun menjadi kambing hitam,<\/p>\n<p align=\"justify\">Jika kita boleh mengambil contoh dari dunia pewayangan, karena- menurut saya &#8211; setiap kisah pewayangan memiliki hikmahnya sendiri yang bisa diambil pelajaran dan implementasinya \u00a0dalam kehidupan nyata. Sebagaimana istilah &#8220;wayang&#8221; sendiri yang menurut orang jawa berarti &#8220;<em>wewayange urip&#8221;<\/em> alias bayang \u2013 bayangnya hidup<\/p>\n<p align=\"justify\">Diantara banyak sekali kesatria pewayangan yang patut untuk dijadikan contoh (dan merupakan salah satu dari kesatria pewayangan yang saya kagumi) adalah Bambang Ekalaya<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>Kesatria yang Belajar Otodidak<\/strong><\/p>\n<p align=\"justify\">Siapakah Bambang Ekalaya? Dia adalah seorang ksatria dengan\u00a0 kemauan keras serta bakat yang luar biasa,\u00a0 pribadinya demikian tangguh dan gagah berani menapaki kehidupan yang sungguh sangat berat dan berkesan tidak adil pada dirinya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Dia sangat ingin belajar memanah dan ilmu keprajuritan lainnya, kemudian dia\u00a0 mendaftar untuk \u00a0kuliah di Universitas Sokalima yang rektornya adalah Begawan Durna. Namun karena Begawan Durna sudah terikat janji Bahwa Universitas Sokalima hanya untuk kalangan keluarga Pandhawa dan Kurawa saja maka Bambang Ekalaya tidak diterima jadi mahasiswa Universitas Sokalima.<\/p>\n<p align=\"center\"><a href=\"https:\/\/i2.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/297006_10150292734392585_756387584_7985996_4646693_n.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:inline;padding-top:0;border:0;margin:2px;\" title=\"297006_10150292734392585_756387584_7985996_4646693_n\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/297006_10150292734392585_756387584_7985996_4646693_n_thumb.jpg?resize=340%2C271\" alt=\"297006_10150292734392585_756387584_7985996_4646693_n\" width=\"340\" height=\"271\" border=\"0\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">Namun apakah Bambang Ekalaya putus asa, karena tidak diterima kuliah? Tidak, Bambang Ekalaya kemudian membuat patung perwujudan Begawan Durna, dan sambil membayangkan bahwa patung itu adalah Begawan Durna yang sesungguhnya maka secara otodidak dia mulai belajar memanah (<em>olah kridhaning jemparing)<\/em> dan ilmu keprajuritan lainnya. Hari demi hari, minggu demi minggu, tahun berganti tahun, secara mandiri dia menganalisa hasil latihannya sedemikian rupa sehingga dia sendiri mampu belajar dari evaluasi kekuarangannya untuk selalu menjadi lebih baik.<\/p>\n<p align=\"justify\"><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/ekalaya-durna.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image:none;padding-left:0;padding-right:0;display:block;float:none;padding-top:0;border:0;margin:2px auto;\" title=\"ekalaya-durna\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/ruangtedy.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2012\/01\/ekalaya-durna_thumb.jpg?resize=355%2C236\" alt=\"ekalaya-durna\" width=\"355\" height=\"236\" border=\"0\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/a><\/p>\n<p align=\"justify\">Pada suatu waktu akhirnya Bambang Ekalaya yang merupakan murid otodidak berhadapan dengan <a class=\"zem_slink\" title=\"Arjuna\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Arjuna\" rel=\"wikipedia\">Arjuna<\/a>. Singkat kata, dalam pertarungan tersebut, Arjuna sanggup dikalahkan oleh Bambang Ekalaya, dalam versi pewayangan jawa disebutkan, bahkan arjuna mati di tangan Bambang Ekalaya, meskipun kemudian dihidupkan kembali oleh Krisna<\/p>\n<p align=\"justify\">Namun atas suatu konspirasi licik, (dalam kisah pewayangan versi jawa) Bambang Ekalaya dibunuh dengan cara yang tidak kesatria. Bambang Ekalaya\u00a0ditipu untuk merelakan \u00a0jari manis tangan kanan-nya dipotong oleh \u2018patung\u2019 Begawan Durna, yang mengakibatkan kematiannya dikarenakan cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Sebelum meninggal, Bambang Ekalaya sempat menyatakan sumpah (kutukannya) kepada Bengawan Durna &#8211; yang telah membunuhnya &#8211; bahwa hal yang sama kelak akan terjadi pada dirinya.<\/p>\n<p align=\"justify\">Memang, Doa orang yang dizalimi akan dikabulkan oleh Tuhan, suatu ketika saat <a class=\"zem_slink\" title=\"Mahabharata\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Mahabharata\" rel=\"wikipedia\">Mahabarata<\/a> terjadi,\u00a0Arwah Bambang Ekalaya \u00a0menyatu dalam tubuh Arya Drestadyumena, Kesatria <a class=\"zem_slink\" title=\"Panchala\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Panchala\" rel=\"wikipedia\">Pancala<\/a>, yang kemudian \u00a0memenggal putus kepala Resi <a class=\"zem_slink\" title=\"Drona\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Drona\" rel=\"wikipedia\">Durna<\/a> hingga menemui ajalnya. (simak lakon Durna gugur)<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong><a class=\"zem_slink\" title=\"Hikmah\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Hikmah\" rel=\"wikipedia\">Hikmah<\/a><\/strong><\/p>\n<p align=\"justify\">Apa hikmah yang bisa diambil dari kisah ini adalah: jika saya boleh menafsirkan,\u00a0 bahwa sesakti-saktinya \/ se-cumlaude-cumlaude-nya alumni Universitas Sokalima (orang yang belajar dengan fasilitas yang sudah ada, infrastruktur tersedia, guru yang mumpuni) tetap akan kalah kesaktiannya dengan mereka yang belajar otodidak (tidak ada fasilitas, infrastruktur, guru namun masih sanggup untuk belajar).<\/p>\n<p align=\"justify\">Karena itu kita kewajiban kita adalah menuntut ilmu.bukan menerima ilmu. Dalam kisah ini: Keluarga Pandawa, <strong>hanya menerima<\/strong> ilmu dari Begawan Durna, sedang Bambang Ekalaya benar-benar <strong>menuntut<\/strong> ilmu. Mereka yang menuntut ilmu tentu akan jauh lebih \u201campuh\u201d ketimbang mereka yang hanya menerima ilmu.<\/p>\n<p>Meminjam kalimat Emha Ainun Nadjib<\/p>\n<blockquote>\n<p align=\"justify\">Orang \u2013orang hebat\u00a0 adalah orang yang ditiadakan namun mampu menjadi lebih ada dibanding pihak yang meniadakan.<\/p>\n<p align=\"justify\">Orang \u2013orang dengan kaki diborgol kemudian memenangkan lomba lari melawan orang yang memborgol.<\/p>\n<p align=\"justify\">Orang \u2013 orang yang sayapnya dipangkas namun mampu terbang lebih cepat, tinggi, dan jauh dibanding mereka yang memangkas sayapmu dan evergreen didalam kalbu orang banyak dibanding mereka yang membunuh eksistensimu atau mereka yang diunggul-unggulkan dimuat-muat ditayang-tayangkan dibesar-besarkan siang malam oleh penindasmu<\/p>\n<p align=\"justify\"><\/blockquote>\n<p align=\"justify\">Sekarang pilihan berada ditangan anda, apakah anda seorang \u201cBambang Ekalaya\u201d yang <em>taft<\/em> dalam belajar dan menjalani hidup ataukah hanya menjadi seorang \u201carjuna\u201d?<\/p>\n<p align=\"justify\"><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p align=\"justify\"><a href=\"http:\/\/maswino.wordpress.com\/2008\/04\/07\/kisah-tragis-bambang-ekalaya\/\">http:\/\/maswino.wordpress.com\/2008\/04\/07\/kisah-tragis-bambang-ekalaya\/<\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><a href=\"http:\/\/tokohwayang.wordpress.com\/2009\/11\/03\/bambang-ekalaya\/\">http:\/\/tokohwayang.wordpress.com\/2009\/11\/03\/bambang-ekalaya\/<\/a><\/p>\n<p align=\"justify\"><a href=\"http:\/\/wayang.wordpress.com\/2010\/07\/21\/bambang-ekalaya-palgunadi\/\">http:\/\/wayang.wordpress.com\/2010\/07\/21\/bambang-ekalaya-palgunadi\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini adalah posting pertama saya di tahun 2012. Semua orang berbahagia merayakan pergantian tahun, masih sama dengan tahun \u2013 tahun yang sebelumnya. Resolusi \u2013 resolusi lama yang dianggap baru dibuat dan kemudian dilupakan lagi sebelum bulan juni, hal lama yang selalu terjadi sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya Bagi mereka yang masih kuliah, ada yang di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1459,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"amp_status":"","footnotes":""},"categories":[6,8],"tags":[40,55,65,377,588],"jetpack-related-posts":[{"id":434,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=434","url_meta":{"origin":1570,"position":0},"title":"Kebiasaan Lama Tahun Baru","date":"7 Januari 2009","format":false,"excerpt":"Kala malam pergantian tahun tiba. Orang - orang yang sama berkumpul di jalan. Meniupkan terompet - terompet yang sama. Berkeliling di jalanan yang sama dengan kendaraan - kendaraan yang sama pula. Sembari melihat percik kembang api yang masih saja sama. Semangat lama mulai terlihat baru. Resolusi - resolusi baru yang\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i2.wp.com\/blog.tedy.saputro.dev\/wp-content\/uploads\/2011\/05\/clock_screen02.jpg?fit=640%2C480&ssl=1&resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":3998,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=3998","url_meta":{"origin":1570,"position":1},"title":"Tahun Baru, Masa Depan, Masa Silam","date":"30 Desember 2017","format":false,"excerpt":"Libur akhir tahun tiba, besok sudah menjadi malam pergantian tahun. Meskipun secara ruhani, malam pergantian tahun bisa terjadi di setiap malam. Resolusi tidak perlu dibuat tiap tahun, namun bisa tiap hari, tiap malam, tiap saat, tanpa perlu menunda- nundanya ke pergantian satuan waktu. Kebaikan - kebaikan kecil yang dilakukan terus\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Keseharian\"","img":{"src":"https:\/\/i1.wp.com\/tedy.saputro.dev\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/IMG_20150405_082256-300x300.jpg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":31,"url":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/?p=31","url_meta":{"origin":1570,"position":2},"title":"Yang Kita Dapatkan dari Pak Harto...","date":"15 Januari 2008","format":false,"excerpt":"Pak Harto, mantan orang nomer satu di negeri ini kini terbaring sakit di RSPP. Padahal sepertinya baru kemarin dia masih menjabat sebagai presiden negara ini. Orang yang memiliki nama lengkap Haji Muhammad Soeharto dan akrab dipanggil Pak Harto ini memegang tampuk pemerintahan selama 32 tahun, cukup lama memang, bahkan bisa\u2026","rel":"nofollow","context":"dalam \"Perenungan\"","img":{"src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1570"}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1570"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1570\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.tedy.saputro.dev\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}